Kebahagiaan Quotes

Quotes tagged as "kebahagiaan" Showing 1-30 of 33
Seno Gumira Ajidarma
“Betapa tidak akan menguji ketabahan, jika sesuatu yang sudah seolah-olah seperti cinta masih juga tidak memberi jaminan kebahagiaan?”
Seno Gumira Ajidarma, Linguae

Goenawan Mohamad
“Memang tak enak untuk mengingat-ingat bahwa kebahagiaan sering perlu uang yang terkadang amis dan tenaga kasar yang keringatnya berbau aneh. Kebahagiaan sering perlu sejumlah tetangga, yang tak jarang lebih miskin.”
Goenawan Mohamad, CATATAN PINGGIR 3

Titon Rahmawan
“Apakah kebahagiaan? Di manakah dapat aku temukan kebahagiaan? dan sejauh pencarianku atas makna kebahagiaan itu, aku hanya dapat merumuskannya dalam tiga laku manusia: Ingat, Ikhtiar, Ikhlas.”
Titon Rahmawan, Turquoise

Dian Nafi
“Bukan untuk siapa–siapa kupikir. Mungkin aku melakukannya untuk diriku sendiri pada akhirnya. Karena aku menikmatinya, menikmati melayani dan melihat senyum kebahagiaan orang – orang di sekitarku.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Dian Nafi
“Sehingga aku kadang melupakan kebahagiaanku sendiri. Sama seperti berbelas tahun lalu saat aku mengorbankan diriku sendiri demi membuat bapak ibu kandungku senang dan ridlo.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

John Steinbeck
“Benar. Kita tak pernah lagi menjumpai kebahagiaan yang setara dengan kebahagiaan masa kanak-kanak kita." Pablo mengangguk sedih.”
John Steinbeck, Tortilla Flat

“Jika ARMY dan pendengar musik BTS mengubah pandangannya, menyembuhkan luka hatinya, menjadikannya lebih bahagia meski itu hanya 0,001% saja, itu membuat keberadaan BTS lebih berarti.”
Lea Yunkicha, BTS X ARMY In the Love Maze

Helvy Tiana Rosa
“Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa ikut menyukseskan orang lain.”
Helvy Tiana Rosa

Dian Nafi
“Mengapa setelah semua pengorbananku, aku harus menerima pengkhianatan ini?”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

“Selalu kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang memiliki banyak cahaya di dalamnya. Dengan begitu, Anda akan selalu memiliki lilin di sekitar Anda saat hari gelap.”
Suzy Kassem, Rise Up and Salute the Sun: The Writings of Suzy Kassem

“Kebahagiaan Abadi
Entah siapa dirimu...
Saat kurangkai kata-kata ini, jantungku berlarian..
Air mataku tak dapat kubendung..
Aku hanya dapat melihat bayanganmu melalui layar laptop
Hasil upacara sakralmu yang kau upload ke situs jejaring sosial
Hakikatnya ku sangat merindukan sosokmu untuk menjadi pendampingku..
Biarlah mereka menganggapku melow
Semuanya terasa sangat singkat...
Dengan mata yang berkaca-kaca ku ungkap tabir cakrawala
Semoga bahagia..
dan Aku dengan sejuta bintang
menembus atmosfer untuk mencari ..
Kebahagiaan Abadi...
Dalam Naungan Rabb..”
Hilaludin Wahid

Vinca Callista
“Kamu jangan mau ngelepasin kebahagiaan kamu cuma demi setuju-setuju aja sama apa yang orang lain bilang 'baik' buat kamu. Padahal yang baik buat mereka, belum tentu baik buat kamu.”
Vinca Callista, Kilah

“Bayangkan dunia tidak akan terlalu suram jika kamu berhasil mencintai diri sendiri. Karena kamu akan lebih mudah mencintai orang-orang di sekitarmu. Orang tidak akan mudah membenci, tidak akan mengucapkan hal yang menyakiti orang lain, dan lebih banyak melakukan hal berguna yang membuat mereka sendiri lebih bahagia.”
Lea Yunkicha, BTS X ARMY In the Love Maze

“Memberi adalah kebahagiaan..
Layaknya menanam,
suatu saat engkau akan menuainya..”
Hilaludin Wahid

Sam Haidy
“Kebahagiaan adalah semerbak tanah basah
Campuran sisa hujan dan keringat petani
Di ujung siklus musim yang resah”
Sam Haidy, K(a)redo(k) Puisi Jaman Now

“Tidak semua momen kebahagiaan perlu diumbar di social media. Bisa jadi itu akan mengundang kedengkian sahabat terbaikmu.”
Hilaludin Wahid

Fram Han
“Aku ingin pulang menuju ketenangan. Aku ingin pulang menuju rumah kebahagiaan. Ketika bersua dengan Tuhan.”
Fram Han, Jejak Memori

Dian Nafi
“ada yang fokus cari tabungan masa depan, tapi mengabaikan kebahagiaan dan kepentingan pribadi lainnya, sehingga malah depresi.”
Dian Nafi, How to Reset Your Life

“Kebahagiaan itu dekat”
1PENULiS

missef
“Bahagia itu bukan milik satu orang dalam sebuah hubungan. Apalagi jika kamu sudah berumah tangga nanti. Amam enggak mau anak Amam jadi satu-satunya orang yang merasa bahagia sendiri atau malah menderita sendiri.”
missef, Miss Rekomendasi

missef
“Mungkin selama ini hanya gue yang bahagia, sementara Ilmira tidak. Atau mungkin, Ilmira pernah merasa bahagia, tapi itu tidak cukup untuknya.”
missef, Miss Rekomendasi

“Mempunyai tubuh yang sehat, uang yang banyak, dan dikelilingi oleh orang tercinta, adalah kebahagiaan duniawi yang diinginkan semua orang”
Julita Mnrg

Sam Haidy
“Kebahagiaan itu susah bila dicari, tapi mudah bila disyukuri.”
Sam Haidy

“Mengapa kita harus menuliskan hal-hal semacam bahagia, bila hanya kesedihan yang kerap kita derita?”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Bayangan akan kondisi bahagia bukanlah kebahagiaan itu sendiri, melainkan lebih tepat dikatakan sebagai harapan yang disimpan begitu tinggi, sehingga lebih sering melenakan ketimbang diusahakan.”
Syarif Maulana, Kumpulan Kalimat Demotivasi II: Panduan Hidup Bahagia Untuk Medioker

Seno Gumira Ajidarma
“Entahlah, tapi kurasa kalau engkau menginginkan kebahagiaan, anakku, engkau harus mencarinya, tapi dalam pencarian itu mungkin kamu akan menderita. Dalam penderitaan itulah engkau akan menjadi matang, dan seorang yang matang akan mudah bahagia.”
Seno Gumira Ajidarma, Kitab Omong Kosong

“Bolehlah dibilang aku mampu menemukan sejenis kebahagiaan yang orisinil. Bukan kebahagiaan karena melakukan apa yang ingin kulakukan, melainkan yang lebih dalam, yang berasal dari kemampuan untuk memahami mengapa terjadi seperti ini.”
Claudio Orrego Vicuña, Kenang-Kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub

“Kebahagiaan baru berakhir kalau hidup juga sudah berakhir.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, San Francisco

Titon Rahmawan
“Jangan bandingkan nasibmu dengan orang lain; bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu kemarin—di situlah arti kemajuan dan kebahagian yang sesungguhnya.”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Ilusi Kebahagiaan

Kau tahu,
aku masih mencari kebahagiaan
untuk diriku sendiri
dan barangkali
untuk kita berdua, Kay.

Tidak seperti kegembiraan semu
yang pernah engkau miliki
Aku tahu,
bukan surga yang engkau cari.

Semestinya kebahagiaan
bukanlah cuma
angan-angan belaka.

Ia hanyalah hantu gentayangan
yang membayangi semua langkah kita.
Lagu muram yang masih setia
engkau dengarkan.
Lagu yang sama, yang kau putar berulang kali
Riuh rendah hujatan
Sumpah-serapah penuh umpatan.

Siapa ingin melucuti kehormatanmu?
Mereka tak pernah sungguh-sungguh mencintaimu!
Keping mata uang yang tak kurang bejatnya dari dunia ini.
Dunia yang sepenuh hati
ingin kita ingkari.

Tak hendak kucemooh ilusi kebahagiaan semacam itu.
Aku hanya tak ingin melihatmu
sedih dan menderita.
Malam mencengkeram lewat mimpi buruk yang memuakkan.
Mimpi yang tak mengijinkan diriku mencintaimu apa adanya.

Siapa pun engkau, Kay.
Apa pun anggapan orang tentang dirimu;
Sekalipun lonte...
Sekalipun sundal pinggiran jalan.
Aku cuma peduli
Apa yang engkau pikirkan
Apa yang engkau rasakan.
Engkau rembulan sungsang
Aku bulbul tak tahu diri.

Tapi demi Tuhan, Kay
Katakan padaku,
Apakah engkau mencintaiku?
Apakah kau sungguh-sungguh mencintaiku?

2024 - 2025”
Titon Rahmawan

« previous 1