Hani Rosidaini’s Reviews > What It Takes: Southeast Asia > Status Update
Hani Rosidaini
is on page 52 of 276
Gak jelas. Buku bahasa Indonesia, tabelnya full berbahasa Inggris.
— Sep 04, 2026 12:56AM
Like flag
Hani’s Previous Updates
Hani Rosidaini
is on page 263 of 276
10 halaman terakhir di bab 9 itu merangkum keseluruhan buku ini, dan jujur saja itu sudah cukup untuk mengetahui apa yang mau dibicarakan.
Jadi, buku ini seharusnya cukup 10 halaman saja.
— Sep 04, 2026 07:58PM
Jadi, buku ini seharusnya cukup 10 halaman saja.
Hani Rosidaini
is on page 250 of 276
Hampir di akhir buku. Buatku riset penulisan buku ini masih lumayan dangkal, hanya merangkum hal-hal di permukaan. Mungkin karena itu, aku merasa tidak mendapatkan insight apapun.
Kalau kamu pendengar siniar Endgame, buku ini tidak penting untuk dibaca, karena semuanya sudah dibahas di sana. Ini hanya seperti rangkuman singkatnya saja.
— Sep 04, 2026 07:51PM
Kalau kamu pendengar siniar Endgame, buku ini tidak penting untuk dibaca, karena semuanya sudah dibahas di sana. Ini hanya seperti rangkuman singkatnya saja.
Hani Rosidaini
is on page 248 of 276
Lama-lama banyak hal yang dibahas secara repetitif, tentang uang, modal, AI, guru, semua diceritakan berulang tanpa tambahan ide baru. Membosankan.
— Sep 04, 2026 07:47PM
Hani Rosidaini
is on page 243 of 276
Pola yang kita temukan sejak awal buku ini mulai konsisten: Pak Gita sering memakai istilah yang maknanya masih bisa dipertanggungjawabkan, tetapi kadang bentuk istilahnya lebih “grand” atau lebih longgar daripada istilah akademik yang paling presisi.
— Sep 04, 2026 07:41PM
Hani Rosidaini
is on page 243 of 276
Lagi2 diksi Pak Gita gak tepat. Yang tertulis di buku: filosofi sirkulasi ekonomi ganda (dual economic circulation).
Masalahnya, istilah yang lebih lazim dan lebih baku dalam pembahasan kebijakan ekonomi Tiongkok adalah “dual circulation” atau “dual circulation strategy”.
Kata “filosofi” jg terlalu besar. Dual circulation lebih tepat disebut strategi pembangunan ekonomi atau kerangka kebijakan ekonomi.
— Sep 04, 2026 07:40PM
Masalahnya, istilah yang lebih lazim dan lebih baku dalam pembahasan kebijakan ekonomi Tiongkok adalah “dual circulation” atau “dual circulation strategy”.
Kata “filosofi” jg terlalu besar. Dual circulation lebih tepat disebut strategi pembangunan ekonomi atau kerangka kebijakan ekonomi.
Hani Rosidaini
is on page 241 of 276
Jadi bukan:
hukum kuat → otomatis shackled leviathan.
Lebih tepat:
negara kuat + masyarakat sipil kuat + institusi yang mampu membatasi negara → shackled leviathan.
— Sep 04, 2026 07:33PM
hukum kuat → otomatis shackled leviathan.
Lebih tepat:
negara kuat + masyarakat sipil kuat + institusi yang mampu membatasi negara → shackled leviathan.
Hani Rosidaini
is on page 241 of 276
Pak Gita agak menyederhanakan konsep aslinya shackled leviathan: ini bukan sekadar “ada supremasi hukum.” Dlm Acemoglu–Robinson, konsepnya lebih dinamis. Negara dan masyarakat terus saling mengimbangi. Negara meningkatkan kapasitasnya, masyarakat jg meningkatkan kemampuan untuk mengawasi negara. Mrk menyebut proses ini seperti Red Queen effect—keduanya harus trs “berlari” agar keseimbangannya ttp terjaga.
— Sep 04, 2026 07:32PM
Hani Rosidaini
is on page 241 of 276
Shackled leviathan = negara yang cukup kuat untuk menegakkan hukum dan menyediakan layanan publik, tetapi kekuasaannya juga cukup dibatasi oleh masyarakat dan institusi agar tidak berubah menjadi tirani.
Ini sebenarnya konsep keseimbangan antara negara yang kuat dan masyarakat yang kuat. Kalau negara sangat kuat, masyarakat lemah, disebut despotic leviathan.
— Sep 04, 2026 07:31PM
Ini sebenarnya konsep keseimbangan antara negara yang kuat dan masyarakat yang kuat. Kalau negara sangat kuat, masyarakat lemah, disebut despotic leviathan.
Hani Rosidaini
is on page 240 of 276
Dutch disease = ketika booming sumber daya alam membuat mata uang dan ekonomi “terlalu tertarik” ke satu sektor, lalu sektor-sektor lain justru melemah.
Disebut “Dutch” disease karena istilah ini populer setelah pengalaman Belanda pasca penemuan cadangan gas alam besar di Groningen pada abad ke-20. Jadi ini bukan “penyakit Belanda” dalam arti medis, melainkan istilah ekonomi.
— Sep 04, 2026 07:28PM
Disebut “Dutch” disease karena istilah ini populer setelah pengalaman Belanda pasca penemuan cadangan gas alam besar di Groningen pada abad ke-20. Jadi ini bukan “penyakit Belanda” dalam arti medis, melainkan istilah ekonomi.
Hani Rosidaini
is on page 187 of 276
Fondasi yg dpt dibangun utk mewujudkan internet yg lbh sehat (menurut Pak Gita):
1. menyediakan alternatif edukasi terhadap arus konten yg memecah belah dan antiintelektual
2. Investasi di kualitas guru (terutama tingkat dasar)
3. Peninjauan & revisi kebijakan utk menekan laju disinformasi oleh perusahaan medsos
— Sep 04, 2026 10:16AM
1. menyediakan alternatif edukasi terhadap arus konten yg memecah belah dan antiintelektual
2. Investasi di kualitas guru (terutama tingkat dasar)
3. Peninjauan & revisi kebijakan utk menekan laju disinformasi oleh perusahaan medsos

