Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Nh. Dini.
Showing 1-19 of 19
“Dalam mengarang saya tidak pernah tergesa-gesa. Saya anggap pekerjaan mengarang adalah tugas yang santai, yang harus dikerjakan dengan senang hati. Kalau saya menulisnya dengan terburu-buru, berarti dengan hati yang kesal, maka dapat dipastikan bahwa si pembaca pun akan merasakannya.”
― Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang
― Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang
“Aku diajar berpuasa bukan karena agama, bukan karena keinginan naik surga. Kakek mengajarku buat menahan keinginan, untuk mengetahui sampai di mana aku dapat mengatur kekuatan.”
― Sebuah Lorong di Kotaku
― Sebuah Lorong di Kotaku
“Kesedihan tidak untuk dipampangkan kepada semua orang. Itu adalah sesuatu yang seharusnya diimpit-diindit, diselinapkan di balik lapisan penutup. Karena kesedihan adalah hal yang sangat pribadi, seperti rahasia, harus disembunyikan dari pandang orang lain.”
―
―
“Aku harap kau tidak terlalu menutup mata untuk membedakan antara napsu dan cinta yang sebenarnya.”
― Pada Sebuah Kapal
― Pada Sebuah Kapal
“Lansih membelanjakan sebagian besar dari uangnya ke toko buku. Dia tidak meluangkan waktu sedikit pun tanpa memegang buku di pangkuannya.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Untuk mati, orang tidak memerlukan kepandaian maupun bakat yang istimewa. Siapa pun dapat mati sewaktu-waktu, dengan cara yang dikehendaki atau dipilihnya. Sebaliknya, untuk hidup, orang membutuhkan keberanian, kecakapan yang kadang-kadang luar biasa. Setiap hari banyak orang yang mati, dengan mudah tanpa usaha atau daya upaya. Tetapi setiap hari berjuta-juta orang berjuang dengan susah payah untuk hidup.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Aku menjadi pendiam dan dingin karena tidak banyak diberi kesempatan buat mengatakan isi hati.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Aku tidak pernah dididik buat menjadi seorang gadis yang bisa bersolek, yang dapat memikat pandang. Seperti tanaman yang tumbuh di dalam rumah, aku terlalu biasa dengan pemberian air dan sinar secukupnya.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Masa lampau hanya baik buat diingat sekali-sekali jika itu merupakan sesuatu yang menyenangkan.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Hidupku kuanggap sebagai barang cair yang mengalir tanpa istirahat, namun tidak berubah, seperti laut. Demikian luas. Aku juga harus berhati dan berpikiran luas. Puas akan apa yang telah kuterima.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Untuk mengenal benar-benar seseorang, harus hidup bersama satu atau dua bulan.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Amat menyakitkan hati kalau kita mengadukan kesusahan yang kita rasakan kepada seseorang yang kita kira akan memperhatikan kita, akan menghibur atau meringankan beban kita, tetapi seseorang yang kita harapkan itu mengeluarkan keluhan yang sama. Seolah dia menolak kita, seolah dia hendak menunjukkan bahwa dia lebih sengsara daripada kita.”
― Pada Sebuah Kapal
― Pada Sebuah Kapal
“Walaupun bukan penganut agama Katolik, kusertai anakku membakar lilin di depan patung Bunda Maria dan Santo Petrus. Dalam hati kumohon Tuhan memberikan semua yang terbaik bagi anak bungsuku. Sebenarnya aku tidak memerlukan patung atau lilin guna menyertai doaku. Setiap saat setiap waktu, begitu teringat kepada kebesaran Tuhanm aku langsung menyebut namaNya sambil mengatakan doa maupun permohonan. "Tuhan itu pemilik semesta alam!" kata ibuku. "Dia mengerti semua bahasa di dunia. Tanpa kauucapkan pun, Dia mengetahui isi batinmu.”
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
“Barangkali kami wanita juga memiliki cara untuk mengirim isyarat, sesuai dengan dasar kemestian dan adat yang ditentukan oleh "masyarakat" lelaki.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Di Tanah Air, mengalami Pemerintahan satu berganti ke Pemerintahan lain, namun dengan sistem yang sama dan mengecewakan memang membikin hati ini gemes atau penasaran. Aku bahkan sering berang terhadap pihak pelaksana aturan-aturan negara. Lebih-lebih kepada pihak penguasa yang menggunakan wewenang mereka untuk menggerogoti kekayaan negara. Keserakahan membuat korupsi menjadi hal yang 'biasa'.”
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
“Manusia barangkali akan lebih bisa memikirkan kepentingan bersama, menolak bahaya kelaparan, bencana alam, mengatur kedamaian, menyelamatkan binatang atau tumbuh-tumbuhan yang punah karena kurang pengertian, kurang memelihara kebersihan udara dan alam tempat mereka tinggal.”
―
―
“Perkawinan bukan satu-satunya tujuan dalam hidup. Masing-masing kita wajib mencari pengisian yang sesuai dan sepadan guna mengimbangi kebutuhan jiwa. Oleh karenanya cerita manusia tidak berkahir hanya pada perkawinan. Jangan kau kira orang-orang yang telah kawin tidak mempunyai persoalan lagi dalam hidupnya.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan
“Secara singkat, aku selalu memperkenalkan diri sebagai pengarang atau novelis. Tanpa tambahan "pengarang wanita" atau "pengarang sastra" maupun mengatakan bahwa aku adalah seorang "sastrawan atau sastrawati". Aku tidak berpretensi sebagai "seorang sastrawati". Orang-orang lain, termasuk para cendekiawanlah yang mengenalkan sebutan itu terhadap diriku.”
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
“...bahasa adalah sesuatu yang hidup bersama penggunanya. Dia selalu berkembang dan tumbuh. Dan yang paling penting, Pengarang adalah Pencipta. Menurut hukum di seluruh semesta, Pengarang mempunyai hak yang disebut licentia poetica: dia dapat menciptakan kata atau istilah baru.”
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang
― Dari Rue Saint Simon ke Jalan Lembang




