“Aku tahu kehidupan Bapak rumit. Ambisinya. Kisah cintanya. Dia bukan orang yang sempurna, hidupnya dipenuhi kekecewaan. Aku tahu, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga Mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamakku dibanding di matanya.
Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi, berapa banyak air mata yang pernah disebabkan oleh Bapak dalam kehidupannya.”
― Pergi
Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi, berapa banyak air mata yang pernah disebabkan oleh Bapak dalam kehidupannya.”
― Pergi
“... dan berbagai bagian yang tidak terjelaskan, semoga langit berbaik hati memberitahu. Kalaupun tidak, begitulah kehidupan. Ada yang kita tahu. Ada pula yang kita tidak tahu. "
Tere Liye - Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, hlm.423”
― Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Tere Liye - Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, hlm.423”
― Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
“Saat kita memutuskan memaafkan seseorang, itu bukan persoalan apakah orang itusalah, dan kita benar. Apakah orang itu memang jahat atau aniaya. Bukan! Kita memutuskan memaafkan seseorang karena kita berhak atas kedamaian di dalam hati.”
― Rindu
― Rindu
“Berhenti lari dari kenyataan hidupmu. Berhenti cemas atas penilaian orang lain, dan mulailah berbuat baik sebanyak mungkin.”
― Rindu
― Rindu
Kia’s 2025 Year in Books
Take a look at Kia’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
Polls voted on by Kia
Lists liked by Kia
























