Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Cynthia Febrina.
Showing 1-13 of 13
“Untung saja setiap manusia tidak pernah tahu kapan dia akan mati. Kalau tahu, mungkin semua orang akan jadi munafik dengan menjadi orang baik sebelum ruhnya diangkat naik.”
― Stasiun
― Stasiun
“Entahlah, kalau benar cinta, menurut saya, selalu ada keinginan bagi kami untuk bersama. Tapi nyatanya tidak.”
― Stasiun
― Stasiun
“Langitmu adalah langitku. Hujanmu adalah hujanku. Itu yang kamu bilang, dulu. Kamu sangat mencintai hujan karena saat hujan orang lain tidak akan tahu bahwa kamu sedang menangis. Maka menangislah kamu dalam hujan.”
― Stasiun
― Stasiun
“Bumi memang hanya berputar pada satu poros dimana dalam setiap perputaran terjadi berbagai kemungkinan bagi setiap pertemuan, perpisahan, dan kebetulan.”
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
“Aku tak ingin dipilih karena satu-satunya pilihan. Aku ingin dipilih dalam situasi di mana kamu mempunyai banyak pilihan.”
― Stasiun
― Stasiun
“Bersamamu adalah menyatukan asa. Tak perlu menunggu hujan turun untuk membuat kita berlari bersama.”
― Stasiun
― Stasiun
“Tapi bumi adalah saksi bisu dari setiap kejujuran yang tersimpan, kenyataan yang terpendam, serta memberi setiap pengakuan yang dibutuhkan.”
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
“Tapi mungkin,manusia terlalu angkuh dan sombong, hingga akhirnya lupa diri dan membuat fakta berjalan dengan distorsi, penuh manipulasi, dan seringkali iri hati.”
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
“Sepertinya hanya kematian yang memisahkan cinta yang begitu dalam. Menjadikannya bayangan, menjadikannya abadi dalam sebuah tulisan. Menjadikannya terkenang.”
― Stasiun
― Stasiun
“Seperti cicak yang menempel di dinding, wajah gadis itu menempel di dalam otak saya, tak usahlah saya bawa sampai ke bagian tubuh yang menghasilkan detak. Cukup di otak, tak usah sampai ke jantung hati.”
― Stasiun
― Stasiun
“Dunia memang bukan sekedar panggung sandiwara dimana Tuhan menjadi sutradara, tapi lebih dari itu. Tuhan sudah menciptakan semesta yang membuat bumi terkadang berkonspirasi untuk membuat duniamu, semestamu, menyadarkanmu bahwa menjadi kuat saja tidak pernah cukup.”
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
― Bumi: Empat Jiwa, Meniti Satu Nadi
“Setiap manusia membutuhkan eksistensi, membutuhkan pengakuan dari sekelompok makhluk yang tercipta dari seonggok daging akan keberadaan dirinya di dunia.”
―
―
“Nggak ada gunanya kalo lo terlambat tapi lo hanya jalan santai. Seolah membiarkan masakan gosong di atas kompor.”
― Stasiun
― Stasiun




