Marga > Marga's Quotes

Showing 1-12 of 12
sort by

  • #1
    Wiji Thukul
    “Jika aku menulis dilarang, aku akan menulis dengan tetes darah!”
    Wiji Thukul, Aku Ingin Jadi Peluru

  • #2
    Sukarno
    “Insinyur (Sarjana) yang bekerja pada orang lain itu (masuk dalam golongan) proletar. Karena ia menjual tenaganya (kepada orang lain) dan alat alat produksi yang dia gunakan untuk bekerja bukan menjadi hak miliknya.”
    Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1

  • #3
    Sukarno
    “ Learning without thinking is useless, but thinking without learning is very dangerous! ”
    Sukarno, Dibawah Bendera Revolusi : Jilid 1

  • #4
    Seno Gumira Ajidarma
    “Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.”
    Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

  • #5
    Seno Gumira Ajidarma
    “Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.”
    Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

  • #6
    Seno Gumira Ajidarma
    “Apa boleh buat, jalan seorang penulis adalah jalan kreativitas, di mana segenap penghayatannya terhadap setiap inci gerak kehidupan, dari setiap detik dalam hidupnya, ditumpahkan dengan jujur dan total, seperti setiap orang yang berusaha setia kepada hidup itu sendiri—satu-satunya hal yang membuat kita ada.”
    Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara

  • #7
    Goenawan Mohamad
    “Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki.”
    Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

  • #8
    Pramoedya Ananta Toer
    “Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan”
    Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2

  • #9
    Pramoedya Ananta Toer
    “Barang siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang jaman, bukan kehormatan sementara. Mungkin orang itu tidak mendapatkan sesuatu sukses dalam hidupnya, mungkin dia tidak mempunyai sahabat, mungkin tak mempunyai kekuasaan barang secuwil pun. Namun umat manusia akan menghormati karena jasa-jasanya.”
    Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2

  • #10
    Pramoedya Ananta Toer
    “.... Dan semua itu berjalan dari detik ke detik, hari ke hari. Akhirnya orang jadi biasa juga dengan keadaannya. Dan mereka, yang tidak kena kerja paksa, tidur sehari-harian, atau berjalan-jalan mengedari pelataran dalam yang sempit itu, mengelamun, berangan-angan. Ya itu pun berjalan saja dan berjalan saja. Kadang-kadang orang tak sempat menginsyafi apa sesungguhnya yang telah dialami sehari-harian. Tapi dengan pasti hidupnya telah gompal sejam demi sejam. Kadang-kadang orang tidak sempat mengenangkan hari-depannya. Orang lebih suka memikirkan hal-hal yang dekat-dekat: makan, buang air, nyanyi, mengobrol tak berkeputusan, memaki-maki, atau mengaduh dengan tiada maksud. Atau-orang memikirkan sesuatu yang jauh, yang besar, yang takkan tercapai oleh tenaga dan tangan manusia-terutama sekali manusia yang dipenjarakan.
    Kemudian..
    Kemudian semua berjalan saja. Berjalan saja. Berjalan saja. Juga umur manusia berjalan mendekati akhirnya. Juga balatentara kedua belah pihak berjalan mendekati keruntuhan atau kemenangannya. Dan tak ada tangan manusia yang kuasaa membatalkan proses itu ...”
    Pramoedya Ananta Toer, Mereka Yang Dilumpuhkan

  • #11
    Tan Malaka
    “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
    Tan Malaka

  • #12
    Steve Jobs
    “Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma - which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of other's opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”
    Steve Jobs



Rss