Faisal Chairul’s Reviews > Seikatsu Kaizen: Reformasi Pola Hidup Jepang > Status Update
Faisal Chairul
is on page 112 of 256
Terkait sifat org Jepang yg 'sedikit bicara banyak bekerja' penulis memaparkan bhw itu bentuk rekayasa pemerintah Jepang agar rakyatnya tdk sedikit2 melakukan aksi protes (hotoku), dimulai saat kesulitan ekonomi saat perang dgn Rusia. Rekayasa itu diperkuat dgn diangkatnya sosok petani bernama Ninomiya Sontoku, yg ketika gagal panen tdk terjerumus dlm keterpurukan, trs rajin bekerja hingga akhirnya berhasil bangkit.
— Nov 06, 2021 07:21PM
Like flag
Faisal’s Previous Updates
Faisal Chairul
is on page 169 of 256
Upaya memajukan industri Jepang berawal saat kekalahan Jepang pasca Perang Dunia II. Pd bulan Mei 1946, pimpinan2 perusahaan Jepang membentuk forum diskusi dan pertukaran informasi (JUSE). Langkah selanjutnya adl insentif yg diupayakan utk mendorong kemajuan teknologi, spt pelatihan QC (thn 1949), penerbitan majalah ttg QC (1950), pembentukan panitia penghargaan teknik QC Deming Award (1951).
— Nov 06, 2021 08:32PM
Faisal Chairul
is on page 147 of 256
Penulis menceritakan awal mula revolusi industri Jepang yg dimulai setelah kemenangan perang dgn Tiongkok thn 1895. Langkah pertama adl meningkatkan kualitas efisiensi produksi pabrik2, yg diceritakan bermula dgn berguru pd Amerika (teori Frederick Taylor) dan Jerman (rasionalisasi industri dan metode penghematan waktu produksi). Diceritakan salah satu studi kasus yaitu produsen piano saat itu, Yamaha.
— Nov 06, 2021 08:22PM
Faisal Chairul
is on page 125 of 256
Menarik bhw utk memperkuat program rekayasa budaya saat itu, seorang intelektual Jepang bernama Watsuji Tetsuro menggunakan pendekatan 'iklim dan budaya' dlm teorinya. Ia terpengaruh oleh teori Friedrich Ratzel yg mengatakan supremasi bangsa2 Eropa dipengaruhi oleh iklim, dan oleh krn itu ajaran sosialisme Eropa dikatakan tdk sesuai dgn keadaan Jepang, sehingga diperlukan adanya suatu ideologi 'asli' Jepang.
— Nov 06, 2021 07:48PM
Faisal Chairul
is on page 100 of 256
Penulis kemudian memaparkan contoh lain rekayasa budaya yg dilakukan pemerintah Jepang saat itu, yaitu bushido. Rekayasa bushido bertujuan utk meningkatkan wibawa Jepang saat diplomasi ke negara2 Barat (AS dan Inggris) menggunakan buku yg ditulis oleh Nitobe Inazo. Bushido sndiri adl jalan hidup para bushi, kasta tertinggi hierarki masyarakat feodal di era sblm restorasi Meiji.
— Nov 06, 2021 07:07PM
Faisal Chairul
is on page 89 of 256
Penulis memaparkan bbrp rekayasa budaya nasional era 1880-an, diantaranya agama Shinto, yg mnrt Yanagata Kunio seorang mantan pejabat kementerian pertanian agama Shinto yg diklaim sdh berusia ribuan tahun kenyataannya baru direkayasa 50 thn yg lalu. Penulis kemudian menjelaskan bhw sblm thn 1870-an Jepang memiliki beragam budaya lokal, nmn pemerintah pusat 'memaksa' utk menerapkan 'budaya nasional'.
— Nov 06, 2021 07:01PM
Faisal Chairul
is on page 46 of 256
Stlh dibukanya perdagangan dgn AS, sejumlah tokoh Jepang mulai menyadari keterbelakangan mrk dan mulai merancang satu kebijakan mereformasi kehidupan masyarakatnya. Penekanan penulis lebih dititikberatkan pd tokoh bernama Dohi Masataka melalui ajaran yg tertulis di karyanya 'Reformasi Adat di Jepang', yg menggambarkan dan mengkritik kehidupan masyarakat Jepang era 1880-an dan menekankan pentingnya reformasi adat.
— Nov 06, 2021 01:07AM

