“For Sayonara, literally translated, 'Since it must be so,' of all the good-bys I have heard is the most beautiful. Unlike the Auf Wiedershens and Au revoirs, it does not try to cheat itself by any bravado 'Till we meet again,' any sedative to postpone the pain of separation. It does not evade the issue like the sturdy blinking Farewell. Farewell is a father's good-by. It is - 'Go out in the world and do well, my son.' It is encouragement and admonition. It is hope and faith. But it passes over the significance of the moment; of parting it says nothing. It hides its emotion. It says too little. While Good-by ('God be with you') and Adios say too much. They try to bridge the distance, almost to deny it. Good-by is a prayer, a ringing cry. 'You must not go - I cannot bear to have you go! But you shall not go alone, unwatched. God will be with you. God's hand will over you' and even - underneath, hidden, but it is there, incorrigible - 'I will be with you; I will watch you - always.' It is a mother's good-by. But Sayonara says neither too much nor too little. It is a simple acceptance of fact. All understanding of life lies in its limits. All emotion, smoldering, is banked up behind it. But it says nothing. It is really the unspoken good-by, the pressure of a hand, 'Sayonara.”
― North to the Orient
― North to the Orient
“We're always contradicting ourselves.
We want people to tell us apart....
...yet we don't want them to be able to.
We want people to get to know us...
...but we also want them to keep their distance.
We've always longed for someone to accept us...
But we never believed there'd be anyone who would accept our twisted ways.
That's why we'll stay locked up tight...
...in our own little private world...
...and throw away the key, so that no one can ever hurt us.”
― Ouran High School Host Club, Vol. 9
We want people to tell us apart....
...yet we don't want them to be able to.
We want people to get to know us...
...but we also want them to keep their distance.
We've always longed for someone to accept us...
But we never believed there'd be anyone who would accept our twisted ways.
That's why we'll stay locked up tight...
...in our own little private world...
...and throw away the key, so that no one can ever hurt us.”
― Ouran High School Host Club, Vol. 9
“and now we get to the hard part. the endings, the farewells, and the famous last words. if you don't hear from me often, remember that you're in my thoughts.”
― Moon Palace
― Moon Palace
“When journalism is silenced, literature must speak. Because while journalism speaks with facts, literature speaks with truth.”
― Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
― Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
“Dalam Doaku
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu..
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(1989)”
―
Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu..
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(1989)”
―
JUST FOR FUN Reading Challenge 2013
— 122 members
— last activity Jan 07, 2014 11:53PM
January 1, 2013 - December 31, 2013 THIS GROUP IS NOW CLOSED TO NEW MEMBERS! 36 PEOPLE COMPLETED THE CHALLENGE AND THE WINNERS HAVE BEEN EMAILED!! Je ...more
Bandung
— 865 members
— last activity Nov 29, 2016 09:25PM
Grup ini adalah grup pencinta, pembaca buku, kuliner dan jalan-jalan untuk umum, tidak terbatas pada warga kota Bandung saja atau berdarah Sunda saja. ...more
Goodreads Indonesia
— 27491 members
— last activity 6 hours, 31 min ago
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more
Belajar Menulis Indonesia
— 1019 members
— last activity Jul 07, 2025 09:50PM
1. Saling berbagi hal-hal mengenai penulisan dengan tips, triks, dan idea dari penulis mana pun 2. Saling berbagi pengalaman 3. Saling memberikan m ...more
Debby’s 2025 Year in Books
Take a look at Debby’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Debby
Lists liked by Debby





















