Manusya Dan Dia Quotes

Quotes tagged as "manusya-dan-dia" Showing 1-4 of 4
Djenar Maesa Ayu
“Manusya muak. Segala sesuatu yang tidak dapat terjawab selalu berakhir atas nama Tuhan. Misalnya, mengapa seorang anak bisa jadi bajingan padahal orangtuanya santri? Dijawab, itu sudah takdir dari Tuhan. Sebaliknya, jika orangtuanya rusak tapi anaknya begitu bauk, dijawab, itulah kuasa Tuhan. Alangkah mudahnya. Tidak adakah penjelasan lain yang lebih memuaskan? Tidak adakah jawaban lain yang lebih masuk akal? Mungkin manusia sudah malas berfikir, pikir Manusya.”
Djenar Maesa Ayu, Mereka Bilang, Saya Monyet!

Djenar Maesa Ayu
“Lantas apa yang salah dengan pelacur? Adakah orang yang menulis di buku catatannya, cita-cita: pelacur. Mana yang lebih pantas dipertanyakan, takdir atau pelacur?”
Djenar Maesa Ayu, Mereka Bilang, Saya Monyet!

Djenar Maesa Ayu
“Dia tidak suka melihat ia mabuk. Lewat suara Manusya, Dia menasihati kalau Manusya jauh lebih kelihatan cantik kalau tidak mabuk. Jika Manusya mabuk, mulut Manusya jauh lebih kotor dari Kali Ciliwung. Kelakuan Manusya benar-benar seperti pelacur. Bahkan Dia dengan sangat yakin menganalisa, rasa percaya dirilah yang memicu Manusya untuk selalu minum.”
Djenar Maesa Ayu

Djenar Maesa Ayu
“Biarkan takdir yang menentukan. Biarkan takdir bekerja dan ia menjadi mediatornya.”
Djenar Maesa Ayu, Mereka Bilang, Saya Monyet!