“Semua perang tadi adalah perang demi industri. Bangsa yang tak mengenal perdagangan pula tak mengenal industri, pastilah tak memerlukan perang. Namun bangsa yang memiliki keduanya terpaksa melakukan politik penaklukan. Peningkatan jumlah perang berbanding lurus dengan peningkatan produksi industri. Begitu salah satu dari pabrik kami tidak mampu menjual hasil produksi mereka, diperlukan sebuah perang untuk membantu memberi peluang. Karena itulah pada tahun ini kami memiliki perang batu bara, perang tembaga, dan perang kapas. Kami terpaksa melenyapkan dua per tiga bangsa Selandia Ketiga agar yang tersisa mau membeli produk payung dan produk pakaian kami.”
― Penguin Island
― Penguin Island
“Curiga adalah bentuk dari rasa takut. Rezim ini mengadu domba kita. Kita tidak bisa menjalin solidaritas karena kita tidak tahu yang mana yang harus kita percaya dan yang mana yang mungkin jadi informan.”
― I Must Betray You
― I Must Betray You
“Mereka merampas kekuatan kita dengan membuat kita percaya bahwa kita tidak punya kekuatan apa-apa. Mereka mengontrol kita lewat rasa takut kita sendiri.”
― I Must Betray You
― I Must Betray You
“Suatu malam ia bermimpi didatangi oleh suami dan anaknya. Kepadanya mereka menceritakan tentang bagaimana orang di surga hidup saling mencintai. Tak ada negara dan tentara. Tak ada Gereja dan pemimpin agama. Tak ada yang bertengkar dan memperebutkan sesuatu, bahkan nama baik sekalipun.”
― Orang-Orang Oetimu
― Orang-Orang Oetimu
“Di sebuah negara yang tidak mengakui kebebasan berbicara, setiap candaan akan terasa seperti tindakan perlawanan, meskipun remeh.”
― I Must Betray You
― I Must Betray You
Goodreads Indonesia
— 27608 members
— last activity 9 hours, 4 min ago
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more
Nitaf’s 2025 Year in Books
Take a look at Nitaf’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Nitaf
Lists liked by Nitaf











































