Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Navida Suryadilaga.

Navida Suryadilaga Navida Suryadilaga > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-20 of 20
“Pada suatu hari ketika puisi pergi, tertatih mengeja huruf di langit. Tidak ada lagi ruang yang tersisa kecuali kehampaan kata. Semua kosong seperti sepi, meski tidak ada malam hari.”
Navida Suryadilaga, Cawan Aksara
“Di ujung petir yang berkedip, desir resah tersalip. Kasih, tak ada yg lebih aman selain do'a. Sebab keringat di tubuhmu, secinta gerimis di kemarau.”
Navida Suryadilaga
“Di ratusan anak gerimis menyiram tanah, yang perlu kamu tahu, bahwa ada rindu serta do'a bahagia menghiasi sepasang mata basah.”
Navida Suryadilaga
“Berkaca dan mempelajari atas kekurangan yang dimiliki, supaya membuat sadar diri. Menjaga agar tidak semena-mena atas kelebihan yang dimiliki, supaya membuat tahu diri. Semua hanya sedikit cara bentuk penerimaan diri sebagai manusia. Selebihnya, kesempurnaan hanyalah milik Dia.”
Navida Suryadilaga
“Membidik busur langit, cakrawala yang berkarat. Seluas angkasa akan ku taklukkan. Karena Aku, Putri Ayahku....”
Navida Suryadilaga
“Tidak ada lagi yang kau inginkan dariku, selain kepergianku. Sampai bertemu diperbatasan senja, saat sesal menikam intravena.”
Navida Suryadilaga
“Aku bukan bidadari dari ufuk timur yang duduk di bangku taman, bercerita cita dan mengukir masa. Jadi senyumku, bukan yang kau tunggu.”
Navida Suryadilaga
“Waktu adalah rahasia yang ingin ku bidik dari sudut busur panahku. Waktu adalah kata tanpa aksara, bisu.”
Navida Suryadilaga
“Aku hanya bersandar pada kenangan, dan kau ludahi aku dengan sikap yang menjelaskan.”
Navida Suryadilaga
“Aku mewarna mu pada binar kelopak mata”
Navida Suryadilaga
“Pasanglah sepasang hak, karena kamu berhak. Gugur kelopak bunga, pecah kelopak air mata.”
Navida Suryadilaga
“Jangan panggil aku Srikandi, jika aku tidak mampu membidik busur di atas medan perang, melawan mati!”
Navida Suryadilaga
“Oranye yang bias oleh lebam awan-awan, merangkum gerimis pada binar mesin tik usang. Juga jendela pada setiap lembarnya, menghapus keringat dahi yang diperas saat memasak bakmi.”
Navida Suryadilaga
“Jahitan aksara mesra, menyulam bait cinta. Rintihan pena menari seiring antrian do'a saling bercinta di antara gerimis yang semerbak.”
Navida Suryadilaga
“Siapa yang menebar abu-abu, akan menuai mendung. Basah kelopak mataku semakin deras menderai, dan itu adalah hujanmu.”
Navida Suryadilaga
“Aku mewarnamu pada binar kelopak mata”
Navida Suryadilaga
“Lebam air mata mendidih kental, bukan sesiapa yang paling benar melainkan Dia. Percayalah rasa yang kekal adalah yang paling setia.”
Navida Suryadilaga
“Air mata adalah bicara tanpa kata melukis tanpa warna dan menulis tanpa aksara.”
Navida Suryadilaga
“Rasa yang bergetar adalah cinta yang tak perlu menggugat pertemuan.”
Navida Suryadilaga
“Basah kelopak mataku deras menderai, adalah hujanmu. Singgahlah diperteduhan yang kau pilih. Entah itu usang atau lusuh.”
Navida Suryadilaga

All Quotes | Add A Quote
Cawan Aksara Cawan Aksara
3 ratings