Putri Salsabila
https://www.goodreads.com/pramtimes
“Lelaki muda itu tersenyum-senyum, masih berdiri saja di ambang pintu, sesekali matanya kembali meliriki pajangan di balik jendela. “Ah, ada surga, kan? Kalau tidak ada surga, rasanya mengecewakan sekali, sudah hidup lama-lama dan melelahkan seperti ini dan tidak dapat pembalasan apa-apa.”
“Siapa yang tahu? Rasanya capek sekali juga, kan, kalau habis mati, kau masih harus hidup lagi? Mau di mana juga;
surga kek, neraka kek; hidup ya hidup saja. Terus kalau kau sudah bosan hidup di sana, kau bisa apa? Tidak bisa mati, kau kan sudah mati. Nah, terus, orang-orang yang di neraka itu; bagaimana mereka? Di neraka terus saja, selamanya?
Mampuslah sudah. Hmmm, sepertinya lebih asyik kalau bisa mati dan sudah, mati saja. Tapi, jangan bilang-bilang orang lain. Kalau kedengaran aku bilang begini, aku akan digantung di menara jam dan dituduh tidak bertuhan.
Yah, begitulah orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Saya rasa, mereka rasa, berpikir itu kerjaannya setan! Padahal kita kan disuruh sering-sering berpikir, benar tidak?”
― Semua Ikan di Langit
“Siapa yang tahu? Rasanya capek sekali juga, kan, kalau habis mati, kau masih harus hidup lagi? Mau di mana juga;
surga kek, neraka kek; hidup ya hidup saja. Terus kalau kau sudah bosan hidup di sana, kau bisa apa? Tidak bisa mati, kau kan sudah mati. Nah, terus, orang-orang yang di neraka itu; bagaimana mereka? Di neraka terus saja, selamanya?
Mampuslah sudah. Hmmm, sepertinya lebih asyik kalau bisa mati dan sudah, mati saja. Tapi, jangan bilang-bilang orang lain. Kalau kedengaran aku bilang begini, aku akan digantung di menara jam dan dituduh tidak bertuhan.
Yah, begitulah orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Saya rasa, mereka rasa, berpikir itu kerjaannya setan! Padahal kita kan disuruh sering-sering berpikir, benar tidak?”
― Semua Ikan di Langit
“Tumbuh dewasa rasanya seperti itu. Waktu masih kecil, semua orang perhatian. Tapi, begitu dewasa, sedikit demi sedikit, kamu hilang dari pandangan.”
― Jakarta Sebelum Pagi
― Jakarta Sebelum Pagi
“Tumbuh dewasa rasanya seperti itu. Waktu masih kecil, semua orang perhatian. Tapi, begitu dewasa, sedikit demi sedikit, kamu hilang dari pandangan. Makannya, orang dewasa pakai make-up, berdandan rapi, pakai baju bagus ... Karena kalau ngga, ngga akan ada yang melihat mereka. Penampilan, bagi orang dewasa, itu seperti baju untuk manusia transparan —membuat orang sadar kalau mereka ada. Karena biasanya, di dunia orang dewasa, orang-orang ngga punya cukup perhatian untuk menunggu kamu bicara dan bilang kalau kamu ada.”
― Jakarta Sebelum Pagi
― Jakarta Sebelum Pagi
“You're damaged too. But that's what makes you special. Some things are better damaged.”
― Jakarta Sebelum Pagi
― Jakarta Sebelum Pagi
“Lain kali, jangan terlalu takut sama orang. Just remember, prinsip kehidupan itu sama seperti ketika berpapasan dengan ular: yang satu sama takutnya dengan yang lain.”
― Jakarta Sebelum Pagi
― Jakarta Sebelum Pagi
Putri Salsabila’s 2025 Year in Books
Take a look at Putri Salsabila’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Putri Salsabila
Lists liked by Putri Salsabila











































