Goodreads helps you follow your favorite authors. Be the first to learn about new releases!
Start by following Sapta Arif N.W..

Sapta Arif N.W. Sapta Arif N.W. > Quotes

 

 (?)
Quotes are added by the Goodreads community and are not verified by Goodreads. (Learn more)
Showing 1-16 of 16
“Pejamkan matamu perlahan, kemudian masuklah dalam, betapa doa adalah jendela masa depan. Kita harus yakin, oleh sebabnya kita tak boleh berhenti berupaya dan berdoa.”
Sapta Arif N.W.
“Ingatlah hari di mana kau berdoa untuk sesuatu yang kau punya saat ini. Bersyukurlah.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi
tags: syukur
“Menziarahi kenangan, melumat apa-apa saja yang telah menjadi nyata. Barangkali kehilangan adalah cara Tuhan mengajarkan kita tentang kepemilikan.”
Sapta Arif N.W., Bulan Ziarah Kenangan
“Aku adalah subjek dan kau adalah predikat. Kita adalah kalimat utuh yang sederhana.”
Sapta Arif N.W.
“Pejamkan matamu perlahan, kemudian masuklah lebih dalam, betapa doa adalah jendela masa depan. Kita harus yakin, oleh sebabnya kita tak boleh berhenti berupaya dan berdoa.”
Sapta Arif N.W.
“Bisa jadi, rindu adalah jala-jala yang menangkap kisah untuk dikenangkan.”
Sapta Arif N.W.
“Apakah kau pernah merasakan kesepian melahap sekujur tubuhmu? Seperti angsa hitam yang memudarkan warnanya di telaga yang sunyi. Di kesendirian malam yang gelap, tanpa bintang, tanpa awan, tanpa angin, hanya gelap yang lebih gelap dari pada gulita.”
Sapta Arif N.W., Bulan Ziarah Kenangan
“Jika aku adalah subjek, maka kau adalah predikat. Kita adalah kalimat utuh yang begitu sederhana.”
Sapta Arif N.W.
“Di sepanjang sejarah ingatanku, seorang pengantar pos adalah jelmaan malaikat Tuhan yang dengan hati riang dan gembira mengantarkan kabar-kabar baik.”
Sapta Arif N.W.
“Perempuan adalah kota yang sepi, tetapi tidak mati. Ia memiliki banyak persimpangan, mobil tua yang kadang terparkir rapi, tidak jarang pula sembarangan di sudutsudut
jalan. Gedung-gedung yang menjulur tinggi, pemukiman, jalan yang lengang, lampu merah hijau di perempatan, sangat sepi. Namun tidak mati. Dia hanya menunggu, seseorang tinggal di dalamnya. Maka jangan pernah meninggalkan seorang perempuan dalam
kesepian.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi
“Berani bermimpi sama halnya berani berusaha dan menanggung segala konsekuensinya.”
Sapta Arif N.W.
“Tuhan menciptakan firasat, tanda-tanda yang selalu tidak bisa kita ungkap bagaimana asal-muasalnya.”
Sapta Arif N.W., Bulan Ziarah Kenangan
“Jika Dewi Shinta lebih dulu bertemu Rahwana, akankah dia tetap mencintai Rama, ketika mereka dipertemukan? Mungkinkah jika ia malah mencintai Rahwana? Bukankah
Shinta sosok yang ditakdirkan untuk setia?”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi
“Pejamkan matamu perlahan, kemudian masuklah dalam, betapa doa adalah jendela masa depan. Kita yakin, oleh sebabnya kita tak boleh berhenti berupaya dan berdoa,”
Sapta Arif N.W.
tags: pemuda
“Mata adalah jebakan. Namun, kejujuran seringkali lahir di ketulusan sebuah tatapan.”
Sapta Arif N.W., Bulan Ziarah Kenangan
“Aku mencintaimu tanpa tendensi apapun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi

All Quotes | Add A Quote
Patung yang Berdoa Patung yang Berdoa
6 ratings