Perilaku ekonomi seorang muslim sepatutnya tidak hanya tentang kesejahteraan dalam jangka waktu hari ini, 5 tahun, 10 tahun, atau 50 tahun mendatang, melainkan jauh lebih panjang dari itu.
Seorang muslim memandang kesejahteraan untuk kehidupan yang abadi, yaitu akhirat. Bukan melalui nilai harta yang disimpan, melainkan melalui segala aktivitas ekonomi itu sendiri. Jujur, adil, seimbang, beretika, dan manusiawi.
— Dec 08, 2020 11:19PM
Add a comment