Annisa UuU > Annisa's Quotes

Showing 1-30 of 1,001
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 33 34
sort by

  • #1
    Pramoedya Ananta Toer
    “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #2
    Robert Frost
    “I am not a teacher, but an awakener.”
    Robert Frost

  • #3
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #4
    Khaled Hosseini
    “Marriage can wait, education cannot.”
    Khaled Hosseini, A Thousand Splendid Suns

  • #5
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”
    pramoedya ananta toer

  • #9
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #12
    Aristotle
    “The educated differ from the uneducated as much as the living differ from the dead.”
    Aristotle

  • #14
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dahulu dia selalu katakan apa yang dia pikirkan, tangiskan, apa yang ditanggungkan, teriakan ria kesukaan di dalam hati remaja. Kini dia harus diam- tak ada kuping sudi suaranya.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #20
    Pramoedya Ananta Toer
    “Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #24
    Pramoedya Ananta Toer
    “Indonesia adalah negeri budak. Budak di antara bangsa dan budak bagi bangsa-bangsa lain.”
    Pramoedya Ananta Toer, Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

  • #25
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #31
    Pramoedya Ananta Toer
    “Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

  • #32
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #35
    Pramoedya Ananta Toer
    “Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #39
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”
    Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

  • #40
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tanpa mempelajari bahasa sendiri pun orang takkan mengenal bangsanya sendiri”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #42
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kita semua harus menerima kenyataan, tapi menerima kenyataan saja adalah pekerjaan manusia yang tak mampu lagi berkembang. Karena manusia juga bisa membikin kenyataan-kenyataan baru. Kalau tak ada orang mau membikin kenyataan-kenyataan baru, maka “kemajuan” sebagai kata dan makna sepatutnya dihapuskan dari kamus umat manusia.”
    Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

  • #43
    Dee Lestari
    “Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
    tags: life

  • #45
    Dee Lestari
    “Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
    dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #47
    Dee Lestari
    “Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)”
    Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #48
    Dee Lestari
    “kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. selama kita diam dan ngga berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu, ngga akan pernah jadi kenyataan.”
    dee

  • #49
    Dee Lestari
    “Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi.”
    Dee

  • #50
    Dee Lestari
    “aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #51
    Andrea Hirata
    “Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”
    Andrea Hirata, Sang Pemimpi

  • #52
    Andrea Hirata
    “Jika kita berupaya sekuat tenaga menemukan sesuatu, dan pada titik akhir upaya itu hasilnya masih nihil, maka sebenarnya kita telah menemukan yang kita cari dalam diri kita sendiri, yakni kenyataan, kenyataan yang harus dihadapi sepahit apapun keadaanya.”
    Andrea Hirata

  • #53
    Andrea Hirata
    “Orang cerdas berdiri dalam gelap, sehingga mereka bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat orang lain. Mereka yang tidak dipahami oleh lingkungannya, terperangkap dalam kegelapan itu. Orang yang tidak cerdas hidup di dalam terang. Sebuah senter menyiramkan sinar tepat di atas kepala mereka dan pemikiran mereka hanya sampai batas batas lingkaran cahaya senter itu.”
    Andrea Hirata

  • #54
    Andrea Hirata
    “Jika berfikir positif, ternyata mengenal seseorang secara emosional memberikan akses pada sebuah bank data kepribadian tempat kita belajar banyak hal baru.”
    Andrea Hirata

  • #55
    Andrea Hirata
    “Tuhan tahu tapi menunggu”
    Andrea Hirata, Edensor

  • #56
    Andrea Hirata
    “Demikianlah karnaval kami setiap tahun. Tak melambangkan cita-cita. Mungkin karena kami tak berani bercita-cita.”
    Andrea Hirata, Laskar Pelangi

  • #57
    Ahmad Fuadi
    “Imtihan nihai bukan hanya sekadar membuktikan seberapa banyak ilmu yang telah diserap otak, tapi seberapa kuat seorang siswa melawan tekanan waktu, kebosanan, psikologis dan fisik. Siapa yang bisa mengatasi semua faktor itu, maka dia adalah pemenang.”
    Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 33 34