Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Gerson Poyk.
Showing 1-4 of 4
“Maut adalah akhir dari hidup. Maut adalah akhir perjuangan mencari kebebasan - kebebasan yang membawa kebahagiaan. Sekalipun kebebasan itu kebebasan yang getir.”
― Perempuan dan Anak-anaknya
― Perempuan dan Anak-anaknya
“Orang-orang hidup tidak selalu jujur. Yang jujur hanyalah mayat-mayat yang berkata tentang kebenaran yang tidak bisa dibantah, bahwa semua manusia akan mati.”
― Perempuan dan Anak-anaknya
― Perempuan dan Anak-anaknya
“Ya, kemudian mendidik mereka supaya menjadi orang. Bukan menjadi partai. Sebab, sepanjang hidupnya ada sebuah penyakit yang selalu mengintainya. Penyakit dendam. Andaikan ia tidak dididik mengenal Tuhan, agama, dan moral, maka sejarah kita pasti akan mengalami proses dialektik yang tragis.
Guru sejarah SMA”
― Perempuan dan Anak-anaknya
Guru sejarah SMA”
― Perempuan dan Anak-anaknya
“Kalaulah aku yang harus menghadapi ajalku sendiri, betapa pun besar perlawanku buat menolaknya, namun kalaulah tampaknya memang sudah kodrat Allah, apa boleh buat, kukira aku akan bisa menerimanya dengan kepasrahan yang serela mungkin. Ini sebab pada hematku kematian yang ikhlas adalah kematian yang ideal. Cita-citaku ialah tidak hanya untuk bisa hidup bahagia dan ikhlas, begitu pun hendaknya matiku kelak. Jadi, betapa pun besar ketakutanku dan perlawananku pada mulanya, tapi kalaulah memang sudah saatku, mauku bisalah matiku itu terjadi dengan kerelaan yang pas, syukur-syukur bila sambil tersenyum murni. Itu tidak hanya melegakan yang kutinggalkan, tapi juga buatku sendiri. Dan sebelum nafasku pergi, bisalah aku hendaknya menghaturkan puji atas kebesaran-Nya, berterima kasih atas ke-Pengasihan-Nya, dan memohon pengampunan-Nya.”
― Perempuan dan Anak-anaknya
― Perempuan dan Anak-anaknya




