Discover new books on Goodreads
Meet your next favorite book
“Menunggu,
Mengapa harus menunggu?
Menunggu membuatku ragu
Menunggu memaksaku untuk harus rapuh
dan,
Menunggu bisa menghadirkan rasa yang baru,...”
―
Mengapa harus menunggu?
Menunggu membuatku ragu
Menunggu memaksaku untuk harus rapuh
dan,
Menunggu bisa menghadirkan rasa yang baru,...”
―
“Pada akhirnya dunia tidak sedang bercanda,
dunia se-serius ini,
Awan yang gelap tidak selamanya akan hujan,
Lakukan yang bisa kamu lakukan,
semua hal yang menyakitimu akan berlalu,
Lupakan.”
―
dunia se-serius ini,
Awan yang gelap tidak selamanya akan hujan,
Lakukan yang bisa kamu lakukan,
semua hal yang menyakitimu akan berlalu,
Lupakan.”
―
“Tak terasa pergi berlabuh
Satu demi satu,
Dingin laksana malam yang sepi beradu
Tabu pergi menjauh.
Jauh didalam daku,
Hilang laksana angin yang menderu
...
Hampa, -
.
.”
―
Satu demi satu,
Dingin laksana malam yang sepi beradu
Tabu pergi menjauh.
Jauh didalam daku,
Hilang laksana angin yang menderu
...
Hampa, -
.
.”
―
“Aku terjatuh dalam lubang yang curam,
Disana ku habiskan seluruh sepenuh
Aku mati di duri yang menikam
Ku lepas nafas jiwa pergi jauh...
Aku kau dan kita
Sejauh tak bersua menikam di dada
Sedekat tak memandang sinis lirikan
Sudah...
Sudahlah menghilang
Kabur tak terlihat
Hampa...
Dingin, Diam, Hening dan Sunyi ?
Kita,
... bertemu lagi.!”
―
Disana ku habiskan seluruh sepenuh
Aku mati di duri yang menikam
Ku lepas nafas jiwa pergi jauh...
Aku kau dan kita
Sejauh tak bersua menikam di dada
Sedekat tak memandang sinis lirikan
Sudah...
Sudahlah menghilang
Kabur tak terlihat
Hampa...
Dingin, Diam, Hening dan Sunyi ?
Kita,
... bertemu lagi.!”
―
“Angin bertiup di kerut sendunya wajahmu
Terlukis indah dunia yg melekat di bibirmu
Engkau tersenyum seakan berharap namun tak mau
Engkau berbalik seakan melangkah namun tak melaju
Ku sapa bayang terpapar lurus pundak ditata
Ku coba selaras ikuti arah melayang disana
Mengapa engkau seakan tak tergoncang alunan tersapa
Mengapa terlihat biasa tak terhirau merana di kata
Kecewa diri tersadar berdiri menyendiri
Terlena diawan petir gejolak me-ngingini
Sudah, sudah angan begitu ter-begini
Akhirnya tau tau kau hanyalah Mimpi
Ia, engkau mimpi
Mimpiku sendiri.
#Manhalawa, Maret 2020”
―
Terlukis indah dunia yg melekat di bibirmu
Engkau tersenyum seakan berharap namun tak mau
Engkau berbalik seakan melangkah namun tak melaju
Ku sapa bayang terpapar lurus pundak ditata
Ku coba selaras ikuti arah melayang disana
Mengapa engkau seakan tak tergoncang alunan tersapa
Mengapa terlihat biasa tak terhirau merana di kata
Kecewa diri tersadar berdiri menyendiri
Terlena diawan petir gejolak me-ngingini
Sudah, sudah angan begitu ter-begini
Akhirnya tau tau kau hanyalah Mimpi
Ia, engkau mimpi
Mimpiku sendiri.
#Manhalawa, Maret 2020”
―
Goodreads Indonesia
— 27750 members
— last activity Oct 15, 2026 10:50AM
Goodreads Indonesia dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani dan ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusika ...more
Manhalawa’s 2025 Year in Books
Take a look at Manhalawa’s Year in Books, including some fun facts about their reading.
More friends…
Favorite Genres
Polls voted on by Manhalawa
Lists liked by Manhalawa

























