Indra Saputra > Indra's Quotes

Showing 1-30 of 876
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 29 30
sort by

  • #1
    Tere Liye
    “Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan.”
    Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

  • #2
    Tere Liye
    “Ibu, rasa nyaman selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau kami sudah terjebak oleh perasaan nyaman itu... Padahal di luar sana, di tengah hujan deras, petir, guntur, janji kehidupan yang lebih baik boleh jadi sedang menanti. Kami justru tetap bertahan di pondok reot dengan atap rumbia yang tampias di mana-mana, merasa nyaman, selalu mencari alasan untuk berkata tidak atas perubahan, selalu berkata 'tidak'...

    Ibu, rasa takut juga selalu membuat orang-orang sulit berubah. Celakanya, kami sering kali tidak tahu kalau hampir semua yang kami takuti hanyalah sesuatu yang bahkan tidak pernah terjadi... Kami hanya gentar oleh sesuatu yang boleh jadi ada, boleh jadi tidak. Hanya mereka-reka, lantas menguntai ketakutan itu, bahkan kami tega menciptakan sendiri rasa takut itu, menjadikannya tameng untuk tidak mau berubah.”
    Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

  • #3
    Tere Liye
    “Gadis kecil itu benar sekali.. mengapa dunia diciptakan dengan penuh perbedaan. Yang satu dilebihkan dari yang lain... ada yang bisa melihat. Bisa mendengar, ada juga yang tidak. Ada yang cerdas, ada yang tidak. Apakah semua itu adil? Apakah takdir itu adil? Padahal bukankah semua pembeda itu hanyalah semu. Tidak hakiki. Ketika sang waktu menghabisi segalanya, bukankah semua manusia sama...”
    Tere Liye, Moga Bunda Disayang Allah

  • #4
    Tere Liye
    “Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang.”
    Tere Liye, Bumi

  • #5
    Tere Liye
    “Penjajah itu tidak tahu kekuatan bersabar. Kekuatan ini bahkan lebih besar dibandingkan peledak berhulu nuklir. Alam semesta selalu bersama orang-orang yang sabar.”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

  • #6
    Tere Liye
    “Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

  • #7
    Tere Liye
    “Dengan kesederhanaan hidup bukan berati tidak ada kebahagian, kebahagian ada pada seberapa besar keberartian hidup kita untuk hidup orang lain dan sekitar, yap seberapa besar kita menginspirasi mereka. Kebahagian ada pada hati yang bersih, lapang dan bersyukur dalam setiap penerimaan...:)”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

  • #8
    Tere Liye
    “Mereka siap dengan kekalahan, sama siapnya menyambut hari kemenangan.”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong

  • #9
    Asma Nadia
    “ Allah, bersama-Mu tak ada jalan buntu ”
    Asma Nadia, Catatan Hati di Setiap Sujudku

  • #10
    Asma Nadia
    “Di setiap udara yang kau temukan, Di sana akan kau jumpai Allah yang senantiasa mendengar doamu”
    Asma Nadia
    tags: doa

  • #11
    Asma Nadia
    “Perempuan, Kau pasti tahu sakitnya cinta yg tak terkatakan.Cinta yg hanya mampu didekap dlm bungkam, Kata orang bahkan diam berbicara. Tapi, menurutku hal itu tdk berlaku dlm cinta. Sebab cinta harus diekspresikan dan pantang dibawa diam. Sebab cinta harusnya dinyatakan, lalu dibuktikan dgn sikap.Bgtu seharusnya cinta.Tapi, aku memang tidak punya pilihan. Maafkan!”
    Asma Nadia, Emak Ingin Naik Haji

  • #12
    Asma Nadia
    “Kematian, adalah peristiwa tercepat, yang menjadikan segala tinggal sejarah.”
    Asma Nadia

  • #13
    Tere Liye
    “Dan ketika tiba, bahkan tembok paling keras pun akan runtuh. Batu paling besar pun akan berlubang oleh tetes hujan kecil yang terus-menerus”
    Tere Liye, Amelia

  • #14
    Tere Liye
    “Cinta adalah perbuatan. Kata-kata dan tulisan indah adalah omong kosong.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #15
    Raditya Dika
    “Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?”
    Raditya Dika, Marmut Merah Jambu

  • #16
    Dee Lestari
    “Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah apa adanya.”
    Dewi 'Dee' Lestari

  • #17
    Djenar Maesa Ayu
    “kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir.”
    Djenar Maesa Ayu, 1 Perempuan 14 Laki-Laki

  • #18
    Tere Liye
    “Maha Suci Engkau Ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Suci Engkau yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada milik dan pemilik selain Engkau. Tak ada punya dan mempunyai selain Engkau.
    Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Kau harus memasukkan bongkah yang disebut dengan "perasaan" itu pada mahkluk ciptaanMu? Perasaan kehilangan...perasaan memiliki...perasaan mencintai...
    Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; Kami tak bergerak, Kau berikan kaki. Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, semua itu berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa? ”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

  • #19
    Tere Liye
    “Buku yang baik tidak pernah dilihat dari sampulnya, bukan?”
    Tere Liye, Eliana

  • #20
    Tere Liye
    “Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #21
    Tere Liye
    “Terkadang kesedihan memerlukan kesendirian, meskipun seringkali kesendirian mengundang kesedihan tak tertahankan.”
    Tere Liye, Kisah Sang Penandai

  • #22
    Tere Liye
    “Delisa cinta ummi karena Allah.”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa

  • #23
    Tere Liye
    “Orang yang memendam perasaan sering kli terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.”
    Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

  • #24
    Tere Liye
    “Anak kijang loncat berlari.
    Senang bermain di padang ilalang.
    Dasar kau seorang pencuri.
    Mencuri hatiku bukan kepalang.”
    Tere Liye, Eliana

  • #25
    Tere Liye
    “Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu Kakek lakukan saat memberi makan ayam - ayam?"

    "Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #26
    Tere Liye
    “Ketika satu kota dipenuhi orang miskin, kejahatan yang terjadi hanya level rendah, perampokan, mabuk-mabukan, atau tawuran. Kaum proletar seperti ini mudah diatasi, tidak sistematis dan jelas tidak memiliki visi misi, tinggal digertak, beres. Bayangkan ketika kota dipenuhi orang yang terlalu kaya, dan terus rakus menelan sumber daya di sekitarnya. Mereka sistematis, bisa membayar siapa saja untuk menjadi kepanjangan tangan, tidak takut dengan apapun. Sungguh tidak ada yang bisa menghentikan mereka selain sistem itu sendiri yang merusak mereka.”
    Tere Liye, Negeri Para Bedebah

  • #27
    Tere Liye
    “Kutipan dari novel yang paling berkesan: “Aku baik-baik saja, ceroboh. Aku senang mendengarnya. Amat senang. Tetapi aku tidak membutuhkan itu, yang. Rumah besar, mobil, berlian, pakaian yang indah. Bagiku kau ikhlas dengan semua yang kulakukan untukmu. Ridha atas perlakuanmu padamu itu sudah cukup.”
    Tere Liye

  • #28
    Tere Liye
    “Kakek, dari kota manakah cinta datang?"

    "Tidak ada yang tahu, Sayang. Cinta sejati datang begitu saja, tanpa satu alasan apapun yang jelas!”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #29
    Tere Liye
    “...Penjelasan akan tiba pada waktu yg pas, tempat yg cocok, dan dari orang yg tepat.”
    Tere Liye, Negeri Di Ujung Tanduk

  • #30
    Tere Liye
    “Apa kata pepatah, hidup harus terus berlanjut, tak peduli seberapa menyakitkan atau seberapa membahagiakan, biarkan waktu yang menjadi obat.”
    Tere Liye, Ayahku (Bukan) Pembohong



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 29 30