Rafli’s Reviews > Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional > Status Update

Rafli
Rafli is on page 23 of 254
Penulis hendak meneliti bagaimana relasi kuasa, dalam hal ini ideologi kecantikan kulit putih, dilanggengkan dengan memanfaatkan rasa, afek, dan emosi.

Peneliti memilih kecantikan sebagai lensa kritik karena:
1. perempuan dari bangsa mana pun selalu menggilai kulit putih,
2. kecantikan atau lookism lebih berbahaya ketimbang rasisme dan seksisme, serta
3. kecantikan selalu dipandang sebagai kapital.
Apr 19, 2024 10:07PM
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional

flag

Rafli’s Previous Updates

Rafli
Rafli is on page 197 of 254
Jun 26, 2024 08:27AM
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional


Rafli
Rafli is on page 177 of 254
Jun 17, 2024 05:41PM
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional


Rafli
Rafli is on page 23 of 254
Bahasanya sangat sangat akademis 😅

di bagian paling awal ditegaskan bahwa kulit putih didambakan tidak hanya oleh orang-orang Asia & Afrika, tetapi juga Eropa dan bangsa kulit putih lainnya, dari masa ke masa.

Indonesia jadi subjek analisis yang bagus karena dalam sejarahnya negara ini sudah bersinggungan dengan banyak negara: India, Cina, & Arab selama prakolonial; hingga Amerika di era pascakolonial.
Apr 19, 2024 09:57PM
Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional


No comments have been added yet.