Sastra Indonesia Quotes

Quotes tagged as "sastra-indonesia" Showing 1-7 of 7
Sapta Arif N.W.
“Jika Dewi Shinta lebih dulu bertemu Rahwana, akankah dia tetap mencintai Rama, ketika mereka dipertemukan? Mungkinkah jika ia malah mencintai Rahwana? Bukankah
Shinta sosok yang ditakdirkan untuk setia?”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi

Rizal Iwan
“Dia tak bisa terjun ke dalam api untuk membuktikan kesuciannya, karena dia tau api itu akan membakarnya.
Sang bidadari terduduk, terkulai lemas. Darahnya sudah terisap habis sempurna sekarang.
Tetes terakhir yang masih membuatnya percaya akan cinta sudah menguap tandas,
dan sayapnya yang sempat mulai tumbuh kini kembali meranggas.”
Rizal Iwan

Goenawan Mohamad
“Dalam puisi itu ada terima kasih yang tak selamanya dikatakan. Mungkin kepada Hidup. Mungkin kepada Tuhan.”
Goenawan Mohamad, Kata dan Pengalaman

“Memang dalam pertumbuhan kematangan para pemudi lebih cepat larinya daripada cowok.... Dari kecil si lelaki belajar berpetualang, si gadis belajar bertanggung jawab dan praktis.”
YB Mangunwijaya, Modern Library of Indonesia

“Tetapi jangan bingung, imam selalu ada. Dan dalam jumlah yang pas. Soalnya hanyalah sistem pastoralnya... Tulang punggung Gereja adalah Kristus. Dan yang mengatasi keadaan ialah Roh Kudus.”
YB Mangunwijaya

Y.B. Mangunwijaya
“... bahwa daya humor suatu bangsa adalah daya ketahanan rakyat yang menjatuhkan singgasana raja-raja yang sewenang-wenang.”
Y.B. Mangunwijaya, Balada Becak atau Sebuah Riwayat Melodi Yus-Riri

Y.B. Mangunwijaya
“Kita tidak takut pada teknologi. Kita hanya takut pada manusia yang sering melampiaskan nafsu serakahnya ke dalam teknologi..... bahwa segala peradaban materiil harus kita nakhodai dengan kepemimpinan, budi luhur, dan Roh Nur Illahi.”
Y.B. Mangunwijaya, Balada Becak atau Sebuah Riwayat Melodi Yus-Riri