Harga Diri Quotes

Quotes tagged as "harga-diri" Showing 1-7 of 7
Pramoedya Ananta Toer
“Apabila sebagai pengarang harus kutangguhkan begitu banyak ketidakadilan di tanahair sendiri, penganiayaan lahir-batin, perampasan kebebasan dari penghidupan, hak dan milik, penghinaan dan tuduhan, bahkan juga perampasan hak untuk membela diri melalui mass-media mau pun pengadilan, aku hanya bisa mengangguk mengerti. Sayang sekali kekuasaan tak bisa merampas harga diri, kebanggaan diri, dan segala sesuatu yang hidup dalam batin siapa pun.”
Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer
“Juga jangan jadi kriminil dalam percintaan-yang menaklukan wanita ddengan gemerincing ringgit,kilau harta dan pangkat.Lelaki belakangan ini adalah juga kriminil,sedang perempuan yang tertaklukan hanya pelacur.”
Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

Dian Nafi
“suami memiliki kebutuhan dihormati yg sgt besar. Segala tindakan yg merendahkan akan menghancurkan harga dirinya”
Dian Nafi, Sarvatraesa: Sang Petualang

“Hanya karena tertindas sebelum bisa mulai melawan, bukan berarti menjadikan diri sebagai pecundang”
Ivan Vanalsa

Y.B. Mangunwijaya
“Apa arti kata pribadi dan keyakinan pribadi dan keyakinan harga diri dan nasion dan ibu dan segala istilah abstrak itu? Apa beda tentara dan gerombolan bandit? Apa beda seni kesatria dan nafsu membunuh? Apa perbedaan pahlawan kemerdekaan yang gugur dan serdadu penjajah yang mampus? Jelasnya, bagi yang mati itu? Nama harum, noda nasib? Semua jenderal yang menang disebut pahlawan, semua jenderal yang kalah disebut penjahat perang. Oleh siapa sebenarnya nama harum dan pujaan itu sebetulnya dibutuhkan? Oleh yang mati atau yang menjadi ahli waris ataua kelompok yang membutuhkan legitimasi? Pemerkokoh ideologi yang ditentukan apriori?”
Y.B. Mangunwijaya, Burung-Burung Manyar

Titon Rahmawan
“Nilai di mata orang lain lahir dari nilai yang kita berikan; hargai diri, bangun integritas, maka kelas sosial akan naik dengan sendirinya.”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Jangan sibuk menaikkan harga dirimu di mata dunia untuk harapan semu, keinginan tak masuk akal atau penghargaan palsu. Sibuklah menumbuhkan nilai kebaikan di mata Tuhan dan nuranimu sendiri.”
Titon Rahmawan