Hani Rosidaini’s Reviews > Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan > Status Update

Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 70 of 166
Awalnya Freud membedakan dua kubu: dorongan ego & dorongan objek/libidinal. Dorongan ego menjaga individu hidup dan aman; dorongan objek mengarahkan cinta/libido ke orang atau objek di luar diri.

Lalu muncul masalah: ternyata ego sendiri jg bs jd objek libido. Muncullah konsep narsisisme. Jadi libido tidak hanya “keluar” ke orang lain, tetapi juga bisa “tinggal” di ego. Dia sebut ego sbg rumah asal libido.
Sep 15, 2026 08:53PM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan

flag

Hani’s Previous Updates

Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 70 of 166
Penggunaan istilah dalam filsafat tidak selalu sama dengan istilah terkini.

ego = struktur “aku”
libido = energi cinta/dorongan seksual
object-libido = libido diarahkan ke luar diri
narcissistic libido = libido diarahkan ke diri sendiri
narsisisme = kondisi ketika diri sendiri menjadi objek penting libido
Sep 15, 2026 08:52PM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 67 of 166
Ironi mempelajari filsafat:

Untuk mendalami, butuh keluangan waktu dan pikiran, jadi idealnya dilakukan saat muda, single, belum banyak tuntutan. Tapi kenyataannya: untuk benar-benar dapat memahami, dibutuhkan juga tingkat kecerdasan cukup yang baru bisa diraih saat sudah dewasa, matang, dan berpengalaman.
Sep 13, 2026 10:36AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 66 of 166
Persekusi kaum borjuis di Rusia dijadikan contoh untuk menyampaikan bahwa:

Menurut Marxis: antagonisme sosial terutama berasal dari struktur kelas dan kepemilikan alat produksi. Jika struktur itu dihapus, konflik kelas seharusnya dapat diatasi.

Kenyataannya: Tidak sesederhana itu. Bahkan kalau kepemilikan dan kelas dihapuskan, agresi manusia tidak ikut terhapus.
Sep 13, 2026 10:34AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 65 of 166
Paparan Freud membuatku bertanya: jadi sebenarnya Freud mendukung insting alami manusia yang tidak sejalan dengan aturan peradaban? Atau hanya memaparkan bahwa aturan peradaban membuat manusia terkukung, tapi mau gak mau tetap dibutuhkan?
Sep 13, 2026 10:21AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 65 of 166
Beberapa poin Freud:
1. Keluarga sebagai benih peradaban, yg ironinya: keluarga juga bisa berkonflik dengan peradaban yang lebih luas karena sayang dalam keluarga sangat eksklusif
2. agresi adalah bagian mendalam dari manusia: “kita” menjadi erat karena ada “mereka”. Kadang kelompok yang hampir sama atau berdekatan justru bermusuhan dan sibuk menonjolkan perbedaan kecil agar identitas mereka terasa tegas.
Sep 13, 2026 10:20AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 27 of 166
Ketika Freud menulis bahwa “kualitas keindahan tampak tersemat pada karakteristik seksual sekunder tertentu”, maksudnya kurang lebih: manusia sering menilai ciri-ciri tubuh yang menandai kematangan seksual sebagai cantik atau menarik, sementara organ seksual sendiri justru tidak selalu dianggap “indah” secara estetis.
Sep 10, 2026 10:48AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 27 of 166
Secondary sexual characteristics = ciri tubuh yang berkembang terutama saat pubertas karena pengaruh hormon, dan membedakan penampilan seksual laki-laki dan perempuan, tetapi bukan organ reproduksi itu sendiri.
Sep 10, 2026 10:48AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 27 of 166
Manusia didorong oleh prinsip kenikmatan untuk mencari bahagia, tapi kebahagiaan penuh tidak realistis. Karena itu manusia menempuh banyak “rute” berbeda menuju kepuasan—seks, cinta, seni, keindahan, sublimasi, bahkan zat memabukkan.
Sep 10, 2026 10:46AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 25 of 166
Bagi Freud, agama adalah sebuah delusi massa, satu pembentukan ulang realitas untuk mengalami kebahagiaan dan perlindungan dari penderitaan.
Sep 10, 2026 10:38AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


Hani Rosidaini
Hani Rosidaini is on page 18 of 166
Membaca tulisan Freud atau filsafat pada umumnya dalam bahasa Indonesia itu lebih challenging dibanding harus baca dalam bahasa Inggris. Sembari baca, otak jadi selalu sembari berpikir "ini sebenarnya dari kata apa sih, kok sususan kalimatnya seperti ini".
Sep 10, 2026 10:02AM
Peradaban dan Kekecewaan-Kekecewaan


No comments have been added yet.