Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following nom de plume.
Showing 1-30 of 217
“Senja tak pernah salah. Hanya kenangan yang kadang membuatnya basah. Dan pada senja, akhirnya kita mengaku kalah.”
―
―
“Terkadang bunga tak pernah mau peduli saat hujan berkata, "Jangan menyimpan rindu dengan cara seperti itu, karena kau takkan pernah tau kapan rerintikan itu tiba-tiba berubah menjadi badai.”
―
―
“Banyak orang berkata jika rindu itu pahit, aku curiga mereka menyimpan rindu di empedu bukan dihati.”
―
―
“sebut saja itu rindu, karena sepi adalah sebagian dari itu.”
―
―
“Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit berbeda, aku hanya perlu memandanginya tanpa berkata. Lalu pulang dengan perasaan lega.”
―
―
“Kadang aku menyimpan beberapa rindu dibalik awan. Tak perlu mencabik-cabik cakrawala untuk mencarinya, karena hujan akan membawanya jatuh atau turun sebagai udara yang kita hirup.”
―
―
“Terkadang aku sepakat membagi separuh rindu ini pada malam, lalu sisanya aku simpan untuk merindumu lagi esok hari.”
―
―
“Kau takkan mengerti rindu, karena terlalu banyak pagi yang kau lewatkan.”
―
―
“pandangi langitnya, tapi jangan menghitung bintangnya.
karena, kau takkan pernah sadar jika kau salah satu dari mereka.”
―
karena, kau takkan pernah sadar jika kau salah satu dari mereka.”
―
“Terkecuali malam ini, aku tak mau membagi rindu pada malam. Aku bisa membawanya sendiri, lalu menertawai pagi bersama ribuan kupu-kupu dalam perutku.”
―
―
“Akoe, sendja, dan tjinta yang tak perloe diperdebatkan.”
―
―
“yang aku percaya adalah keseimbangan, tak salah lagi aku selalu mengagumi senja. senja cukup lapang untuk menampung gelap dan cahaya juga duka dan suka secara bersamaan.
tak peduli kebaikan atau keburukanmu, suka atau duka. 1 kesalahan saja kita akan selalu mengingat kesakitan itu, tapi aku tidak. yaa mungkin benar senja menyimpan luka. tapi luka hanya sebuah pernik kecil dari rantai bahagia.
begitulah senja dalam mataku.”
―
tak peduli kebaikan atau keburukanmu, suka atau duka. 1 kesalahan saja kita akan selalu mengingat kesakitan itu, tapi aku tidak. yaa mungkin benar senja menyimpan luka. tapi luka hanya sebuah pernik kecil dari rantai bahagia.
begitulah senja dalam mataku.”
―
“Dalam acaknya rasa, banyaknya warna, ganjilnya pola. Kadang cinta terselip begitu saja yang entah muncul dibalik warna yang apa.”
―
―
“Pada akhirnya senja hanya semakin menjauh. Namun ia tak pernah sanggup melenyapkan cinta yang paling diam dari pandangan mata, apalagi hati. Lalu aku hanya menunggunya saat magrib tiba.”
―
―
“jangan selalu berfikir jika ombaklah yang bersalah saat menghantam karang, kenapa tak menyalahkan karangnya saja? tak bisakah ia berlari menghindar? kenapa ia tetap diam dan terhantam?
mungkin saja sebenarnya mereka saling mencintai, ombak selalu menghantam karang dan karang tak pernah menghindarinya. mungkin seperti itulah cara mereka saling mencintai atau sekedar melepas rasa rindu.”
―
mungkin saja sebenarnya mereka saling mencintai, ombak selalu menghantam karang dan karang tak pernah menghindarinya. mungkin seperti itulah cara mereka saling mencintai atau sekedar melepas rasa rindu.”
―
“diam adalah bahasa yang kuciptakan sendiri, tak banyak yang mengerti, tapi jika aku bicara kalian lebih tidak akan mengerti.”
―
―
“manusia itu lucu, bisa-bisanya menyalahkan kacang karena lupa kulitnya. padahal, jelas-jelas merekalah yang dengan sengaja memisah kacang dari kulitnya.”
―
―
“Mereka ada tapi entah yang mana, dibalik pelangi, emas, senja, rasa atau kotoran anjing sekalipun. Aku tak peduli nama, aku hanya ingin tau apa yang sebenarnya milikku.”
―
―
“percakapannya pun manis, hanya saja aku tak terlalu suka manis. mereka terlihat terlalu baik, setiap hari mereka tak lupa membersihkan nama baik mereka, mereka tau benar tentang pepatah "jagalah nama baik'mu". hanya saja mereka lupa membersihkan hatinya.”
―
―
“kita adalah satu dalam dua yang tak menyatu.
kita tak terpisah dalam kebersamaan yang tak pernah bersama.
kita nyata dalam mimpi yang tak terjadi.”
―
kita tak terpisah dalam kebersamaan yang tak pernah bersama.
kita nyata dalam mimpi yang tak terjadi.”
―
“Mungkin aku hanya sebuah lamunan, imajinasi kesedihan yang tak berlatar belakang. Bisik'ku pun samar, sesamar senja yang bersua dengan malam. Malam tau aku ada, tapi aku tau aku tak ada.”
―
―
“Ia memerah bukan perkara gincunya terpoles dengan naas, Ia hanya sedikit malu untuk mengatakan rindu. itu saja.”
―
―
“(Hampir) Setiap petang aku sengaja menatap senja, bukan untuk mencari arti atau mencoba mengerti. Aku hanya sekedar berusaha untuk terus percaya. (dalam hati)”
―
―
“Jika rindumu tak terucap, kau pasti tau benar bagaimana rasanya menelan sebuah renjana.”
―
―
“Apapun itu jika terkena hujan pasti basah, tapi manusia tidak mau. Kita malah menciptakan payung, jas hujan, bahkan rumah. Mungkin saja, manusia memang diciptakan untuk melawan kenyataan.”
―
―
“Tentang rasa, itu bukan seberapa bisa kita mengungkapkannya tapi seberapa mampu kita mengontrolnya.”
―
―
“Tatkala rindu berulah, malam hanyalah film bergenre sepi. Kadang tak sisakan apa-apa, kecuali puisi.”
―
―
“Kita sedekat mata kiri dan kanan, hanya saja kita tak pernah bisa saling memandang.”
―
―
“The only thing that can be hated from the beach is "time to go home".”
―
―
“Senja adalah semangkuk bubur kerinduan yang berharap menjadi nasi.”
―
―




