Aldythtryingtoread

Add friend
Sign in to Goodreads to learn more about Aldythtryingtoread.


Katabasis
Aldythtryingtoread is currently reading
by R.F. Kuang (Goodreads Author)
bookshelves: currently-reading
Rate this book
Clear rating

progress: 
 
  (page 39 of 550)
Oct 09, 2025 10:21AM

 
Rumah Kopi Singa ...
Rate this book
Clear rating

progress: 
 
  (page 99 of 206)
Jan 29, 2025 03:34AM

 
Loading...
Pramoedya Ananta Toer
“Kau dididik untuk menghormati dan mendewakan Eropa, mempercayainya tanpa syarat. Setiap kau melihat kenyataan adanya Eropa tanpa kehormatan, kau lantas jadi sentimen. Eropa tidak lebih terhormat daripada kau sendiri, Nak! Eropa lebih unggul hanya di bidang ilmu, pengetahuan dan pengendalian diri. Lebih tidak.”
Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

R.F. Kuang
“Anger was a chokehold. Anger did not empower you. It sat on your chest; it squeezed your ribs until you felt trapped, suffocated, out of options. Anger simmered, then exploded. Anger was constriction, and the consequent rage a desperate attempt to breathe.”
R.F. Kuang, Babel

Pramoedya Ananta Toer
“Berapa kati kiranya yang dipikul lelaki bercelana tanggung hitam di depan sana itu? Aku tak tahu. Ia memikul keranjang tinggi kacangtanah. Akan dijual pada siapa? Di mana? Kacang cuma sepikul itu? Aku tak tahu. Berapa harganya? Aku tak tahu. Apa cukup untuk makan barang seminggu? Aku tak tahu. Tak tahu! Tak tahu! Apa badannya cukup sehat untuk memikul? Juga tidak tahu. Apa ia terpaksa memikulnya? Makin tidak tahu. Berapa panennya dalam setiap seratus meter persegi? Gila! Pertanyaan ini mulai menganiaya pikiran. Ya, itu baru tentang seorang pemikul kacang, kau, goblok yang tinggi hati! Kalau kau tidak tahu tentang pokok sekecil itu, kau hanya melihat tubuhnya dan geraknya. Sungguh memalukan kalau kau menulis tentangnya, hei, kau pengarang kepala besar!”
Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

“These trade networks were carved in stone. Nothing was pushing this arrangement off its course; there were too many private interests, too much money at stake. They could see where it was going, but the people who had the power to do anything about it had been placed in positions where they would profit, and the people who suffered most had no power at all.”
R. F. Kuang

Pramoedya Ananta Toer
“Dulu suatu bangsa bisa hidup aman di tengah-tengah padang pasir atau hutan. Sekarang tidak. Ilmu pengetahuan modern mengusik siapa saja dari keamanan dan kedamaiannya. Juga manusia sebagai makhluk sosial dan sebagai individu tidak lagi bisa merasa aman. Dia dikejar-kejar selalu, karena ilmu pengetahuan modern memberikan inspirasi dan nafsu untuk menguasai: alam dan manusia sekaligus. Tak ada kekuatan lain yang bisa menghentikan nafsu berkuasa ini kecuali lmu pengetahuan itu sendiri yang lebih unggul, di tangan manusia yang lebih berbudi...”
Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

year in books
dhania
300 books | 19 friends

Widhya
380 books | 161 friends

n
n
175 books | 7 friends

rizka
239 books | 8 friends

daffaak...
371 books | 65 friends

Rea
Rea
352 books | 46 friends

Anas Ah
169 books | 3 friends

Zakiah ...
66 books | 3 friends

More friends…
Bumi Manusia by Pramoedya Ananta ToerRaden Mandasia si Pencuri Daging Sapi by Yusi Avianto PareanomArus Balik by Pramoedya Ananta Toer
Best Books Ever
76,430 books — 284,247 voters


Favorite Genres



Polls voted on by Aldythtryingtoread

Lists liked by Aldythtryingtoread