,
Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Ready Susanto.

Ready Susanto Ready Susanto > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-30 of 31
“tetap tak jua kumengerti
senja kecil yang sederhana
begitu damai ia jatuh di hati kita”
Ready Susanto
“tentang rindu
adalah sejenis perih
menoreh uluhati
menginterupsi mimpi-mimpi”
Ready Susanto
“Kau tahu, pohon-pohon telah jadi batu, masa lalu pun tersapu hujan-gaduh itu. Kepada siapa aku harus menabalkan janji? Selain pada kenangan—mungkin selembar catatan bersamamu. Tapi hujan-rusuh dan angin-hingar, enggan mendengar rayuan. Yang kukatakan cuma gumam. Maka, dekatkan saja hatimu”
Ready Susanto
“tentang sepi:

ketika engkau membalik
punggung, dinihari
kekasih telah pergi”
Ready Susanto
tags: sajak, sepi
“Kita, siapa atau apa? “Kita tak bernama, kakak,” katamu. Cuma sepasang debu semesta. Disatukan rindu di permulaan waktu. Ketika atom pertama meledak dan semesta pecah. Bahkan manusia tak ada, masih dalam rencana.”
Ready Susanto
“tentang janji
simpanlah sebagai janji
menanti ditepati”
Ready Susanto
“cinta mulanya: kesunyian ini
lalu ikrar yang suci
“kupasrahkan rusukku demi engkau,
kekasih”
dan Tuhan meniupkan: jadilah!
maka jadilah”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“kemarau ini alangkah terlalu
membiarkan hatinya kerontang layu
terombang-ambing di dahan waktu”
Ready Susanto
“Engkau, “Sedang apa gerangan?” Coba mengingat atau melupa, tak ada beda. Keduanya cuma sesayat luka, atau suka? Tak ada beda.”
Ready Susanto
“tentang haru
ia serupa seberkas ngilu
ketika angin menerabas sela pintu
membelai anak rambutmu”
Ready Susanto
“kenyataan indah, sahabat
seperti kenangan yang dibicarakan
di hari-hari kemudian”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“Hujan renyai jatuh kesekian kali di jalan ini. Mengapa tak kau kembangkan payungmu yang berbunga-bunga itu? Sementara kata tak ada, kita cuma akan mendengar desau angin yang pergi bersama rahasia. Ke mana? Entah. Kita hanya perlu desir gerimis untuk digulung di dalam catatan harian.”
Ready Susanto
“betapa nyeri mengatakan
yang tak ingin dikatakan
betapa sakit mengenangkan
yang tak ingin dikenangkan”
Ready Susanto
“biru
biru
hanya biru
hanya ada biru
seperti hati ibu”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
tags: ibu, sajak
“menangkap getaran hujan pertama
bumiku luluh dalam cinta
bau tanah basah
dan cerita kecil masa bocah
bermain dalam hujan
kesegaran yang tak pernah
— atau tak mungkin lagi
kini dipunyai”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“kampungku Sukasari padat penghuni
tak pernah sepi, tak pernah mati”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“suara lirih di masjid-masjid-Mu
tak semeriah hiburan dan jajanan
buka dua puluh empat jam
sehari”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“tentang cemburu
bukanlah warna ungu
seperti yang rasanya
kita kenal dulu”
Ready Susanto
“yang kunamakan sajak
hanyalah gelisah yang sederhana
kata yang bersahaja”
Ready Susanto
tags: sajak
“tetap tak dapat kumengerti
cinta mungil yang bersahaja
begitu dalam ia jatuh di jiwa kita”
Ready Susanto
“Lennon-kah yang datang selarut ini? Padahal cinta sudah ditembak mati, mungkin tadi, pagi-pagi sekali. Ono menangis: telah kusaksikan segala perih, kakak.”
Ready Susanto
“sekuntum mawar putih dalam hatiku
yang telah kusemat dekat dahimu
betapa manisnya!
ia gemetar menahan malu”
Ready Susanto
“alangkah takut aku pada rindu
ia seperti ular dalam semak hatiku
mematuk di belakang punggungmu”
Ready Susanto
“hidup adalah keindahan masa sekarang
dan harapan-harapan akan datang”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“seperti sebuah kesedihan
atau cemburu yang berlebihan”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“cuma tikungan waktu
mempertautkan yang sementara
mungkin jadi abadi
mungkin seperti wangi
dihembus sepi”
Ready Susanto
“mungkin telah kulupa kata Gibran
"air pasang bakal menghapus jejakku”
jejak kita
seperti buih yang pecah dan hilang
ketika digenggam di antara jemari”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota
“entang haru
ia serupa seberkas ngilu
ketika angin menerabas sela pintu
membelai anak rambutmu”
Ready Susanto
tags: haru, sajak
“Aku menjemputmu! Bis tingkat menderu, polusi membasahi Jakarta. Siapa mengusik pagi dengan siulan menyayat itu? “Klaus Meine, Scorpion,” katamu. Wind of Change berkumandang. Menyusuri Taman Gorky, tembok Berlin telah runtuh, katanya. Kau tahu beton itu telah rapuh sejak orang menyeberanginya demi cinta. Seperti kita.”
Ready Susanto
“doa subuhku uap putih
yang tersisa di antara
langit dan bumi”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota

« previous 1
All Quotes | Add A Quote
Ready Susanto
19 followers
Sang Pemimpin: Dari Yasir Arafat hingga George Washington Sang Pemimpin
3 ratings