Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Lee Risar.
Showing 1-13 of 13
“Namun cinta tak pernah hilang harapan
Akan datang lengkung pelangi setelah hujan
Menghubungkan rasa kehilangan dan sakitnya perpisahan.”
― Kata: Antologi Puisi
Akan datang lengkung pelangi setelah hujan
Menghubungkan rasa kehilangan dan sakitnya perpisahan.”
― Kata: Antologi Puisi
“Kita berada di suatu masa ketika saling membagikan senyum namun dalam hati ada kepahitan yang mengalahkan racun. Saat itulah kita begitu ramah dan hampir saling membunuh. Adakah ruang untuk cinta, sebelum semuanya menjadi duka…?”
―
―
“Senja yang jatuh di atas pantai ini
Seperti cinta yang terperangkap dalam kerinduan
Berkeredapan kemilau cahayanya
Menguning seperti sajak-sajak yang matang
Dan kata-kata yang ranum”
― Kata: Antologi Puisi
Seperti cinta yang terperangkap dalam kerinduan
Berkeredapan kemilau cahayanya
Menguning seperti sajak-sajak yang matang
Dan kata-kata yang ranum”
― Kata: Antologi Puisi
“Cinta adalah alasan
Mengapa kau dan aku hidup
Entah dalam pesta perjamuan
Atau dalam tangis kepergian”
― Kata: Antologi Puisi
Mengapa kau dan aku hidup
Entah dalam pesta perjamuan
Atau dalam tangis kepergian”
― Kata: Antologi Puisi
“Langkah
Tentukan langkahmu dengan benar dan berusahalah agar pada jejak-jejakmu orang ingin mengikuti dan belajar darimu
Kadang orang tidak peduli siapa kamu tetapi apa yang pernah kamu buat.”
―
Tentukan langkahmu dengan benar dan berusahalah agar pada jejak-jejakmu orang ingin mengikuti dan belajar darimu
Kadang orang tidak peduli siapa kamu tetapi apa yang pernah kamu buat.”
―
“Selamat bahagia untuk hubungan kalian
Aku selalu membawamu dalam doa di hatiku
Walau kamu membawa orang lain ke dalam hatimu
Selamat… aku pun bahagia kau bersamanya”
―
Aku selalu membawamu dalam doa di hatiku
Walau kamu membawa orang lain ke dalam hatimu
Selamat… aku pun bahagia kau bersamanya”
―
“Kau pergi membawa sesuatu yang tidak pernah akan menjadi milikmu dan tidak akan pernah menjadi miliku juga dan itu menyakitkan. Sangat menyakitkan ketika kau merenggut keperawananku lalu pergi dariku.”
―
―
“Desember
Setelah beberapa tahun yang kejam
Dan bulan-bulan yang putus asa
Aku menemukan jalan pulang
Pada lengan-lengan hujan yang damba
Memelukku
Lebih erat dari pelukan mantan”
―
Setelah beberapa tahun yang kejam
Dan bulan-bulan yang putus asa
Aku menemukan jalan pulang
Pada lengan-lengan hujan yang damba
Memelukku
Lebih erat dari pelukan mantan”
―
“Mengapa kamu menutup mata saat kita berpelukan?”
”Karena aku ingin membawa pelukan itu ke dalam hati dan membiarkan ia tinggal di sana dalam waktu yang lama bahkan setelah kita tak saling memeluk.”
―
”Karena aku ingin membawa pelukan itu ke dalam hati dan membiarkan ia tinggal di sana dalam waktu yang lama bahkan setelah kita tak saling memeluk.”
―
“Melihatmu bahagia adalah kebahagianku
Walaupun bahagiamu tanpa bersamaku
Keputusanku tuk mengakhiri semuanya
Bukan karena aku tak bahagia bersamamu
Namun memang ada duri yang tak bisa dihilangkan
Dalam status hubungan kita”
―
Walaupun bahagiamu tanpa bersamaku
Keputusanku tuk mengakhiri semuanya
Bukan karena aku tak bahagia bersamamu
Namun memang ada duri yang tak bisa dihilangkan
Dalam status hubungan kita”
―
“Kau berkata setia saat bersamaku
Dan membiarkan pipimu bersandar pada bahuku
Namun ketika kita berjauhan
Kau memilih bahu yang lain tuk bersandar
Sakit sekali ketika itu terjadi berkali-kali”
―
Dan membiarkan pipimu bersandar pada bahuku
Namun ketika kita berjauhan
Kau memilih bahu yang lain tuk bersandar
Sakit sekali ketika itu terjadi berkali-kali”
―
“Kadang perempuan bertanya banyak hal, sebelum pertanyaan pertama selesai ia akan menanyakan hal yang lain dan membuat komentar tentang itu dan ini. Saat seperti itu kau tidak usah menjawab pertanyaan dan komentar mereka. Mereka tidak membutuhkan jawaban tetapi membutuhkan telinga yang tabah untuk mendengar.”
―
―
“Peluk, peluklah aku
Kuingin rasakan lukamu
Peluk, peluklah aku
Kuingin rasakan sakitmu”
―
Kuingin rasakan lukamu
Peluk, peluklah aku
Kuingin rasakan sakitmu”
―


