Pierrot’s Reviews > Human Acts > Status Update
Pierrot
is on page 160 of 224
"Kau belum sempat dimakamkan setelah mati,
mataku yang dulu menatapmu kini telah menjadi kuil.
Telingaku yang dulu mendengar suaramu kini telah menjadi kuil
Paru-paru yang dulu menghirup napasmu kini telah menjadi kuil." (h.120)
— Apr 02, 2025 08:53AM
mataku yang dulu menatapmu kini telah menjadi kuil.
Telingaku yang dulu mendengar suaramu kini telah menjadi kuil
Paru-paru yang dulu menghirup napasmu kini telah menjadi kuil." (h.120)
Like flag
Pierrot’s Previous Updates
Pierrot
is on page 54 of 224
sejarah tidak hanya mengulang eksistensinya pada waktu yang berbeda, tetapi juga pada tempat yang berbeda. suasana rimba diatur seperti mereka mengatur kematian.
"Ketika lagu kebangsaan dinyanyikan bersahut-sahutan di sela-sela isak tangis, kamu menahan napas sambil mendengarkan ketidakharmonisan yang tercipta dari lirik yang bertabrakan. Seolah-olah dengan melakukan itu, kamu bisa memahami arti negara." (h.19)
— Mar 30, 2025 09:26AM
"Ketika lagu kebangsaan dinyanyikan bersahut-sahutan di sela-sela isak tangis, kamu menahan napas sambil mendengarkan ketidakharmonisan yang tercipta dari lirik yang bertabrakan. Seolah-olah dengan melakukan itu, kamu bisa memahami arti negara." (h.19)

