Kekurangan Quotes

Quotes tagged as "kekurangan" Showing 1-7 of 7
Titon Rahmawan
“Ada luka sumbing serupa gempil bibir poci di hati semua orang. Cacat yang berusaha keras mereka sembunyikan dari dunia. Tapi tak semestinya kita mengenakan topeng hanya demi menutup secebis luka. Tak semua hal mesti kita cerna dengan tatapan mata curiga serupa itu. Maka dari itu, coba dengarkan apa kata Bundamu ini, Nak. Manusia tak perlu harus jadi sempurna agar ia dihargai. Sebagaimana keindahan bisa muncul dari hal kecil dan sederhana. Termasuk apa yang tampak pada selembar kain batik yang lusuh atau cangkir teh yang somplak ujungnya.

Kita bisa belajar dari kintsugi, menjadi bijak tanpa harus bergegas menjadi tua; bagaimana menorehkan pernis emas pada sebuah cawan tembikar yang terlanjur retak. Betapa sesungguhnya, sebuah guci porselen yang jatuh, pecah dan bahkan rusak tak berarti kehilangan semua nilai yang dimilikinya. Ketidaksempurnaan tidak akan mengecilkan arti dirimu. Sebab hanya ketangguhanmu melewati bukit penderitaanlah yang akan membuatmu menemukan cahaya kebahagiaan yang sesungguhnya.

Bagaimana kamu bisa belajar menghargai kekurangan pada diri sendiri. Bagaimana kamu bisa menerima kesalahan dan bahkan kegagalan. Sebagaimana alam memaknai wabi sabi, ketidak sempurnaan bukan sesuatu yang harus ditolak atau disangkal. Ia mesti disambut sebagai air telaga yang jernih, kesegaran embun di pagi hari, atau aroma petrichor di musim penghujan.

Setiap kali engkau jatuh dan menjadi rapuh, engkau bisa merangkaikan kembali serpihan serpihan hatimu. Tak akan pernah kehilangan tujuan yang engkau perjuangkan. Sebab setiap bekas luka seperti juga keringat dan airmata, adalah permata yang lahir dari segenap jerih payahmu. Ia terlalu berharga untuk kamu sia siakan. Manik manik gemerlap yang dapat engkau rangkai menjadi perhiasan unik nan cantik yang akan selamanya jadi milikmu.

Jangan pernah takut terantuk batu.
Jangan sekalinya jeri dicerca burung. Jangan merasa ngeri terempas badai. Sebab saat nanti engkau sampai ke puncak, kau akan bisa melihat dunia sebagai miniatur lanskap yang permai dan elok untuk dikenang. Karena demikianlah semestinya hidup, ia adalah keindahan yang tercipta dari kekurangan dan ketidaksempurnaan diri kita.”
Titon Rahmawan

Kusumastuti
“Aku mencintai seseorang dengan segala kekurangannya. Karena aku berharap, orang itu akan mencintaiku dengan segala kekuranganku.”
Kusumastuti, Among the Pink Poppies

“Itulah, tiap orang unik, punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tinggal bagaimana kita mengolah kekurangan agar bisa berubah menjadi kelebihan.”
Maisie Junardy, Man's Defender

Toba Beta
“Kapanpun engkau merasa lebih baik daripada orang lain, itu pertanda bahwa engkau sedang malas introspeksi kekurangan diri.”
Toba Beta, Master of Stupidity

Titon Rahmawan
“Uang datang kepada mereka yang tahu bagaimana memberi arah kepada prosesnya. Mulai dari niat, motif dan fokus pada tujuan.
Ia seperti aliran air: mengalir dari sumber mata air yang jernih mencari tempat berlabuh, menjauh dari yang keruh.

Bila hatimu penuh syukur,
uang akan mendekat dengan cara-cara yang tak terduga.
Namun bila hatimu penuh keluh kesah, uang pun takut menetap —
ia bisa saja datang sebentar, lalu pergi tanpa pamit.

Kalau ingin menangkap ayam, jangan kejar ayamnya. Ia akan lari menjauh. Demikian pula; jangan kau kejar uang; karena ia akan terbang menjauh. Melainkan kejarlah pemahaman tentang bagaimana menciptakan nilai.

Sebab nilai adalah bahasa yang dimengerti oleh semesta,
dan mereka yang mendoakannya dengan penuh kesungguhan, mengupayakannya dengan ketekunan dan menuturkannya dengan tulus, takkan pernah kekurangan rezeki.”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Banyak orang ingin mengubah hidupnya,
tapi sedikit yang mau mengubah dirinya.
Mereka lupa bahwa hidup hanyalah cermin,
dan cermin tak pernah berdusta.

Jika wajahmu tampak kusam di pantulan cermin,
bukan kaca yang harus dibersihkan — melainkan wajahmu sendiri.

Demikianlah pula kekayaan:
ia bukan hadiah dari luar,
melainkan refleksi dari dalam.
Siapa yang menata batinnya dengan rapi, bersih, memberi kenyamanan
akan melihat dunia tersenyum kembali padanya.”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Jangan mencari cara menjadi kaya,
temukanlah dulu kesadaran untuk melayakkan dirimu, bahwa kekayaan itu memang pantas untuk kamu miliki.
Karena orang yang tidak siap,
akan kehilangan bahkan setiap kali diberi. Karena dalam setiap anugerah Tuhan itu ada makna dan amanah yang Ia titipkan.”

“Kesadaran, anakku,
adalah pintu pertama menuju kelimpahan.
Bukalah pintu itu, dan kau akan menemukan bahwa
segala yang kau cari di luar
sebenarnya telah lama menunggu di dalam dirimu sendiri.”
Titon Rahmawan