“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
― Hafalan Shalat Delisa
Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
― Hafalan Shalat Delisa
“Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad - Para Pengeja Hujan)”
― Muhammad: Para Pengeja Hujan
― Muhammad: Para Pengeja Hujan
“Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”
―
―
“I read a book one day and my whole life was changed.”
― The New Life
― The New Life
“Menulis kembali kenangan masa lalu butuh sebuah keberanian.”
― 9 Summers 10 Autumns
― 9 Summers 10 Autumns
Goodreads Indonesia
— 27383 members
— last activity Jan 24, 2026 07:02PM
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more
Islam
— 1329 members
— last activity Jul 12, 2025 01:25AM
A group for the Muslim readers as well as those who are interested in Islam. Spread the word to whoever it may concern. Don't be afraid to start new ...more
Komunitas Baca Buku
— 1362 members
— last activity Dec 08, 2021 07:31PM
Komunitas Baca Buku (disingkat KBB) adalah komunitas bagi para pecinta buku. Semua orang yang suka dan senang membaca buku, minat jadi penulis, atau s ...more
Bandung
— 865 members
— last activity Nov 29, 2016 09:25PM
Grup ini adalah grup pencinta, pembaca buku, kuliner dan jalan-jalan untuk umum, tidak terbatas pada warga kota Bandung saja atau berdarah Sunda saja. ...more
Belajar Menulis Indonesia
— 1015 members
— last activity Jul 07, 2025 09:50PM
1. Saling berbagi hal-hal mengenai penulisan dengan tips, triks, dan idea dari penulis mana pun 2. Saling berbagi pengalaman 3. Saling memberikan m ...more
Senja’s 2025 Year in Books
Take a look at Senja’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Senja
Lists liked by Senja








































