Fahdii Ajmalal Fikrie’s Reviews > Jejak Langkah > Status Update

Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 18 of 724
"Jadi ini macam peradaban golongan terpelajar?" Dan mereka mulai terdiam. "Ini ajaran nenek-moyang kalian?"

"Tutup mulut! Jangan bawa-bawa nenek-moyang."

"Kalian kira lebih beradab dari nenek-moyang kalian sendiri?"

Seseorang melemparkan kain-batikku. Tenang-tenang kulibatkan pada pinggang dan mata tetap waspada.

"Di depan orang kampung berlagak intelektual. Orang kampung pun tak sebiadab ini,"
Sep 13, 2026 08:17AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)

flag

Fahdii Ajmalal’s Previous Updates

Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 33 of 724
Sep 13, 2026 08:20AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 24 of 724
"Ruangmakan itu telah penuh dengan siswa dari semua tingkat. Semua dalam pakaian kebangsaannya masing-masing. Hanya orang-orang Menado dan Indo berpakaian Eropa. Orang Sunda dan Jawa hanya berbeda dalam destar. Orang Melayu bersongkok dan berlibat setengah sarung, hanya seorang. Sebagian terbesar berdestar."

even di jaman ini di jkt masih beneran pake pakaian adat ya wkwk. gak cuma di buku2 RUPL doang... (konyol)
Sep 13, 2026 08:20AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 15 of 724
Tanpa kuduga-duga sepatunya yang berat menendang koporku. Rasa, biasanya harga diri dan kebanggaan dan diri sendiri yang terkena tendangan. Kopor itu bergeser.

...

Ternyata rombongan penghuni lain berebut depan untuk juga ikut menyepak.

Hai, diri, begini kau akan diperlakukan seterusnya?

"Tuan-tuan," teriakku murka, "jangan kopornya. Ini orangnya. Boleh coba, satu-satu atau berbareng."
Sep 13, 2026 08:15AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 14 of 724
"Semua kurasai sebagai aniaya. Untuk jadi dokter, jadi sebuah sekrup mesin pada pabrik gula, seperti kata teman baru di kapal dulu. Hal-hal kecil-mengecil begini harus aku tanggungkan. Apa aku bakal kuat menanggungkan? Mengherankan: aku toh jalani juga urusan kerdil-mengerdil begini."
Sep 13, 2026 08:13AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is on page 10 of 724
“Kita sudah sampai di Weltevreden, Nyo, Gambir kata orang Betawi, halte penghabisan. Sinyo mau terus ke mana? Nah, itu Koningsplein. Orang Betawi bilang: Lapangan Gambir, tempat Pasar Gambir. Trem ini nanti berhenti di depan stasiun. Kalau mau meneruskan perjalanan harus pindah ke trem Meester Cornelis. Atau pindah delman.”

pa haji siap? jidan siap? (berasa masuk lorong waktu)
Sep 13, 2026 06:37AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is starting
--- Itu pula modal awal negeri ini untuk bersuara kepada dunia tentang apa yang sebenarnya terjadi di Negeri Angin Selatan ini di bawah genggaman imperialisme Negeri Angin Utara. Lewat langkah jurnalistik, Minke berseru-seru:

“Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.”
Sep 13, 2026 06:35AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is starting
"--- Minke ingin mengembalikan agensi kepada rakyat Pribumi tiga hal: meningkatkan boikot, berorganisasi, dan menghapuskan kebudayaan feodalistik.

Perpaduan jurnalistik dan organisasi, tak hanya membangkitkan nasionalisme di setiap kantong perla- wanan di daerah, tapi juga menusuk para pembesar Belanda tepat di pusatnya. ---"
Sep 13, 2026 06:33AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is starting
(Masih dari Kata Pengantar)

"Minke memobilisasi segala daya untuk melawan bercokolnya kekuasaan Hindia yang sudah berabad-abad umurnya. Namun Minke tak pilih perlawanan bersenjata. Ia memilih jalan jurnalistik dengan membuat sebanyak-banyaknya bacaan Pribumi. Yang paling terkenal tentu saja Medan Prijaji. Dengan koran ini, ---"
Sep 13, 2026 06:32AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


Fahdii Ajmalal Fikrie
Fahdii Ajmalal Fikrie is starting
(Dikutip dari Bab Kata Pengantar Penerbit Lentera Dipantara)

"Sudah lama aku dengar dan aku baca ada suatu negeri di mana semua orang sama di depan Hukum. Tidak seperti di Hindia ini. Kata dongeng itu juga: negeri itu memashurkan, menjunjung dan memuliakan kebebasan, persamaan dan persaudaraan. Aku ingin melihat negeri dongengan itu dalam kenyataan."

— Pramoedya Ananta Toer
Sep 13, 2026 06:31AM
Jejak Langkah (Tetralogi Buru, #3)


No comments have been added yet.