Linguistik Quotes

Quotes tagged as "linguistik" Showing 1-4 of 4
Samuel Johnson
“Wenn wir sehen, wie die Menschen altern und nach gewisser Zeit einer nach dem anderen sterben, Jahrhundert für Jahrhundert, dann können wir nur lachen über das Elixier, das die Verlängerung des Lebens auf über tausend Jahre verspricht; mit gleichem Recht ist der Lexikograph zu verspotten, der ohne das Beispiel einer Nation anführen zu können, die ihre Wörter und Ausdrücke vor Veränderlichkeit bewahrte, sich einbildet, sein Wörterbuch könne seine Sprache einbalsamieren, vor Verfälschung schützen und Verfall, und der meint, es stehe in seiner Macht, irdische Natur zu ändern oder die Welt mit einem Schlag von Verrücktheit, Eitelkeit und Affektiertheit zu befreien.”
Samuel Johnson

Walter Moers
“Prinzessin Dylia musste allerdings tadeln, dass das Wort Palindrom selbst kein Palindrom war. Man hätte es doch Mordilidrom nennen können oder so, dann wäre es auch ein Palindrom, aber wenigstens ein richtiges. Aber diese Linguisten waren für ihre Einfallslosigkeit und Denkfaulheit genauso bekannt wie die meisten anderen Akademiker.”
Walter Moers

“Kata-kata itu semestinya berlaku seperti air,
maka biarkan saja sederas mungkin ia mengalir.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

Titon Rahmawan
“Sketsa Cinta Tanpa Nama
(An Experimental Abstract)

Tidak ada kata untuk ini.
Hanya getar kecil
yang menolak memilih bentuk.

Seseorang menabuh
garis tipis di udara,
membuat celah
yang memanjang seperti suara
tanpa telinga.

Di celah itu,
aku melihat sesuatu
yang belum lahir:
sebuah gerak
yang mencari alasan
untuk menjadi arah.

Kita tidak berbicara.
Bahasa di antara kita
masih berupa butiran kasar,
seperti pasir yang belum memutuskan
apakah ia ingin menjadi gurun
atau hanya remah dari dunia yang gugur.

Aku mengulurkan tangan—
jangkauan itu tidak sampai,
karena jarak menolak ide
tentang pertemuan.

Cinta yang kau tawarkan
bukan api asmara;
lebih seperti lipatan
yang muncul ketika kertas
kehilangan tubuh,
atau sudut
yang tiba-tiba menyadari
bahwa ia hanya tikungan dari sesuatu
yang tidak pernah tergambar.

Ketika kau bertanya
“Apa yang kita cari?”
aku tidak menjawab.
Kalimat terhenti di tenggorokan
karena huruf-hurufnya
belum menemukan gravitasi.

Pada akhirnya kau pergi,
tidak dengan langkah
tetapi dengan perubahan wujud:
kau menjadi sebuah jeda
yang menolak selesai.

Aku tinggal sendirian
bersama sebuah ketidaksengajaan
kecil yang bergetar
di telapak tanganku.

Mungkin itu cinta, atau alpa
Mungkin itu hanya salah perhitungan.

Di dunia seperti ini,
tidak ada alasan
untuk memastikan.

November 2025”
Titon Rahmawan