Status Updates From Kelir Slindet
Kelir Slindet by
Status Updates Showing 1-30 of 46
Wiwinndut
is on page 157 of 252
Ceritanya terasa seperti sedang berlompatan antara satu nomor dengan nomor lainnya
— Apr 20, 2025 09:42PM
Add a comment
Wiwinndut
is on page 34 of 252
Maksiat bercampur dengan ketaatan.
— Apr 20, 2025 05:06AM
Add a comment
Safara
is on page 149 of 226
Kalo belum jam 2 pagi ini sih akan gue lanjut baca sampe selesai deh
— Nov 29, 2020 11:05AM
Add a comment
Satria
is on page 70 of 252
Baru lanjut lagi setelah sebupan sibuk baca yg lain.
Baca buku-buku Kedung Darma Romansa itu asikk. Ceritanya terasa dekat, tema soal dangdut, telembuk, soal Indramayu dan yg paling saya suka sama kata-kata Makian macam;
"Dasar Telembuk!"
"Kirik botak!"
"Koplok!"
Lucu aja kesannyaa.
— Oct 02, 2020 01:14PM
Add a comment
Baca buku-buku Kedung Darma Romansa itu asikk. Ceritanya terasa dekat, tema soal dangdut, telembuk, soal Indramayu dan yg paling saya suka sama kata-kata Makian macam;
"Dasar Telembuk!"
"Kirik botak!"
"Koplok!"
Lucu aja kesannyaa.
Satria
is on page 30 of 252
Setelah mbaca Kumcer Rab(b)i sy penasaran sama bbrp cerita yg menurut saya agak tanggung atau malah jd teka-teki. Jdi gimana biar puas sama cerita kemarin? Jd saya tilik lagi nama Kedung darma romansa lalu sy menemukan karya Kelir slindet yg ternyata ada lanjutannya lagi yg judulnya telembuk!
Tp baca telembuknya baru bisa novemberr karena saya males baca terbitan IBC yg menurut saya ga enak.
— Sep 18, 2020 04:07AM
Add a comment
Tp baca telembuknya baru bisa novemberr karena saya males baca terbitan IBC yg menurut saya ga enak.
Vanda Kemala
is on page 241 of 252
Semua orang mendesak untuk berjalan paling depan. Lantas siapa yang berada di belakang jika semua orang ingin berada di paling depan?
— Nov 07, 2019 12:44AM
Add a comment
Vanda Kemala
is on page 212 of 252
Mungkin cara melupakan yang baik adalah dengan mengingatnya atau menumpuknya dengan peristiwa-peristiwa baru, seperti daun-daun yang tumbuh.
— Nov 06, 2019 04:55AM
Add a comment
Vanda Kemala
is on page 108 of 252
"Ji, aku memang mantan telembuk. Apa aku tidak pantas untuk berbuat lebih baik? Aku capek dibicarakan orang terus, Ji. Aku manusia. Aku masih punya harga diri. Kami dengar kan?" Saritem menangis.
— Nov 04, 2019 04:12AM
Add a comment














