Satu lagi tantangan bagi penerjemah fiksi: akronim. Terjemahan sebisa mungkin menjadi akronim juga, dan kadang-kadang singkatannya pun memiliki arti. Mungkin tidak terlalu masalah jika aku hanya bertemu satu atau dua akronim yang berdiri sendiri. Seperti misalnya istilah AdviSeer yang kuterjemahkan menjadi Penasiramal. Atau ada judul bab berupa permainan kata "In FES Station" di mana FES-nya adalah Fee Every Stop, yang kuterjemahkan menjadi Stasiun Pusat (Pungutan Setiap Lewat). Tapi bagaimana jika akronim-akronim yang kutemukan itu bersambungan dan mirip satu sama lain?
Seperti ini:
POPS (Prompt, On Time, Punctual Service) menjadi Lecet: Layanan Tepat, Cepat dan Tangkas
PUPS (Patient, Understanding, Pleasant Service) menjadi Lemas: Layanan Pengertian, Menyenangkan dan Sabar
PIPS (Positive, Inspirational, Peaceful Service) menjadi Lampir: Layanan Damai, Positif dan Inspiratif
PIPS (Pleased, Inspired, Pleasantly-surprised Service) menjadi Lapuk: Layanan Asik, Penuh kejutan dan Unik
PEPS (Put-out, Exasperated, Pissed-off Service) menjadi Lakban: Layanan Kesal, Sebal dan Enggan.
Menantang kreativitas? Sangat. Melelahkan? Apalagi!
Published on May 24, 2010 21:43