Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Nailal Fahmi.
Showing 1-30 of 87
“Kisah pengemis Yahudi buta itu semakin mengingatkan kita bahwa Rasulullah berbuat baik kepada siapa saja tanpa pamrih. Juga tidak pernah memaksakan Islam. Beliau mengajarkan untuk mengamalkan kebaikan kepada seluruh manusia, bukan hanya kepada orang yang seiman saja. Islam mengajarkan untuk menyebarkan kebaikan tanpa melihat latar belakang agama. Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi rahmat (kasih sayang) bagi seluruh alam semesta. Karena siapapun kita, kebaikan tidak bisa ditolak.”
― Selangkah Menuju Surga
― Selangkah Menuju Surga
“Seketika saya teringat dengan buku diary yang waktu itu hampir tiap hari saya tulis. Bagi saya, mencurahkan perasaan ke dalam buku harian sangat berguna, karena dapat membantu saya melalui masa-masa sulit, pada saat sedih, merasa tidak dicintai, merasa tidak diakui, atau saat saya merasa bodoh, sementara nggak ada seorang pun yang mau mendengarkan.
Saya bisa menuliskan marah, harapan, ketakutan, kecemburuan dan lain-lain. Buku itu juga menjadi tempat yang strategis untuk menuangkan gagasan, cerita pendek, atau puisi, juga menyimpan khayalan tentang kesuksesan, kekayaan, dan cinta. Intinya, menulis diary adalah cara saya berteriak tanpa harus membangunkan orang-orang di sekitar, juga cara untuk membangun ketabahan untuk terus maju dan berkembang.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
Saya bisa menuliskan marah, harapan, ketakutan, kecemburuan dan lain-lain. Buku itu juga menjadi tempat yang strategis untuk menuangkan gagasan, cerita pendek, atau puisi, juga menyimpan khayalan tentang kesuksesan, kekayaan, dan cinta. Intinya, menulis diary adalah cara saya berteriak tanpa harus membangunkan orang-orang di sekitar, juga cara untuk membangun ketabahan untuk terus maju dan berkembang.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Memang hukum fiqih itu didesain bisa berubah mengikuti zaman dengan dipandu kaidah-kaidah yang biasa disebut Qowaidul Fiqh. Hal ini tentu sangat penting, apalagi pengetahuan dan penemuan saat ini semakin canggih. Twitter contohnya. Media sosial yang sering dijadikan tempat perang ini punya fenomena jual-beli follower. Mereka menyamakan follower dengan barang yang bisa diuangkan. Gue ngebayangin akan ada Ahli Fiqih yang nantinya membuat hukum zakat follower. Jadi setiap lebaran tiba, pengguna Twitter yang punya satu juta follower (setara nisab 85 gram emas) dan sudah mencapai haul-nya, maka wajib menzakatkan 2,5% follower-nya untuk para mustahiq. Mustahiq itu adalah pengguna Twitter yang hanya punya follower nggak lebih dari 100, dan memasang foto dengan pakaian lusuh sambil menadahkan tangan. Mereka juga harus pakai hashtag #FF #fakirfollower.”
― Di Bawah Bendera Sarung
― Di Bawah Bendera Sarung
“Terkadang kita yang menentukan takdir kita sendiri, terkadang takdir mengendalikan kita.”
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
“Buat anak muda seusia gue, menikah adalah masalah menjaga kehormatan dan juga tentang kesiapan mental. Dan gue merasa punya mental untuk itu. Menundanya berarti merendahkan mental yang sejauh ini terbentuk. Selain itu, menikah, menurut pandangan Empat Mazhab Fiqih, menjadi wajib jika seseorang telah mampu dan senantiasa mengkhawatirkan dirinya akan terjerumus pada kemaksiatan.”
― Di Bawah Bendera Sarung
― Di Bawah Bendera Sarung
“Sekali lagi, seorang penulis nggak boleh egois, mementingkah dirinya sendiri tanpa mempertimbangkan pembaca. Dan yang lebih penting, nggak ada satu orang pun yang ingin membaca tulisan yang egois.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Kebaikan dan keburukan nggak tergantung terhadap agama, kepercayaan, bukan kepercayaan, suku, bangsa dan lain sebagainya, melainkan kesadaran masing-masing orang akan kebaikan dan keburukan itu sendiri.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Orang memang cenderung melupakan tanggungjawabnya jika diberi kebebasan”
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
“Saya ingin mengingatkan bahwa perbedaan dalam berbagai hal termasuk agama adalah rahmat, adalah sebuah anugrah, bukan malah menjadi bahan perdebatan tanpa henti. Dan yang paling utama, agama ada untuk kemaslahatan sosial, agama nggak berhenti hanya sebatas ritual dan ritus-ritus untuk individu semata tanpa punya dampak untuk lingkungan sosial.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Jangan hanya mengenal Bahasa Inggris sebagai pengetahuan saja. Bahasa Inggris bukan hanya tentang nilai di sekolah, bukan hanya tentang Tenses atau bentuk waktu yang telah anda hapal, ia adalah alat untuk berkomunikasi. Sebanyak apapun kursus Bahasa Inggris yang anda ambil, seluas apapun pengetahuan anda tentang Bahasa Inggris atau secanggih apapun tutorial program Bahasa Inggris yang anda ikuti, jika anda takut mempraktekannya maka hasilnya nihil.”
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
“Tidak ada satu orangpun yang belajar Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua yang tidak pernah melakukan kesalahan. Siapapun orangnya pasti pernah melakukan kesalahan ketika belajar. Karena orang yang tidak pernah melakukan kesalahan biasanya tidak mengahasilkan apa-apa.”
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
“Malam ini, ia ingin sekali tengadah ke langit gelap penuh bintang di dalam hutan itu. Ia ingin malam ini bulan hanya berbentuk sabit dan tak banyak lolongan hewan agar ia bisa menatap langit sendiri saja sambil menangis dan tak ada satupun orang yang menelponnya.
Ia tidak ingin menulis kesedihannya di twitter, mencaci mengamuk menggangu follower-nya di dunia maya. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil tengadah ke langit gelap penuh bintang dalam keheningan hutan malam ini.”
― Mencari Jalan Pulang
Ia tidak ingin menulis kesedihannya di twitter, mencaci mengamuk menggangu follower-nya di dunia maya. Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil tengadah ke langit gelap penuh bintang dalam keheningan hutan malam ini.”
― Mencari Jalan Pulang
“aku kembali lagi ke dalam elok puisi
mencari pelepasan atau sekedar rindu
maukah ikut bersamaku menjadi burung
terbang bebas pada lanskap senja
maukah ikut bersamaku menjadi kabut
pada segenggam gelap subuh
maukah ikut bersamaku menjadi embun
di daun
atau
ingin tetap berpilu perih dengan cinta
yang kau sembunyikan sendiri
Akhirnya, aku kembali lagi ke dalam lorong sunyi puisi
mencari pelepasan atau sekedar rindu
maukah ikut
bersamaku”
― Mencari Jalan Pulang
mencari pelepasan atau sekedar rindu
maukah ikut bersamaku menjadi burung
terbang bebas pada lanskap senja
maukah ikut bersamaku menjadi kabut
pada segenggam gelap subuh
maukah ikut bersamaku menjadi embun
di daun
atau
ingin tetap berpilu perih dengan cinta
yang kau sembunyikan sendiri
Akhirnya, aku kembali lagi ke dalam lorong sunyi puisi
mencari pelepasan atau sekedar rindu
maukah ikut
bersamaku”
― Mencari Jalan Pulang
“Si anak serta merta melempar bongkahan tanah yang digengamnya, kematian menyalak galak diantara sepi, angin dan senja yang bersorak. Ia bangkit kemudian balas memukul meninggalkan luka di pelipis mata si anak. Tendangan telak juga mendarat tepat di perut buncit kematian dan membuatnya terpental berkilo-kilo meter.
Terus dan terus. Entah berapa banyak mereka mendaratkan pukulan dan tendangan masing-masing. Entah berapa lama mereka melakukannya. Berjibakujibakuberjibaku. Meninggalkan memar-memar ungu. Sampai tanpa sadar mereka sadar bahwa kematian adalah si anak dan si anak adalah kematian itu sendiri.
Keduanya mati.”
― Mencari Jalan Pulang
Terus dan terus. Entah berapa banyak mereka mendaratkan pukulan dan tendangan masing-masing. Entah berapa lama mereka melakukannya. Berjibakujibakuberjibaku. Meninggalkan memar-memar ungu. Sampai tanpa sadar mereka sadar bahwa kematian adalah si anak dan si anak adalah kematian itu sendiri.
Keduanya mati.”
― Mencari Jalan Pulang
“Tapi kemudian saya merasa kerdil, naif. Saya bertanya pada diri sendiri. Seberapa tahu saya tentang agamanya? Pernahkah saya membaca segala sesuatu tentang agamanya secara objektif, secara proporsional? Lucu sekali jika saya mengharapkan dia mengerti agama saya sementara saya nggak mau tahu tentang keyakinannya —kalaupun saya membaca, buku-buku yang saya baca adalah buku tentang kesalahan agamanya. Maksud saya, bagaimana kalau dia juga berpikir seperti apa yang saya pikirkan. Dia mengharapkan saya membaca apa yang dia baca, meyakini apa yang ia yakini, masuk agama dia, dia mengasihani saya karena saya akan masuk neraka.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Banyak orang di luar Islam yang kagum dan tertarik kepada Islam karena kemurnian ajaran ketuhanannya, keautentikan dan rasionalitas Al Quran, sifat nabi Muhammad, menjauhi alkohol, memakan makanan halal, memakai pakaian yang menutup aurat, zakat, sholat dan lain sebagainya, yang kesemuanya itu tidak berhenti hanya pada tataran pengetahuan saja namun yang terlebih penting adalah pelaksanaannya.”
― Selangkah Menuju Surga
― Selangkah Menuju Surga
“Julukan sudah menjadi nafas. Sudah menjadi tradisi turun-menurun. Nggak bisa dilepasin dari kehidupan santri bahkan juga bangsa Indonesia ini. Julukan biasanya berasal dari hal-hal sepele, contohnya ciri-ciri fisik, kebiasaan, obsesi, atau kejadian.”
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
“Fenomena mengkafirkan sepertinya tidak akan selesai besok pagi. Orang-orang yang memaksakan keyakinan mereka pun tidak akan pernah habis. Mereka bahkan telah melembaga. Namun percayalah, mereka tidak akan pernah menjadi mayoritas.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Bukankah hidup itu pilihan, kawan? Memilih untuk dikendalikan atau mengendalikan. Dikendalikan keadaan atau mengendalikan keadaan. Dikendalikan pikiran atau mengendalikan pikiran. Dikendalikan perasaan atau mengendalikan perasaan. Dikendalikan kebebasan atau malah sebaliknya.”
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
― Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung
“Untuk bisa bicara Bahasa Inggris juga sama sekali tidak berhubungan dengan kepintaran seseorang. Semua orang bisa belajar berbicara, itulah faktanya. Setiap orang bisa berbicara minimal satu bahasa, tanpa melihat pendidikan atau kepintaran.”
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
― Pintar Bahasa Inggris Via Media Sehari-hari
“Di pesantren, gue belajar bahwa keberagamaan adalah sikap. Ia bukan hanya sebatas pikiran, tanpa perbuatan nyata. Bukan sekadar omong kosong tanpa realisasi. Keyakinan harus diterjemahkan ke dalam sebuah aktivitas. Keimanan harus membumi bukan melangit. Menjadi perbuatan-perbuatan baik.”
― Di Bawah Bendera Sarung
― Di Bawah Bendera Sarung
“Begitulah cara Tuhan mengajari manusia. Ia membiarkan kita gelisah untuk mengajarkan keberanian. Ia memberikan rasa kehilangan untuk mengajarkan kesabaran. Dan memberikan sakit agar lebih tangguh.”
― Mutiara: Suatu Ketika Pada Sebuah Cinta
― Mutiara: Suatu Ketika Pada Sebuah Cinta
“Gue nggak menafikan ada hal-hal mistis di sekitar kita, tapi ada air bekas cucian keris yang bisa bikin awet muda, gue sama sekali nggak percaya. Bagi yang percaya, ya silakan aja. Di zaman teknologi serbacanggih ini, kenapa nggak dibuat inovasi aja sih. Maksud gue, supaya nggak berebut, harusnya nyucinya di sungai aja. Terus airnya diproduksi massal, supaya bisa dicampur bahan kosmetik gitu.”
― Di Bawah Bendera Sarung
― Di Bawah Bendera Sarung
“Sehingga saya percaya, seseorang yang berkawan terlalu akrab, seseorang yang lebih banyak dekat secara fisik dengan orang lain, lebih mudah saling suka dibanding ketika ia berkawan dari jarak jauh.
Sayangnya, pola ini masih ada walaupun kita telah menikah. Ada banyak penelitian yang menunjukan bahwa pasangan selingkuh biasanya adalah orang-orang dekat.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
Sayangnya, pola ini masih ada walaupun kita telah menikah. Ada banyak penelitian yang menunjukan bahwa pasangan selingkuh biasanya adalah orang-orang dekat.”
― Menulis Cinta dan Keyakinan
“Secara tidak langsung, kisah-kisah dalam buku ini bukan hanya menjelaskan kepada kita tentang motif, tujuan serta latar belakang kegiatan intelligent, tapi juga mengingatkan kita kepada fakta bahwa sejarah yang kita kenal sekarang penuh dengan intrik dan skandal. Maka tepat sekali apa yang dikatakan Napoleon Bonaparte, History is a set of lies agreed upon.”
― MATA-MATA : 16 Skandal Spionase di Indonesia & Dunia
― MATA-MATA : 16 Skandal Spionase di Indonesia & Dunia
“Banyak orang yang menganggap berdakwah itu hanya dengan berceramah, namun amal shaleh yang rutin diperbuat ternyata berpengaruh lebih nyata dimata orang lain. Dengan mengerti kemudian melaksanakan kewajiban dan kebaikan agama, juga merupakan dakwah yang lebih membuat orang lain tertarik terhadap agama ini.”
― Selangkah Menuju Surga
― Selangkah Menuju Surga
“‚Jadi Tia harus nyerah?‛
‚Bukan. Tawakal itu berbeda dengan menyerah, Tia.‛ Ayah menjawab lembut, ‚tawakal itu harus disertai usaha yang sungguh-sungguh sebelumnya. Tia harus berusaha dalam batas-batas yang dibenarkan, dengan ambisi untuk meraih sesuatu, setelah itu barulah bertawakal. Tawakal itu menjadikan Allah sebagai wakil, jadi kamu tidak larut dalam kesedihan, karena kamu yakin bahwa Sang Wakil pasti bertindak dengan bijaksana, menetapkan pilihan yang terbaik untuk kamu.‛
Tiara masih diam.”
― Mutiara: Suatu Ketika Pada Sebuah Cinta
‚Bukan. Tawakal itu berbeda dengan menyerah, Tia.‛ Ayah menjawab lembut, ‚tawakal itu harus disertai usaha yang sungguh-sungguh sebelumnya. Tia harus berusaha dalam batas-batas yang dibenarkan, dengan ambisi untuk meraih sesuatu, setelah itu barulah bertawakal. Tawakal itu menjadikan Allah sebagai wakil, jadi kamu tidak larut dalam kesedihan, karena kamu yakin bahwa Sang Wakil pasti bertindak dengan bijaksana, menetapkan pilihan yang terbaik untuk kamu.‛
Tiara masih diam.”
― Mutiara: Suatu Ketika Pada Sebuah Cinta
“Jika nanti malam aku bermimpi,
aku ingin jadi puisi yang panjang untuk malam,
untuk kata, untuk langit juga untuk kamu”
― Pada Suatu Hari yang Biasa
aku ingin jadi puisi yang panjang untuk malam,
untuk kata, untuk langit juga untuk kamu”
― Pada Suatu Hari yang Biasa
“Kami sadar dalam mendidik selalu ada campur tangan Tuhan, sehingga kami tidak bisa sombong. Sebagaimana anak yang punya fitrah atau potensi yang sudah ada sejak lahir, orangtua juga punya fitrah atau potensi alami yang diberikan Tuhan untuk mendidik. Tazkiyatun Nafs atau menyucikan jiwa dengan cara ibadah, beramal saleh, mencari ilmu, atau tirakat adalah usaha agar jiwa bening hingga mampu membaca petunjuk Ilahi untuk menumbuhkembangkan potensi mendidik tersebut, selain juga berguna untuk semacam clear chace kotoran-kotoran pengalaman masa lalu yang buruk sehingga performa aplikasi pendidikan dalam jiwa lebih optimal.”
― Pendidikan Keluarga Kami
― Pendidikan Keluarga Kami
“Menerka petunjuk Tuhan
dalam hitungan
kelopak kembang;
Love me
Love me not
Play dice
God does not
Tuhan berkawan sepi.
Bunga mekar tanpa suara
dan cahaya menghangatkan tanpa kata.”
― Anak yang Bercakap-cakap dengan Tuhan
dalam hitungan
kelopak kembang;
Love me
Love me not
Play dice
God does not
Tuhan berkawan sepi.
Bunga mekar tanpa suara
dan cahaya menghangatkan tanpa kata.”
― Anak yang Bercakap-cakap dengan Tuhan





