Mater Dolorosa Quotes

Quotes tagged as "mater-dolorosa" Showing 1-1 of 1
Titon Rahmawan
“CORPUS CRUENTUM
(Detak Nadi Ibu di Bawah Kayu Salib)

Aku menahan duka dunia di telapak tanganku,
tangan yang gemetar, tetapi tetap menahan,
tangan yang berusaha memeluk apa yang tak bisa kugenggam.

Di sini, darahnya mengalir sebagai nadi yang bersatu dengan nadiku.
Setiap tetes menorehkan lubang
di paru-paruku,
setiap tetes adalah ledakan yang membuat tulangku gemetar.
membuat jantungku bergetar hingga
ke inti yang paling sunyi.

Aku mendengar keheningan yang lebih keras dari jeritan.
Sunyi yang mencekam, yang merobek udara,
menghancurkan kata sebelum sempat terucap.
Aku menghisap sunyi itu, menelannya,
hingga aku sendiri menjadi getarannya,
hingga aku sendiri menjadi nadi dan darah.

Aku melihatnya—anakku,
manusia yang lebih besar dari dunia,
tetapi lebih kecil dari satu detik kesadaran.
Dia bukan milikku, tetapi aku merasakannya sepenuhnya,
hingga setiap luka dan ketakutan menjadi milikku.
Cinta ini bukan cinta biasa.
Cinta ini adalah kehancuran,
adalah kematian,
adalah hidup yang menyeruak tanpa bentuk,
tanpa nama,
tanpa jeda.

Sesuatu yang tak bisa
aku nyatakan dalam kata-kata.

Aku menolak berpaling.
Aku menolak menutup mata.
Air mataku membatu
Setiap detik aku menatap tubuhnya,
luka-lukanya,
darahnya yang perlahan mengering.
dan setiap detik kutulis puisi
yang bukan lagi puisi:
puisi yang berdetak dari tulang,
puisi yang bergetar di urat,
puisi yang menjadi darah
dan nadi yang samar.

Ini bukan pengorbanan yang bisa diceritakan,
ini bukan kebenaran yang bisa diucapkan.
Ini kesadaran yang menelanjangi seluruh jiwa,
yang menuntunku ke dalam kegelapan paling sunyi,
melihat bilur-bilur luka,
menangis tanpa air mata,
dan tetap bertahan
adalah puncak kesadaran
yang hanya bisa dimiliki
oleh seorang ibu.

November 2025”
Titon Rahmawan