Lenang Manggala

Lenang Manggala’s Followers (27)

member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
member photo
Stebby ...
776 books | 1,120 friends

Utami P...
256 books | 370 friends

Irfan R...
118 books | 137 friends

Penerbi...
154 books | 1,410 friends

Puan Rinai
4 books | 305 friends

A.W. Pr...
27 books | 111 friends

Anggita...
34 books | 159 friends

Helga T...
6 books | 224 friends

More friends…

Lenang Manggala

Goodreads Author


Born
in Ponorogo, Indonesia
Website

Genre

Member Since
June 2015


Lenang Manggala, Founder Nyalanesia. Seorang pengusaha sekaligus penulis yang telah membantu lebih dari 300.000 siswa dan guru untuk berkarya dan menerbitkan buku. Mengaplikasikan konsep-konsep sharing economy, freemium dan co-creation, startup literasi buatannya tidak hanya berhasil mendorong minat dan produktivitas masyarakat untuk berkarya, tetapi juga, berhasil meningkatkan kesejahteraan dan semangat kolaborasi ratusan ribu siswa, guru dan penggerak literasi di Indonesia.

Bersama Nyalanesia, memegang 3 Rekor MURI, berhasil memfasilitasi lebih dari 2.226 sekolah di 34 provinsi untuk mengembangkan program literasi dan telah mendistribusikan setidaknya 10.000 buku donasi. Melalui Nyalanesia, total dana pemberdayaan 2,6 miliar telah disalur
...more

Average rating: 3.95 · 62 ratings · 4 reviews · 9 distinct works
Perempuan Dalam Hujan

3.90 avg rating — 20 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Kisaeng

by
4.13 avg rating — 8 ratings — published 2014
Rate this book
Clear rating
Kasih Tak Sampai

4.14 avg rating — 7 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Negara 100 Kata

4.33 avg rating — 6 ratings — published 2016
Rate this book
Clear rating
PER[T]EMPU[R]AN

3.71 avg rating — 7 ratings — published 2016
Rate this book
Clear rating
Patung yang Berdoa

by
really liked it 4.00 avg rating — 6 ratings
Rate this book
Clear rating
Negeri Tanpa Nama

by
3.50 avg rating — 4 ratings — published 2013
Rate this book
Clear rating
Payung Hitam: Antologi Puis...

by
it was amazing 5.00 avg rating — 2 ratings
Rate this book
Clear rating
Random: Payudara Sebelum Lusa

2.50 avg rating — 2 ratings — published 2012
Rate this book
Clear rating
More books by Lenang Manggala…
Quotes by Lenang Manggala  (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)

“Aku menulis puisi: karena kesedihan tidak bisa menuliskan dirinya sendiri; karena petaka tidak bisa mengabarkan gaduhnya sendiri.”
Lenang Manggala

“Hanya ada dua pilihan untuk memenangkan kehidupan: keberanian, atau keihlasan. Jika tidak berani, ikhlaslah menerimanya. Jika tidak ikhlas, beranilah mengubahnya.”
Lenang Manggala

“Demi matahari senja yang menggantung manis manja di cakrawala, demi kebaikan dan ketulusan yang telaten diberikan semestas, dan demi ragam nama-nama Tuhan baik yang akrab maupun asing di telinga kita. Berkatilah kami semua, sebagaimana Kau memberkati Musa dengan tongkat kayu yang mampu membelah samudra. Kuatkanlah kami semua, sebagaimana Kau menguatkan Ayyub dengan kekudis yang bertahun dideritanya. Dan selamatkanlah kami semua, sebagaimana Kau menyelamatkan Nuh dengan bahtera yang dibangunnya.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

“Sesuatu yang telah terjadi, hanya akan tetap menjadi "sesuatu yang telah terjadi". Tetapi, tentang bagaimana caramu menyikapi, adalah sesuatu yang menentukan perihal siapa dan bagaimana kualiatas dirimu sebagai seorang pribadi.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

“Seharusnya, pendidikan bukan semata upaya menransfer materi pelajaran. Lebih dari itu, pendidikan adalah sebuah proses menyalakan pikiran, mematangkan kepribadian.
Kalau pendidikan justru memampatkan kreativitas, mengerdilkan keberanian berekspresi, memustahilkan impian, serta membuat anak-anak menjadi asing pada dirinya sendiri dan lingkungannya, maka, sebaiknya, pendidikan tidak perlu ada.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

“Surga, adalah masa kanak-kanak. Sisanya, adalah janji Tuhan yang bebas untuk kau percayai ataupun tidak.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

“Barangkali, memang tidak mudah. Namun bukan berarti, tidak usah.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

“Aku mencintaimu dengan segala keperempuannanmu. Aku mencintaimu, dari kilat tatapmu, deru nafasmu, sampai mambu silitmu.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

No comments have been added yet.