Nabiila’s Reviews > Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film > Status Update
Nabiila
is on page 87 of 333
“Menurut mereka, konsep humanisme universal tidak dapat dianut oleh rakyat Indonesia yang sedang berada di tengah-tengah perjuangan untuk membebaskan diri dari ancaman neokolonialisme dan imperialisme Barat. Bagi mereka, humanisme harus diimplementasikan dengan cara berpihak pada rakyat, petani, pekerja, dan buruh.”
In response to Manikebu’s manifesto. Fire
— Feb 16, 2026 05:45PM
In response to Manikebu’s manifesto. Fire
Like flag
Nabiila’s Previous Updates
Nabiila
is on page 12 of 333
“Walaupun implementasi ideologi humanisme universal tidaklah sevulgar cara-cara militer dalam memanfaatkan domain kebudayaan untuk melegitimasi kampanye kekerasan mereka terhadap kaum komunis — ini sebabnya maka menjadi lebih sulit diukur dan dikaji — namun demikian tujuan keduanya tetap sama, yaitu mengibliskan komunisme termasuk ideologi dan praktik kebudayaannya.”
— Jul 10, 2024 05:27AM
Nabiila
is on page 8 of 333
Di pendahuluan menyinggung perdebatan kebudayaan pada 1960an antara para penulis Lekra dan Manifes Kebudayaan. Bagaimana setelah Angkatan Darat menghancurkan PKI dan sejenisnya termasuk Lekra, humanisme universal berdiri sbg “satu-satunya haluan dalam membangun kebudayaan kontemporer Indonesia” dj bawah Orde Baru. Hampir seluruh penulis Lekra dibui di Pulau Buru dan karyanya diberangus.
— Jul 10, 2024 04:55AM

