Kesedihan Quotes
Quotes tagged as "kesedihan"
Showing 1-20 of 20
“Kesedihan tidak untuk dipampangkan kepada semua orang. Itu adalah sesuatu yang seharusnya diimpit-diindit, diselinapkan di balik lapisan penutup. Karena kesedihan adalah hal yang sangat pribadi, seperti rahasia, harus disembunyikan dari pandang orang lain.”
―
―
“Pelukan ialah jembatan. Yang merentangi nasib, jalan dan ucapan; juga kesedihan.”
― Perempuan Dalam Hujan
― Perempuan Dalam Hujan
“Apalah artinya kesedihan, bila tak mampu merubah keadaan? Apalah artinya kehilangan, jika tak mampu menggugah kesadaran?”
― Perempuan Dalam Hujan
― Perempuan Dalam Hujan
“Pernikahan, urusan perasaan, cinta, kebencian, itu semua tidak sesederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan dan kemalangan.”
― Pergi
― Pergi
“Ada jenis kesedihan yang berbeda daripada yang selalu ia rasakan ketika menangis. Kesedihan yang membuatnya ingin tersenyum tipis karena itu membuatnya yakin bahwa segalanya akan baik-baik saja.”
― Hanami
― Hanami
“Seperti halnya rezeki, kesedihan seyogyanya juga patut untuk kita syukuri. Toh keduanya, sejujurnya, hanyalah kebaikan yang tampil dengan masing-masing gincunya.”
― Perempuan Dalam Hujan
― Perempuan Dalam Hujan
“kesedihan selalu hinggap sebelum hujan turun.
setiap kutatap langit utara dan udara berayun,
kau sudah menetap, di masa laluku yang pikun,
runtuh hatiku yang bertahun-tahun kubangun.”
― Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
setiap kutatap langit utara dan udara berayun,
kau sudah menetap, di masa laluku yang pikun,
runtuh hatiku yang bertahun-tahun kubangun.”
― Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
“Sejauh ini mimpi hanya berarti kesedihan dan ketakutan bagiku. Mimpi bukan bunga tidur. Mimpi hanya membuatku tak berdaya dan lelah.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Aku mempelajari satu hal yang umum diketahui orang-orang seusiaku, bahwa kesedihan adalah perangkap yang paling buruk di dunia ini. Rasanya seperti tinggal di dunia lain yang hanya dihuni diri kita sendiri. Tapi tentu saja kita tidak sendirian, ada orang-orang terdekat yang juga merasakan kedukaan kita. Tapi ini bukan kesedihan mereka. Ini kesedihan kita. Jutaan kali lebih berat bagi kita daripada bagi orang lain. Kadang aku merasa jika mengulurkan tangan, aku bisa benar-benar menyentuh kesedihan itu.”
― The Good Samaritan
― The Good Samaritan
“Hidup yang tenang adalah hidup yang seimbang. Dalam kesenangan ada kesedihan. Dalam kekuatan ada kelemahan. Dan semua itu harus diolah.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Kesedihan adalah hal yang ganjil sekali; kita jadi tak berdaya di hadapannya. Seperti jendela yang membuka atas kemauannya sendiri. Ruangan menjadi dingin, dan kita tak bisa berbuat apa pun kecuali gemetar kedinginan. Namun setiap kali terbuka kembali, lebarnya sedikit berkurang, makin lama makin sempit; dan pada suatu hari kita bertanya-tanya sendiri, apa yang terjadi dengan jendela itu.”
― Memoirs of a Geisha
― Memoirs of a Geisha
“Mengapa kita harus menuliskan hal-hal semacam bahagia, bila hanya kesedihan yang kerap kita derita?”
―
―
“Apa yang tak pernah berubah dari diri manusia barangkali adalah penyesalan, kita bisa saja melangkah sedemikian maju, dan melakukan segala apa yang kita mau, tapi tidak dengan penyesalan.”
―
―
“Setiap orang pasti punya masalah hidupnya masing-masing, ada yang sukar untuk dipendam sendiri, ada pula yang kian waktu telah beralih menjadi komedi.
Dan orang-orang egois, barangkali adalah mereka yang menganggap bahwa permasalahan hidup yang mereka miliki merupakan hal yang paling istimewa dibandingkan peliknya persoalan hidup yang lain.”
―
Dan orang-orang egois, barangkali adalah mereka yang menganggap bahwa permasalahan hidup yang mereka miliki merupakan hal yang paling istimewa dibandingkan peliknya persoalan hidup yang lain.”
―
“Manusia berasumsi bahwa mereka adalah makhluk sosial lantaran mereka sadar bahwa mereka ditakdirkan untuk merasakan kesepian, dan tak seorang pun dari mereka sanggup menghadapi pahitnya kenyataan itu.”
―
―
“Aku sangat mencintaimu hingga hati ini terasa sakit.
Apakah kamu datang ke sini hanya untuk melihat seberapa dalam lukaku?”
―
Apakah kamu datang ke sini hanya untuk melihat seberapa dalam lukaku?”
―
“Jarak
Bagaimana mungkin kupertaruhkan kebahagiaanku dalam namamu, Kay?
Bukankah kau cuma jeda setelah pertunjukan?
Langit yang menolak menjadi tua dan waktu yang urung menjemput pagi.
Percakapan kita terhenti entah sampai di mana.
Luka yang terus menerus kau torehkan di dada;
Tangisan penyesalan dan nasib tak berketentuan.
Apakah masih ada pengharapan di setiap renyah tawa yang kau tebarkan?
Ataukah itu hanya seringai palsu di balik sebuah senyuman?
Tentu saja kita tak pernah sungguh-sungguh saling mencintai.
Aku hanya mengagumi keberanianmu untuk tak berpura-pura ingin menjadi matahari.
Sedang tak akan kau dapati kebahagiaan yang engkau impikan dalam diriku serupa laut biru.
Kita hanya saling menatap kekosongan dari balik layar ponsel yang tak lagi mampu menyatakan perasaan.
Sambil barangkali menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya di antara kita.
Bukankah jarak sesungguhnya hanyalah sehembus nafas?
Demikian pun perasaanku padamu, yang sayangnya tak pernah kau pedulikan.
Oktober 2025”
―
Bagaimana mungkin kupertaruhkan kebahagiaanku dalam namamu, Kay?
Bukankah kau cuma jeda setelah pertunjukan?
Langit yang menolak menjadi tua dan waktu yang urung menjemput pagi.
Percakapan kita terhenti entah sampai di mana.
Luka yang terus menerus kau torehkan di dada;
Tangisan penyesalan dan nasib tak berketentuan.
Apakah masih ada pengharapan di setiap renyah tawa yang kau tebarkan?
Ataukah itu hanya seringai palsu di balik sebuah senyuman?
Tentu saja kita tak pernah sungguh-sungguh saling mencintai.
Aku hanya mengagumi keberanianmu untuk tak berpura-pura ingin menjadi matahari.
Sedang tak akan kau dapati kebahagiaan yang engkau impikan dalam diriku serupa laut biru.
Kita hanya saling menatap kekosongan dari balik layar ponsel yang tak lagi mampu menyatakan perasaan.
Sambil barangkali menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya di antara kita.
Bukankah jarak sesungguhnya hanyalah sehembus nafas?
Demikian pun perasaanku padamu, yang sayangnya tak pernah kau pedulikan.
Oktober 2025”
―
“Bagaimana aku bisa memberimu cinta
sedangkan banyak dinding yang engkau rentangkan
bahkan menggapaimu aku sudah kehabisan jiwa
Apakah ini masih dinamakan cinta,
atau hanya takdir yang tak sejalan”
―
sedangkan banyak dinding yang engkau rentangkan
bahkan menggapaimu aku sudah kehabisan jiwa
Apakah ini masih dinamakan cinta,
atau hanya takdir yang tak sejalan”
―
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80k
- Inspirational Quotes 76.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Truth Quotes 25k
- Wisdom Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 17.5k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 15.5k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Motivational Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15.5k
- Love Quotes Quotes 15.5k
- Travel Quotes 15.5k
- Writing Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Motivation Quotes 13.5k
- Time Quotes 13k
- Motivational Quotes Quotes 12.5k
