Aravena’s Reviews > Cerita Cerita Telapak Tangan > Status Update

Aravena
Aravena is on page 29 of 332
Dan akhirnya, bagi hatimu yang berkabut dan terluka, bahkan seekor jangkrik lonceng akan tampak seperti seekor belalang. Jika hari itu datang, di mana tampak bagimu bahwa dunia ini hanya penuh berisi belalang, aku akan berpikir betapa sayang jika kau tak punya cara untuk mengingat permainan cahaya malam ini, ketika namamu tertulis dalam huruf hijau oleh lenteramu yang indah di atas dada si gadis kecil.
Jun 11, 2020 10:54PM
Cerita Cerita Telapak Tangan

flag

Aravena’s Previous Updates

Aravena
Aravena is on page 179 of 332
Mati konyol gara2 kelamaan nongkrong di WC.

Ngakak miris sekaligus waswas karena baca cerpen yang ini sambil nongkrong di WC sendiri juga.
Jun 17, 2020 09:07AM
Cerita Cerita Telapak Tangan


Aravena
Aravena is on page 156 of 332
Seorang tuna netra tahu celah dan liku rumahnya sendiri. Ia akrab dengan rumah itu sebagaimana ia mengenal tubuhnya sendiri. Bagi seorang yang matanya sehat, rumah tidaklah bernyawa. Tapi bagi seorang tuna netra, rumah itu hidup. Dia bisa berdetak.

Jadi ingat seorang teman saya pernah membuat perumpamaan yang hampir sama. Menarik dan masuk akal sekali.
Jun 15, 2020 10:49PM
Cerita Cerita Telapak Tangan


Aravena
Aravena is on page 90 of 332
Gagal paham dengan ending 80% cerpen di sini, tapi minimal sekali, saya menikmati nuansa dan bahasanya.
Jun 13, 2020 07:27PM
Cerita Cerita Telapak Tangan


Aravena
Aravena is on page 10 of 332
Kata pengantarnya Bernard Batubara bagus sekali! Bukan hanya mengilustrasikan seperti apa bukunya dan membakar semangat membaca, tapi juga bikin saya penasaran pada karyanya BB sendiri; caranya merangkai kata-kata (dan penulis-penulis yang ia sebutkan) benar-benar pas selera saya.
Jun 06, 2020 09:56PM
Cerita Cerita Telapak Tangan


Comments Showing 1-2 of 2 (2 new)

dateUp arrow    newest »

message 1: by Gus (new)

Gus Itu cuplikan puisi di buku ini? Puitis sekali o w o


Aravena Itu cuplikan narasi dari cerpen, tapi gaya bahasa semua cerpen di sini memang puitis dan simbolik banget.

Yang ini ceritanya tentang anak laki-laki dan anak perempuan yang pergi nangkep serangga bareng, lalu anak laki-lakinya ngasihin si cewek serangga yang dibilangnya belalang, padahal sebenarnya jangkrik lonceng (*tipe serangga langka nan berharga). Makna/pesan dari adegan itu kurang lebih tersirat dari teks yang saya kutip, hehe.


back to top