novi a. puspita’s Reviews > Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai > Status Update
novi a. puspita
is on page 83 of 160
kau bukan tujuan, kau perjalanan, dan kita,
kita adalah tujuan, begitu selalu kaukatakan.
sekarang kau membelah aku jadi dua
di sini dan di sana, ada dan tiada
apakah ini karena rindu?
jika iya, kau magis:
meletakkan aku yang satu
ke dalam beda dua ruang dan waktu
sementara waktu memang bukan milik kita
kita adalah milik waktu, aku pikir begitu.
— May 13, 2025 01:02AM
kita adalah tujuan, begitu selalu kaukatakan.
sekarang kau membelah aku jadi dua
di sini dan di sana, ada dan tiada
apakah ini karena rindu?
jika iya, kau magis:
meletakkan aku yang satu
ke dalam beda dua ruang dan waktu
sementara waktu memang bukan milik kita
kita adalah milik waktu, aku pikir begitu.
Like flag
novi a. puspita’s Previous Updates
novi a. puspita
is on page 155 of 160
jalan kaki sering, dan melakukan hal-hal gila bersama
rajin-rajin bikin kopi (satu panci besar)
minta gendong
minta pijit
lakukan semua di atas sungguh-sungguh
— May 13, 2025 10:01PM
rajin-rajin bikin kopi (satu panci besar)
minta gendong
minta pijit
lakukan semua di atas sungguh-sungguh
novi a. puspita
is on page 155 of 160
Sebelas Cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai
sediakan hati yang luas, barangkali dua kali laut banda
kenyataan bahwa ciuman tak selalu manis seperti gula merah,
namun kadang kecut bagai galoba
sediakan lengan-lengan yang ringan untuk memeluk
tanpa diminta
sesekali kirim puisi di dalam celana dalam
jika tidur, jangan lupa: bersatu kita teguh, berdua kita make love
memaafkan satu jam sekali
— May 13, 2025 10:00PM
sediakan hati yang luas, barangkali dua kali laut banda
kenyataan bahwa ciuman tak selalu manis seperti gula merah,
namun kadang kecut bagai galoba
sediakan lengan-lengan yang ringan untuk memeluk
tanpa diminta
sesekali kirim puisi di dalam celana dalam
jika tidur, jangan lupa: bersatu kita teguh, berdua kita make love
memaafkan satu jam sekali
novi a. puspita
is on page 153 of 160
sebab kita, seperti kekasih,
memiliki monsternya sendiri-sendiri
dan yang kutahu mencintai itu
bertumbuh jadi lebih baik.
***
nb: puisi ini ditulis oleh sang lelaki
— May 13, 2025 09:42PM
memiliki monsternya sendiri-sendiri
dan yang kutahu mencintai itu
bertumbuh jadi lebih baik.
***
nb: puisi ini ditulis oleh sang lelaki
novi a. puspita
is on page 152 of 160
aku mau mencuci piring
dan pakaian kotor bersamamu,
berkali-kali membereskan pipa air
yang tersumbat dan bocor,
walau semua itu tak kutemukan
di dalam novel dan puisi,
karena cinta, bagiku
bukan angan dan janji, tetapi tangan dan kaki,
kerja & usaha, seperti ayahku yang petani
aku akan berusaha lebih keras,
tetapi bukan untuk menerima dirimu
apa adanya, sekalipun orang bilang
cinta sejati seharusnya begitu.
— May 13, 2025 09:41PM
dan pakaian kotor bersamamu,
berkali-kali membereskan pipa air
yang tersumbat dan bocor,
walau semua itu tak kutemukan
di dalam novel dan puisi,
karena cinta, bagiku
bukan angan dan janji, tetapi tangan dan kaki,
kerja & usaha, seperti ayahku yang petani
aku akan berusaha lebih keras,
tetapi bukan untuk menerima dirimu
apa adanya, sekalipun orang bilang
cinta sejati seharusnya begitu.
novi a. puspita
is on page 152 of 160
Mencintaimu Dari Dekat
aku mau mencintaimu dari dekat,
sekalipun aku tahu lebih mudah
mencintai seseorang dari jauh:
anak-anak kepada kembang api,
bunga-bunga kepada matahari.
aku akan berusaha membuatkan kopi
untukmu, meski aku diam-diam malu
pada diriku sendiri, karena kopi untukku
selalu dibikinkan ibu, tetapi bukankah
mencintai adalah kata lain dari
memiliki hati seorang ibu?
— May 13, 2025 09:38PM
aku mau mencintaimu dari dekat,
sekalipun aku tahu lebih mudah
mencintai seseorang dari jauh:
anak-anak kepada kembang api,
bunga-bunga kepada matahari.
aku akan berusaha membuatkan kopi
untukmu, meski aku diam-diam malu
pada diriku sendiri, karena kopi untukku
selalu dibikinkan ibu, tetapi bukankah
mencintai adalah kata lain dari
memiliki hati seorang ibu?
novi a. puspita
is on page 146 of 160
Punya Kekasih Penyair
seperti naik kapal dengan ombak besar
kau mudah oleng
— May 13, 2025 08:25PM
seperti naik kapal dengan ombak besar
kau mudah oleng
novi a. puspita
is on page 138 of 160
cinta bukan tentang kita, tetapi tentang apa yang harus
kau dan aku perbuat dengan kekuatan sebesar itu
— May 13, 2025 08:20PM
kau dan aku perbuat dengan kekuatan sebesar itu
novi a. puspita
is on page 134 of 160
semua tertahan
segalanya tidak sesegera itu
perjalanan pergi dan pulang, rindu dan juang
meja dan bangku kecil yang setia menunggu
sampai nanti aku kembali menjejak di situ
melepas sepatu, melonggarkan kancing baju,
dan menikmati matamu: halaman belakang rumah
dan pagi-pagi yang sejuk.
— May 13, 2025 08:14PM
segalanya tidak sesegera itu
perjalanan pergi dan pulang, rindu dan juang
meja dan bangku kecil yang setia menunggu
sampai nanti aku kembali menjejak di situ
melepas sepatu, melonggarkan kancing baju,
dan menikmati matamu: halaman belakang rumah
dan pagi-pagi yang sejuk.
novi a. puspita
is on page 125 of 160
gelisah bisa mengambil semua warna
dari semua mata, tapi tidak semua hati,
dan hatimu, kekasihku, adalah benteng
keyakinan yang tak mudah direbut.
doa tidak menghilangkan rasa,
tidak juga untuk mengubah warna,
ia mengajari bunga untuk mekar
di antara gelisah yang belukar.
— May 13, 2025 07:58PM
dari semua mata, tapi tidak semua hati,
dan hatimu, kekasihku, adalah benteng
keyakinan yang tak mudah direbut.
doa tidak menghilangkan rasa,
tidak juga untuk mengubah warna,
ia mengajari bunga untuk mekar
di antara gelisah yang belukar.
novi a. puspita
is on page 115 of 160
persis di depanku ada lesung pipi dan gigi-gigi yang
tersembunyi di balik senyum kecilmu. di antara kita ada
meja kayu dengan kaki-kaki besi, di atasnya: notes kecil, dan
pensil. apa lagi yang mesti kupelajari,
selain menulis puisi dan merawat senyummu supaya panjang
umur seperti pohon di depan parahyangan.
— May 13, 2025 07:49PM
tersembunyi di balik senyum kecilmu. di antara kita ada
meja kayu dengan kaki-kaki besi, di atasnya: notes kecil, dan
pensil. apa lagi yang mesti kupelajari,
selain menulis puisi dan merawat senyummu supaya panjang
umur seperti pohon di depan parahyangan.

