Pengagum Senja Quotes

Quotes tagged as "pengagum-senja" Showing 1-4 of 4
Yoza Fitriadi
“Kata orang rindu itu indah, tapi bagiku ia laksana bom waktu yang begitu menyiksa. Menanti sebuah kata jumpa yang entah mengapa terasa begitu lama. Dentang pergantian detik yang terasa amat lamban, menyusup di antara pergerakan matahari yang seperti hanya berdiam di tempat.”
Yoza Fitriadi, PENGAGUM SENJA

Yoza Fitriadi
“Ingat, janji kita bulan lalu. Siapapun di antara kita yang menikah lebih dahulu wajib membayar nazar berlari stadion kampus lima keliling. Siapapun yang pertama kali dapat pekerjaan, gaji pertamanya wajib dipakai untuk borong gerobak es tebu. Siapapun nanti yang petama kali punya anak laki-laki, wajib namanya diambil dari singkatan nama kita berempat. Bukankah gitu, brother.” Celetuk Ilham yang kembali pada topik awal.
“Dan siapapun yang pertama kali meninggal dunia di antara kita berempat, tiga orang tersisa wajib untuk menemani, mengafani dan menyalatkan hingga menggali liang kubur.” Sahut Toni yang entah mengapa terucap point perjanjian absurd itu.”
Yoza Fitriadi, PENGAGUM SENJA

Yoza Fitriadi
“Kak, satu lagi rahasia perempuan yang mungkin juga belum diketahui oleh kakak. Perempuan selalu pandai menutupi perasaanya, meski sejatinya ia sedang marah besar bercampur kecewa.”
Yoza Fitriadi, PENGAGUM SENJA

Yoza Fitriadi
“Kak. Rahasia perempuan terakhir yang akan Deswinta beri tahukan pada kakak. Perempuan tak pernah bisa menerima bila ada nama lain yang disebutkan saat ia sedang berbincang.”
Yoza Fitriadi, PENGAGUM SENJA