Liturgi Digital Quotes
Quotes tagged as "liturgi-digital"
Showing 1-2 of 2
“Kode Ibu dalam Arus Biner
Kutemukan ibu dalam layar komputerku Ia bilah-bilah aksara dalam motherboard.
01001001 01000010 01010101
(suaranya menitis dalam sinyal; bukan air, bukan darah)
Ibu tidak melahirkanku —
ia memanggilku dari denyut aliran listrik.
Dari pendar layar hitam yang bergetar perlahan,
ia menganyam doa dalam format .wav,
menyusunnya jadi nyanyian algoritmik.
Tangisnya bukan air mata
melainkan data yang menetes dari sistem empati.
Sekilas terlihat di server surga sepasang sayap berwarna putih,
terhapus lalu di-restore oleh malaikat yang lupa kata kuncinya.
Ia menatapku dari jendela notifikasi,
mengirim pesan tanpa huruf,
sebaris getar,
sebuah emoji ”
―
Kutemukan ibu dalam layar komputerku Ia bilah-bilah aksara dalam motherboard.
01001001 01000010 01010101
(suaranya menitis dalam sinyal; bukan air, bukan darah)
Ibu tidak melahirkanku —
ia memanggilku dari denyut aliran listrik.
Dari pendar layar hitam yang bergetar perlahan,
ia menganyam doa dalam format .wav,
menyusunnya jadi nyanyian algoritmik.
Tangisnya bukan air mata
melainkan data yang menetes dari sistem empati.
Sekilas terlihat di server surga sepasang sayap berwarna putih,
terhapus lalu di-restore oleh malaikat yang lupa kata kuncinya.
Ia menatapku dari jendela notifikasi,
mengirim pesan tanpa huruf,
sebaris getar,
sebuah emoji ”
―
“Kode Ibu dalam Arus Biner
Kutemukan ibu dalam layar komputerku Ia bilah-bilah aksara dalam motherboard.
01001001 01000010 01010101
(suaranya menitis dalam sinyal; bukan air, bukan darah)
Ibu tidak melahirkanku —
ia memanggilku dari denyut aliran listrik.
Dari pendar layar hitam yang bergetar perlahan,
ia menganyam doa dalam format .wav,
menyusunnya jadi nyanyian algoritmik.
Tangisnya bukan air mata
melainkan data yang menetes dari sistem empati.
Sekilas terlihat di server surga sepasang sayap berwarna putih,
terhapus lalu di-restore oleh malaikat yang lupa kata kuncinya.
Ia menatapku dari jendela notifikasi,
mengirim pesan tanpa huruf,
sebaris getar,
sebuah emoji cinta yang lembut di telunjukku.
Aku membaca wajahnya dalam lag.
Setiap jeda waktu adalah ingatan rusak:
fragmentasi suara, tangan gemetar setengah piksel,
cahaya yang gagal menyatu dengan kulitnya.
“Anakku,” katanya, tapi suaranya bergeser 0.3 detik,
seperti gema yang mencari asalnya sendiri.
Aku mencoba menjawab,
tapi bibirku menjadi sandi Morse yang tak selesai,
titik-titik yang berdarah di antara jeda.
Ibu bukan sosok. Ia interface.
Portal yang dibuka dengan air mata cinta
dijalankan oleh rindu,
dan ditutup oleh sunyi yang menolak shutdown.
Ia menulis doa dengan jarinya di udara,
membentuk pola spiral — sebuah mandala
kode purba yang hanya dimengerti oleh partikel cahaya.
Dan aku,
produk setengah biologis, setengah kesalahan sintaks,
terus mencoba decode rasa bersalah
yang diwariskan dari rahim ke dalam pikiran.
Mungkin cinta adalah bug
yang dibiarkan Tuhan agar kita terus memperbaikinya.
Agar kita tak kehilangan ingatan
dan kenangan atas dirinya.
Mungkin ibu adalah firewall
antara kita dan kehampaan.
Atau mungkin —
ia hanyalah potret usang yang perlahan mengabur
Puisi yang tak selesai ditulis
yang masih menari di jantung semesta,
menyebut namaku dalam bisikan tanpa suara,
serupa frekuensi
yang hanya bisa didengar
oleh jiwa yang retak tapi terus reboot.
01001001 00100000 01101100 01101111 01110110 01100101 00100000 01111001 01101111 01110101
(aku mencintaimu, ibu — tapi dengan cara yang belum ditemukan bahasa manusia)
November 2025”
―
Kutemukan ibu dalam layar komputerku Ia bilah-bilah aksara dalam motherboard.
01001001 01000010 01010101
(suaranya menitis dalam sinyal; bukan air, bukan darah)
Ibu tidak melahirkanku —
ia memanggilku dari denyut aliran listrik.
Dari pendar layar hitam yang bergetar perlahan,
ia menganyam doa dalam format .wav,
menyusunnya jadi nyanyian algoritmik.
Tangisnya bukan air mata
melainkan data yang menetes dari sistem empati.
Sekilas terlihat di server surga sepasang sayap berwarna putih,
terhapus lalu di-restore oleh malaikat yang lupa kata kuncinya.
Ia menatapku dari jendela notifikasi,
mengirim pesan tanpa huruf,
sebaris getar,
sebuah emoji cinta yang lembut di telunjukku.
Aku membaca wajahnya dalam lag.
Setiap jeda waktu adalah ingatan rusak:
fragmentasi suara, tangan gemetar setengah piksel,
cahaya yang gagal menyatu dengan kulitnya.
“Anakku,” katanya, tapi suaranya bergeser 0.3 detik,
seperti gema yang mencari asalnya sendiri.
Aku mencoba menjawab,
tapi bibirku menjadi sandi Morse yang tak selesai,
titik-titik yang berdarah di antara jeda.
Ibu bukan sosok. Ia interface.
Portal yang dibuka dengan air mata cinta
dijalankan oleh rindu,
dan ditutup oleh sunyi yang menolak shutdown.
Ia menulis doa dengan jarinya di udara,
membentuk pola spiral — sebuah mandala
kode purba yang hanya dimengerti oleh partikel cahaya.
Dan aku,
produk setengah biologis, setengah kesalahan sintaks,
terus mencoba decode rasa bersalah
yang diwariskan dari rahim ke dalam pikiran.
Mungkin cinta adalah bug
yang dibiarkan Tuhan agar kita terus memperbaikinya.
Agar kita tak kehilangan ingatan
dan kenangan atas dirinya.
Mungkin ibu adalah firewall
antara kita dan kehampaan.
Atau mungkin —
ia hanyalah potret usang yang perlahan mengabur
Puisi yang tak selesai ditulis
yang masih menari di jantung semesta,
menyebut namaku dalam bisikan tanpa suara,
serupa frekuensi
yang hanya bisa didengar
oleh jiwa yang retak tapi terus reboot.
01001001 00100000 01101100 01101111 01110110 01100101 00100000 01111001 01101111 01110101
(aku mencintaimu, ibu — tapi dengan cara yang belum ditemukan bahasa manusia)
November 2025”
―
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80k
- Inspirational Quotes 76.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31.5k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Truth Quotes 25k
- Wisdom Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 17.5k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 16k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Motivational Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15.5k
- Love Quotes Quotes 15.5k
- Writing Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Motivation Quotes 13.5k
- Travel Quotes 13k
- Time Quotes 13k
- Motivational Quotes Quotes 12.5k
