Teologis Eksistensial Quotes
Quotes tagged as "teologis-eksistensial"
Showing 1-1 of 1
“HELIANTHUS:
DARK MANUSCRIPT
(7 Luka Vincent, yang Tak Pernah Selesai Dibaca Cahaya)
I. Asal Cahaya
Kuning adalah luka paling tua
yang menetes dari tubuh matahari
ke nadi seorang lelaki
yang tak pernah sanggup
menanggung pagi.
Setiap tetesnya
menggores helai urat syaraf
retak dan denyut seperti
lonceng gereja yang kehilangan doa.
Arles memanggilnya
dengan suara serak
dari tembok lembab
sebuah rumah kuning
yang lebih mirip mulut cacing
yang menelan sepi.
II. Anatomi Sebuah Telinga
Di tubuhnya tumbuh seekor singa
yang menggigiti dagingnya
dari dalam ke luar.
Orang-orang menyebutnya “gila”
karena mereka takut pada binatang yang selalu lapar.
Namun ia tahu:
yang mengaum itu adalah cahaya
yang tak sanggup ia jinakkan.
Cahaya yang mengelupas kulit
seperti kuku Gauguin
yang meninggalkan jejak garam
di punggung.
Maka ia memotong telinganya
sebagai tumbal—
segumpal daging kecil
yang ia bungkus rapi
dalam sapu tangan putih
dan ia persembahkan
kepada suara yang ia kejar
sejak kanak-kanak.
III. Perjamuan Orang-Orang
yang Tak Selesai
Theo hanya memandangnya
seperti memandang sumur retak
tak berair.
Gachet mengukur nadinya
seperti menakar jarak
antara iman dan putus asa.
Gauguin menutup pintu
dan membiarkan lorong panjang itu
menjerit sendiri.
Di sudut café,
sebotol anggur pecah
seperti pecahnya bintang
di langit malam yang murung.
Nama-nama kalender
tergantung di dinding
seperti kepala-kepala
yang terpenggal.
Tak satu pun
cukup tajam
untuk menebas sunyi
yang bergema di benaknya.
IV. Kanvas yang Tak Menghendaki
Jiwa Pemiliknya
Ia menatap bunga-bunga matahari itu
yang rontok satu per satu
seperti gigi para martir.
Kuning di situ bukan warna.
Kuning adalah jeritan.
Kuning adalah mimpi buruk
yang merayap ke pori-pori
dan memakan tidur malamnya
hingga tak bersisa.
Setiap helai kelopak
adalah surat yang tak pernah ia kirim
kepada Tuhan
yang ia yakini sedang bersembunyi
di balik sepotong cermin retak.
V. Ladang Gandum dengan Langit
yang Tak Mengampuni
Pistol di tangannya
lebih dingin dari Saint-Remy.
Ia menembak bukan untuk mati.
Ia menembak untuk menutup suara
yang terus berbisik
dari sisi lain cahaya.
Asap kecil itu
terhenti di udara
seperti doa
yang ragu-ragu.
Namun maut menolak.
Bahkan kematian pun
tak ingin menginap
di tubuh seorang lelaki
yang terluka oleh cahaya.
Ia berjalan pulang
sambil menyeret bayangannya
yang terbelah dua.
VI. Epilog di Bawah Cahaya
yang Makin Pucat
Pada akhirnya,
lelaki itu hanya ingin
membiarkan cahaya
menembus tubuhnya
tanpa menyisakan nama.
Kanvas yang koyak
mengapung di udara
seperti burung-burung gagak
yang terlambat pulang.
Dunia tak akan pernah mengerti
mengapa seseorang
mencintai cahaya
lebih dari jiwanya sendiri.
Di liang lembab itu,
kelopak-kelopak bunga matahari
yang ia bawa sepanjang hidup
luruh satu demi satu
seperti mantra
yang kehilangan tuhan.
Desember 2025”
―
DARK MANUSCRIPT
(7 Luka Vincent, yang Tak Pernah Selesai Dibaca Cahaya)
I. Asal Cahaya
Kuning adalah luka paling tua
yang menetes dari tubuh matahari
ke nadi seorang lelaki
yang tak pernah sanggup
menanggung pagi.
Setiap tetesnya
menggores helai urat syaraf
retak dan denyut seperti
lonceng gereja yang kehilangan doa.
Arles memanggilnya
dengan suara serak
dari tembok lembab
sebuah rumah kuning
yang lebih mirip mulut cacing
yang menelan sepi.
II. Anatomi Sebuah Telinga
Di tubuhnya tumbuh seekor singa
yang menggigiti dagingnya
dari dalam ke luar.
Orang-orang menyebutnya “gila”
karena mereka takut pada binatang yang selalu lapar.
Namun ia tahu:
yang mengaum itu adalah cahaya
yang tak sanggup ia jinakkan.
Cahaya yang mengelupas kulit
seperti kuku Gauguin
yang meninggalkan jejak garam
di punggung.
Maka ia memotong telinganya
sebagai tumbal—
segumpal daging kecil
yang ia bungkus rapi
dalam sapu tangan putih
dan ia persembahkan
kepada suara yang ia kejar
sejak kanak-kanak.
III. Perjamuan Orang-Orang
yang Tak Selesai
Theo hanya memandangnya
seperti memandang sumur retak
tak berair.
Gachet mengukur nadinya
seperti menakar jarak
antara iman dan putus asa.
Gauguin menutup pintu
dan membiarkan lorong panjang itu
menjerit sendiri.
Di sudut café,
sebotol anggur pecah
seperti pecahnya bintang
di langit malam yang murung.
Nama-nama kalender
tergantung di dinding
seperti kepala-kepala
yang terpenggal.
Tak satu pun
cukup tajam
untuk menebas sunyi
yang bergema di benaknya.
IV. Kanvas yang Tak Menghendaki
Jiwa Pemiliknya
Ia menatap bunga-bunga matahari itu
yang rontok satu per satu
seperti gigi para martir.
Kuning di situ bukan warna.
Kuning adalah jeritan.
Kuning adalah mimpi buruk
yang merayap ke pori-pori
dan memakan tidur malamnya
hingga tak bersisa.
Setiap helai kelopak
adalah surat yang tak pernah ia kirim
kepada Tuhan
yang ia yakini sedang bersembunyi
di balik sepotong cermin retak.
V. Ladang Gandum dengan Langit
yang Tak Mengampuni
Pistol di tangannya
lebih dingin dari Saint-Remy.
Ia menembak bukan untuk mati.
Ia menembak untuk menutup suara
yang terus berbisik
dari sisi lain cahaya.
Asap kecil itu
terhenti di udara
seperti doa
yang ragu-ragu.
Namun maut menolak.
Bahkan kematian pun
tak ingin menginap
di tubuh seorang lelaki
yang terluka oleh cahaya.
Ia berjalan pulang
sambil menyeret bayangannya
yang terbelah dua.
VI. Epilog di Bawah Cahaya
yang Makin Pucat
Pada akhirnya,
lelaki itu hanya ingin
membiarkan cahaya
menembus tubuhnya
tanpa menyisakan nama.
Kanvas yang koyak
mengapung di udara
seperti burung-burung gagak
yang terlambat pulang.
Dunia tak akan pernah mengerti
mengapa seseorang
mencintai cahaya
lebih dari jiwanya sendiri.
Di liang lembab itu,
kelopak-kelopak bunga matahari
yang ia bawa sepanjang hidup
luruh satu demi satu
seperti mantra
yang kehilangan tuhan.
Desember 2025”
―
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80.5k
- Inspirational Quotes 77k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31.5k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Wisdom Quotes 25k
- Truth Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21.5k
- Death Quotes 21k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 19k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 18k
- Motivational Quotes 16k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 16k
- Religion Quotes 15.5k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Writing Quotes 15k
- Love Quotes Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Motivation Quotes 14k
- Time Quotes 13k
- Science Quotes 12k
- Motivational Quotes Quotes 12k
