Status Updates From Ma Yan
Ma Yan by
Status Updates Showing 1-30 of 38
Harumichi Mizuki
is on page 120 of 228
Akhirnya di kelas enam Ma Yan juara kelas, yeeee. Peringkat dua. Kerja kerasnya terbayar.
— Jun 03, 2023 10:09PM
Add a comment
Harumichi Mizuki
is on page 100 of 228
Ya Allah, nahan lapar dan cuma makan nasi hambar selama dua minggu buat beli pulpen. Digambarin beneran rasanya lapar kayak gimana. Baca buku ini beneran bikin hidup sederhana yang selama ini dijalani terasa sungguh mewah.
— Jun 01, 2023 03:52AM
Add a comment
Harumichi Mizuki
is on page 30 of 228
Setelah perang, hanya sedikit penghargaan yang diterima Ma Shuyin dari negara. Keluarganya tetap miskin. Bai Juhua berjanji bahwa dia tidak akan membuat anak-anaknya merasakan hal yang sama. Karena itu Bai Juhua akan mengusahakan pendidikan bagi para anaknya meski mereka sangat kekurangan.
— May 31, 2023 12:27AM
Add a comment
Harumichi Mizuki
is on page 30 of 228
Lebih kejamnya lagi, majikannya menyogok ketua pasukan dengan sebotol anggur untuk membunuh Ma Shuyin agar dia dianggap pahlawan dan dengan begitu dirinya tak perlu menyerahkan anak laki-lakinya lagi untuk berperang. Anggur itu diterima, tapi permintaannya tidak dikabulkan. Malah si mertua itu yang terus disuruh perang.
Di tengah perang, Ma Shuyin membelot ke pasukan komunis. Setelahnya dia ikut Perang Korea.
— May 31, 2023 12:26AM
Add a comment
Di tengah perang, Ma Shuyin membelot ke pasukan komunis. Setelahnya dia ikut Perang Korea.
Harumichi Mizuki
is on page 30 of 228
Mertua Bai Juhua, Ma Shuyin saat berusia empat tahun dijual orangtuanya kepada orang kaya dengan bayaran dua kilo beras dan segenggam benih. Ma Shuyin kemudian dijadikan budak di keluarga itu. Di usia 20 tahun, rezim Partai Kuomintang mewajibkan tiap keluarga untuk menyerahkan satu anak lelakinya untuk diikutkan dalam peperangan melawan pasukan pemberontak komunis yang dipimpin Mao Zhedong. Ma Shuyin dikorbankan.
— May 31, 2023 12:24AM
Add a comment
Harumichi Mizuki
is on page 25 of 228
Wanita Penggalan Surga.
Bai Juhua, gadis dari desa Zhangjiashu, di usianya yang keenam belas dipaksa menerima perjodohan dengan Ma Dongji, seorang laki-laki dari desa sebelah yang baru diterima sebagai prajurit oleh Partai Komunis. Dia tak bisa menolak, karena jika menolak, dia harus mencari sendiri jodohnya dan itu aib. Tapi ternyata suaminya baik padanya. Mereka punya tiga anak. Ma Yan, Ma Yichao, dan Ma Yiting.
— May 31, 2023 12:13AM
Add a comment
Bai Juhua, gadis dari desa Zhangjiashu, di usianya yang keenam belas dipaksa menerima perjodohan dengan Ma Dongji, seorang laki-laki dari desa sebelah yang baru diterima sebagai prajurit oleh Partai Komunis. Dia tak bisa menolak, karena jika menolak, dia harus mencari sendiri jodohnya dan itu aib. Tapi ternyata suaminya baik padanya. Mereka punya tiga anak. Ma Yan, Ma Yichao, dan Ma Yiting.
Harumichi Mizuki
is on page 15 of 228
Dalam perjalanan menuju kota Yinchuan, Pierre dan teman-temannya singgah ke desa muslim terpencil Zhangjiashu. Saat meninggalkan desa itu tiba-tiba seorang wanita muslim meminta mereka datang ke rumahnya dan menitipkan buku tulis dengan tulisan Cina dan surat bersampul yang tak mereka mengerti.
— May 31, 2023 12:04AM
Add a comment
Rizki Utami
is on page 10 of 228
Walaupun demikian, kehausan anak-anak terhadap pendidikan tidak akan menyurut, apalagi berhenti. Rasa dahaga tidak selalu memunculkan putus asa, tetapi pada beberapa anak justru memicu munculnya ketangguhan untuk menuntaskan dahaga itu. Dan, terlahirlah anak-anak yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan, yang selayaknya merupakan hak dasar mereka - tetapi tak terberikan secara cuma-cuma oleh negara.
— Sep 04, 2016 09:00PM
Add a comment
Pustaka Shaumi
is on page 122 of 214
aku harus menahan lapar selama lima belas hari hanya untuk membeli sebatang pena -mayan-
— Jan 14, 2013 01:03AM
Add a comment
Norziati
is on page 45 of 214
Saya membayangkan Ma Yan mengikat perut semata-mata mahu membeli sebatang pen sambil menjeling berbatang-batang pen milik peribadi yang tergeletak di atas meja
— Jul 03, 2012 10:50PM
Add a comment
Nike Andaru
is on page 80 of 214
menyentuh sih tapi kurang gimanaa gitu
— Jan 05, 2011 02:44AM
Add a comment
Nor
is on page 116 of 181
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertangguh - page 116.
— Sep 27, 2010 01:09AM
Add a comment
Welma La'anda
is on page 86 of 181
Buku ini betul2 membuat saya sedih
— Sep 01, 2010 05:50AM
Add a comment












