“Akhirnya, hujan turun, menghantam atap seng. Amiru memejamkan mata, lama, lambat laun dia mendengar sebuah irama, Dia tersenyum. Dia tersenyum karena ingin seperti ayahnya, yakni dapat menjadi senang karena hal-hal yang kecil. Seni menyenangi hal-hal yang biasa saja, begitu istilah ayahnya yang hanya tamat SD itu. Amiru ingin menguasai seni itu sampai tingkat ayahnya telah menguasainya sehingga menjadi orang yang dapat menertawakan kesusahan. Itulah ilmu tertinggi seni menyenangi hal-hal kecil. Itulah sabuk hitamnya.”
― Ayah
― Ayah
“... dan tragisnya melihat orang-orang muda, dalam tahun-tahun tersegar mereka, hanya duduk berpangku tangan saja, tak kunjung berkarya.”
― Brianna dan Bottomwise
― Brianna dan Bottomwise
“sepi di jembatan saat itu. tak ada siapa-siapa. tak ada orang yang melihatnya menerima uang itu dan ingat, dia tak pernah meminta uang pada siapapun. kedua alasan itu selalu lebih dari cukup untuk membuat seorang aparat mengkhianati sumpah jabatannya.”
― Orang-orang Biasa
― Orang-orang Biasa
“loving dan losing memang hanya beda sehuruf. namun berlawanan makna, berjarak miliaran rasa.”
― I am Sarahza
― I am Sarahza
“oi, apakah ada yang bersedia diam-diam melubangi perahu saat yang lain berjuang menyeberangi lautan luas?”
― Si Anak Cahaya
― Si Anak Cahaya
Rifka’s 2025 Year in Books
Take a look at Rifka’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Rifka
Lists liked by Rifka












