Status Updates From Arsitektur Yang Lain: Sebua...
Arsitektur Yang Lain: Sebuah Kritik Arsitektur by
Status Updates Showing 1-30 of 88
Bahar Agastya
is on page 75 of 245
Kemajuan teknologi menjadikan Arsitektur sebagai penakluk alam. Zaman dimana arsitektur belum masuk dan berkembang pesat, kehidupan masih sangat selaras dengan alam.
— Dec 22, 2023 01:23AM
Add a comment
Bahar Agastya
is on page 67 of 245
"Kitsch Architecture" juga lahir dari penyusunan kembali bangunan modern karya arsitek ternama yang sama seperti New York, telah dipreteli menjadi sekadar elemen-elemen detail dan konstruksi, untuk kemudian ditiru dan disusun ulang tanpa interpretasi ulang.Sebuah copy paste. Lucunya, arsitek yang melakukan imitasi terhadap karya-karya arsitektur modern, sedikit lebih "terhormat"
— Oct 22, 2023 04:24PM
Add a comment
Bahar Agastya
is on page 50 of 245
Sebelum buku ini, saya udah baca buku karya Avianti Armand lainnya, dan memang kekuatannya terletak dalam pengolahan kalimat. Untuk buku Arsitektur yang lain saya suka bagian Rumah & Rumah Tuhan.
"Mungkin kita memang perlu jangkar: momen-momen, benda-benda, orang-orang - yang bisa mengingat ingatan lepas dan mengembalikan rumah menjadi sesuatu yang intim. Yang membuat betah dan memberi makna. Mungkin cinta."
— Sep 25, 2023 08:19AM
Add a comment
"Mungkin kita memang perlu jangkar: momen-momen, benda-benda, orang-orang - yang bisa mengingat ingatan lepas dan mengembalikan rumah menjadi sesuatu yang intim. Yang membuat betah dan memberi makna. Mungkin cinta."
I Gede Matra Agastya
is finished
kita sering mendorong pemikiran anak kecil untuk mengikuti pemikiran orang dewasa yang kaku dan terkungkung. sedangkan di dalam otak mereka adalah tergambar sebuah kebebasan dan ketidakteraturan yang justru membuat mereka bahagia, dan kekakuan dari orang dewasalah yang membuat mereka tidak bahagia, (tentu itu juga yang bikin orang dewasa tidak bahagia) kita bisa lihat banyak terapi untuk orang dewasa--
— May 13, 2023 05:57AM
1 comment
I Gede Matra Agastya
is on page 185 of 245
bab berjudul 'wajah' mengingatkanku tentang rumah rumah yang katanya bergaya modern yang banyak dianut banyak developer perumahan sejak beberapa tahun belakangan ini. aku lebih suka nyebut rumah mereka bergaya 'developer modern' dari pada gaya modern itu sendiri. esensi dari modernismenya sudah ga ada
— May 09, 2023 08:45AM
Add a comment
I Gede Matra Agastya
is on page 148 of 245
"...arsitektur berkelanjutan adalah arsitektur yang pertama tama mengangkat harga diri dan martabat manusia, baru kemudian masalah energi dan teknologi. Dan dia tidak berbicara tentang teknologi tinggi." (hal. 120)
yaa, itu selalu dikaitkan dengan penggunaan teknologi maju yang lebih irit energi dan ramah lingkungan, tapi harga teknologi itu mahal dan hasilnya justru tak signifikan. gali lubang, tutup lubang
— Jan 12, 2023 03:14AM
Add a comment
yaa, itu selalu dikaitkan dengan penggunaan teknologi maju yang lebih irit energi dan ramah lingkungan, tapi harga teknologi itu mahal dan hasilnya justru tak signifikan. gali lubang, tutup lubang
I Gede Matra Agastya
is on page 101 of 245
kadang kala saat kita mencoba berinovasi, karena tanpa pertimbangan yang mendalam, kita justru hanya mengimitasi sebuah karya dengan sembrono dan menghilangkan value-nya. dan parahnya selalu ada pembenaran dengan alasan efisiensi, fenomena kitsch yang tanpa disadari sering terjadi, sungguh realita yang sangat menampar
— Jan 08, 2023 01:31AM
Add a comment
I Gede Matra Agastya
is on page 77 of 245
'Ada kah Tuhan di Rumah Tuhan?'
Pertanyaan yang sepele sebelum membaca buku ini, namun kini menjadi dilematis setelah membaca buku ini. Rumah Tuhan bukanlah bangunan dengan hiasan sebagai identitasnya, bukan bangunan dengan atap kubah, atau patung ayam/salip di puncak atapnya, atau heksagram pada dindingnya. Rumah Tuhan adalah bangunan yang menggambarkan sifat-Nya dan membuat kita merasakan kehadiran-Nya
— Jan 08, 2023 12:43AM
Add a comment
Pertanyaan yang sepele sebelum membaca buku ini, namun kini menjadi dilematis setelah membaca buku ini. Rumah Tuhan bukanlah bangunan dengan hiasan sebagai identitasnya, bukan bangunan dengan atap kubah, atau patung ayam/salip di puncak atapnya, atau heksagram pada dindingnya. Rumah Tuhan adalah bangunan yang menggambarkan sifat-Nya dan membuat kita merasakan kehadiran-Nya
trimardiars
is on page 105 of 245
Globalisasi membawa arsitek luar masuk dan banyak merebut proyek besar yang ada di dalam negeri, apakah soal ini soal kemampuan? Sedangkan ada banyak arsitek Indonesia yang berprestasi tapi namanya kurang terdengar.
— Jun 25, 2021 09:08AM
Add a comment








