,

Khaled Hosseini Quotes

Quotes tagged as "khaled-hosseini" Showing 1-30 of 129
Khaled Hosseini
“They say, Find a purpose in your life and live it. But, sometimes, it is only after you have lived that you recognize your life had a purpose, and likely one you never had in mind.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Hassan returned the smile. Except his didn’t look forced. And that’s the thing about people who mean everything they say. They think everyone else does too”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“It hurts to say that,” he said, shrugging. “But better to get hurt by the truth than comforted with a lie.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“I wanted that, to move on, to forget, to start with a clean slate. I wanted to be able to breathe again.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“And yet, she sees, people find a way to survive, to go on.”
Khaled Hosseini, A Thousand Splendid Suns

Khaled Hosseini
“I lay on the side of the dirt road next to a rocky trench, looked up to the gray morning sky, thankful for air, thankful for light, thankful to be alive.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“They only make you so happy when they are about to take something from you”
Khaled Hosseini

Khaled Hosseini
“Jika kau sudah hidup selama aku, kau akan mengerti bahwa kekejaman dan kemuliaan hanyalah nuansa yang berbeda dari warna yang sama.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Dan jika kau miskin, penderitaan menjadi mata uangmu.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“He knew I betrayed him and yet he was rescuing me once again, maybe for the last time.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“Zendagi migzara. Life goes on.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“That was the thing about kite flying : your mind drifted with the kite”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“Itukan hanya mimpi Amir agha. Dalam mimpi kita bisa melakukan apa saja - Hassan”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“Mereka bernasib naas, memiliki ayah yang lemah. Seorang pengecut yang lebih memilih melihat mereka semua mati daripada menyiksa nuraninya sendiri.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Kulihat peri kecil muram
Di keteduhan pohon kertas.
Kumengenal peri kecil muram
Yang tertiup angin suatu malam.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“I watch because of that look of acceptance in the animal’s eyes. Absurdly, I imagine the animal understands. I imagined the animal sees that its imminent demise is for a higher purpose.”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“Ahesta boro, Mah-e-man, ahesta boro.”
Khaled Hosseini

Khaled Hosseini
“Kau tak tahu apa-apa soal keberanian. Untuk menjadi berani, harus ada yang dipertaruhkan. Aku datang tanpa mempertaruhkan apa pun.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Katamu kau tak punya keberanian. tapi aku melihatnya di dalam dirimu. Perbuatanmu, beban yang kau tanggung di bahumu, membutuhkan keberanian. Untuk itu, aku menghormatimu.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Aku akan membawanya pulang, pikir Baba Ayub ketika itu juga. Inilah yang paling diinginkannya, bersama setiap tarikan napasnya. Bukankah ini telah dibayangkannya dalam seribu mimpinya? Memeluk si kecil Qais lagi, mengecup pipinya dan merasakan kelembutan tangan kecil bocah itu dalam genggamannya? Tetapi .... jika Baba Ayub membawanya pulang, kehidupan macam apakah yang menanti Qais di Maidan Sabz? Sebaik-baiknya adalah kehidupan keras kaum petani, seperti yang dijalaninya, tidak lebih. Itu pun jika Qais tidak meninggal akibat kekeringan seperti begitu banyak bocah lainnya di desa. Kalau begitu, bisakah kau memaafkan dirimu sendiri, Baba Ayub membatin, mengetahui bahwa, demi kepentinganmu sendiri, kau telah merenggutnya dari kehidupan sarat kemewahan dan kesempatan? Sebaliknya, jika meninggalkan Qais di sini, bagaimana dia bisa menahan perasaannya, mengetahui bahwa bocah itu masih hidup, mengetahui di maa dia berada, tetapi dilarang menjumpainya? Bagaimana dia akan tahan?”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Ada sebongkah batu di pinggir ladangnya, dan dia duduk di permukaannya yang datar. Dia kerap duduk di sana selama satu jam lebih, menatap bintang-bintang, juga awan yang berarak melintasi bulan. Dia merenungi kehidupan panjangnya dan bersyukur atas kelimpahan dan rahmat yang diterimanya. Sungguh picik jika dia menginginkan lebih banyak, berharap lebih banyak.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Tetapi gelombang itu berlalu, seperti segala sesuatu. Berlalu.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Abollah?"

"Ya."

"Kalau aku sudah besar nanti, akankah aku tinggal bersamamu?"

Abdullah menatap mentari jingga yang tengah tenggelam di cakrawala. "Kalau kau mau. Tapi kau pasti tak mau."

"Aku pasti mau!"

"Kau pasti ingin punya rumah sendiri."

"Tapi kita bisa bertetangga."

"Mungkin."

"Kau tak akan tinggal jauh dariku."

"Bagaimana kalau kau jemu denganku?"

Pari menyikut Abdullah. "Tidak akan!"

Abdullah meringis. "Baiklah, ya sudah."

"Kau akan selalu ada didekatku."

"Ya."

"Sampai kita tua."

"Tua bangka."

"Untuk selamanya."

"Ya, untuk selamanya."

Dari bagian depan gerobak, Pari menoleh. "Kau berjanji, ABdollah?"

"Selama-lamanya.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“E, no final das contas, a pergunta que acabava sempre se impondo era: como é que eu, entre todas as pessoas, poderia punir alguém pelo seu passado?”
Khaled Hosseini, The Kite Runner

Khaled Hosseini
“Sad znam da neki ljudi proživljavaju nesreću onako kao što drugi proživljavaju ljubav: samotno, žestoko i bez zaleđa.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Kažu pronađi svrhu u životu i ostvari je. Ali katkad, tek nakon što ga proživiš, uvidiš da je život imao svrhu, lako moguće onu o kojoj nisi nikad ni razmišljao.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“Ljepota je krupan, nezaslužen dar koji se dijeli nasumce, glupavo.

Tako sam odabrao svoju specijalnost da popravljam izgled ljudi kao što je Talija, da svakim zamahom svojega skalpela ispravim neku arbitrarnu nepravdu, da se neznatno usprotivim svjetskom poretku koji sam držao sramotnim, a u kojem ugriz psa može djevojčici oteti budućnost, pretvorivši je u otpadnicu, predmet rugla.

Barem sam tako to sebi tumačio. Valjda je bilo i drugih razloga zašto sam odabrao plastičnu kirurgiju, Novac, na primjer, ugled, društveni položaj. Bilo bi previše jednostavno reći da sam se na to odlučio samo zbog Talije - ma koliko to tumačenje bilo romantično - ipak je malo previše uredno i uravnoteženo. Ako sam u Kabulu išta naučio, onda sam shvatio da je ljudsko ponašanje neuredno i nepredvidiovo i da se ne zamara prikladnim simetrijama. Ali nalazim utjehu u tome, u postojanju uzorka, u tome kako pripovijest mojega života poprima oblik, poput fotografije u tamnoj komori, i postaje priča koja polako izlazi na vidjelo i potvrđuje ono dobro koje sam uvijek htio vidjeti u sebi. Tom se pričom hranim.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“(...) - trebala sam biti pažljivija. Nitko zbog toga ne zažali. Nikad si u starosti nećeš reći: Eh, da barem nisam bila tako pažljiva prema toj osobi. Nikad to ne pomisliš.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Khaled Hosseini
“La corda che ti salva dall'inondazione può diventare un cappio attorno al collo.”
Khaled Hosseini, And the Mountains Echoed

Abhishek     Mishra
“In the dust of war, what remains is not the ruins, but the names we whispered and the promises we broke.”
Abhishek Mishra, The Name Beneath the Dust: The Complete Novella: "The Strongest Stories Don’t Shout. They Whisper Beneath the Dust."

« previous 1 3 4 5