,

Biografi Quotes

Quotes tagged as "biografi" Showing 1-7 of 7
Bob Dylan
“Setelah beberapa saat, kita baru tahu bahwa privasi adalah hal yang bisa kita jual, tetapi kita tidak bisa membelinya kembali.”
bob dylan, Chronicles, Volume One

“Kata kunci untuk pekerjaan jurnalistik adalah aktualitas.”
St. Sularto, Syukur Tiada Akhir: Jejak Langkah Jakob Oetama

Bob Dylan
“Sebuah lagu laksana mimpi, dan kita berusaha untuk membuatnya jadi kenyataan.”
Bob Dylan, Chronicles, Volume One

Charles R. Cross
“Yang aku tahu, aku sedang diliputi perasaan bahagia karena jatuh cinta dan aku tidak tahu musikku bakal berubah atau tidak.”
Charles R. Cross, Heavier Than Heaven: A Biography of Kurt Cobain

“Kropparna hinner knappt kallna innan vi kastar oss över historierna”
Nadim Ghazale, Min väg från flykting till hela Sveriges polis

Titon Rahmawan
“Helianthus

“The sadness will last forever.” 
― Vincent van Gogh

Sebuah ingatan tak mampu menangkap geletar sebatang kuas.
Jari-jemari gagal menangkap rona mata kepedihan
membayang kabur di atas kanvas.

Pucat tube cat menelan harga diri
ekspresi beku palet kosong.    
Seekor singa diam-diam mengeram,
mencabik daging sepotong demi sepotong.

Langit penuh bintang tertawa
menggigilkan telinga.
Tawa gila perempuan sundal
di perempatan jalan.

Telinga mengucur darah
oleh tajam sembilu
tak lagi goreskan biru
ke atas gaun malam.

Hutan terbakar.
memberang oleh kalut pikiran.
Kelopak matahari luruh
memenuhi liang lembab dan dingin.

Sernak hujan memutar masa lalu, melaknat pias rembulan.
Tapi ia belum mati, belum lagi.

Ada sisa asap
dari pistol teracung ke atas jidat mencabar benak.

Serpihan ngeri mengiris telinga terbungkus sehelai sapu tangan
berenda—
sebuah tanda mata.

Langit yang tak kunjung mati.
Langit yang melaknat diri sendiri.

Sebuah pusara, dalam keranjang    
penuh kentang.
Malam penuh bintang dan sansai
sepasang sepatu bot usang—
kamar sunyi lengang.

Tertumpah gentong anggur
dalam perkelahian tak terkendali
bersama Theo dalam café penuh pelacur.

Almanak yang menyimpan ingatan semua nama: Gachet dan Gauguin
menambal luka meliang di sekujur tubuh;
maut yang menolak mencium busuk bau napasnya.

Rembulan mabuk di sepanjang jalan
dari Borinage, Antwerpen hingga ke Paris.

Jiwa yang menolak mati,
sampai Arles memangilnya kembali

Muram wajah rumah kuning itu,
taman bunga Irish layu
pohon Cypres menari-nari.
Dan Saint Remy
menunda kepulangannya sekali lagi.

Jemari gemetar mengulang
sketsa pada cemerlang warna
bunga mataharinya
dalam sebuah pot oranye
tetap seperti dulu juga.

Lelaki malang
yang mencintai kepedihan
begitu rupa
sebagaimana ia
mencintai cahaya
lebih dari jiwanya sendiri. 

April 2014”
Titon Rahmawan

“Våld som föder våld som föder våld”
Nadim Ghazale, Min väg från flykting till hela Sveriges polis