,

Masa Depan Quotes

Quotes tagged as "masa-depan" Showing 1-30 of 46
Pramoedya Ananta Toer
“Saya selalu percaya--dan ini lebih merupakan sesuatu yang mistis--bahwa hari esok akan lebih baik dari hari sekarang.”
Pramoedya Ananta Toer

“Anak-anak muda jaman sekarang itu lucu dan agak susah dimengerti. Mereka cukup bersemangat membuat berbagai macam proposal untuk kegiatan organisasi yang mereka ikuti. Tapi proposal hidup yang berisi visi dan strateginya meraih mimpi, justru lupa mereka buat sendiri.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

Goenawan Mohamad
“Mengingat kesewenang-wenangan masa lalu tak berarti dibelenggu masa lalu. Kita ingin memperbaiki masa depan.”
Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali

“Kita tidak akan jatuh oleh hadangan gunung. Tetapi kerikil, justru yang paling kerap membuat kita jatuh terhuyung.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Kawan-kawan baik di sekolah maupun di bangku kuliah sebaiknya tidak lupa. Bahwa nilai yang tinggi dalam sebuah ujian hanyalah hasil transformasi daya rekam ingatan; bukan nilai dari pertumbuhan pemikiran. Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Dalam sebuah riset, di tahun 2015, dalam 1 hari terdapat rata-rata 200 kecelakaan di Indonesia. Beberapa kecelakaan di antaranya menyebabkan kecacatan fisik dan menghabiskan harta korban dan keluarganya. Ini seharusnya membuat kita mengerti, tentang bagaimana cara memilih calon pasangan hidup kita nanti. Jangan menilai perempuan dari fisiknya. Tapi hatinya. Jangan menilai laki-laki dari kekayaannya. Tapi jiwa dan dedikasinya. Karena perabot kehidupan (fisik, jabatan, atau pun kekayaan), sungguh bersifat sementara. Tapi hati dan jiwa, adalah yang kekal dan menentukan segalanya.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

“Do what you want to do! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, jangan renggut masa muda mu karena cinta kepada seseorang”
Arief Subagja

Tere Liye
“Kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapa pun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. Kamu akhirnya pulang menjenguk pusara bapak dan mamakmu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya yang menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, ke mana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat ke mana? Bersama siapa? Apa 'kendaraannya'? Dan ke mana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu sekarang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi ke mana?'.”
Tere Liye, Pergi

Ishak Haji Muhammad
“Dari sekarang kau wajib berkira-kira mencari isteri bersediakan rumah tangga dan bekalan-bekalan bagi masa yang di hadapan – masa tua, masa sakit, masa berkhidmat kepada tanah air, kaum bangsa dan masa berpindah ke negeri yang kekal.”
Ishak Haji Muhammad, Anak Mat Lela Gila

“Masa depan datang setiap pagi.”
Iwan Esjepe

“Mempersulit orang adalah alasan kenapa Anda dipersulit di masa depan”
Arief Subagja

“Seberapa pentingnya prioritasmu adalah cerminan masa depanmu!”
Arief Subagja

Lucia Priandarini
“Butuh seumur hidup untuk merencanakan dan menata hidup, dan hanya sedetik pilihan yang salah bisa meruntuhkan semuanya.”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

Lucia Priandarini
“Ia bahkan tidak bisa bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Bagaimana mau bertanggung jawab atas orang lain?”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

“Kamu tidak bisa mendapatkan kebebasan dari uang, tapi kamu bisa membayar untuk bebas. Uang membatasi, kebebasan kamu yang tentukan.”
Arief Subagja

“Lebih baik gugur di medan perang, daripada menang karena melempar koin.”
Natanael Jansudin Siregar

“Seindah apapun masa lalumu, apalah artinya jika masa depanmu tidak bersamanya.”
Restu Ilahi

“Kembali pada mantan, hanya berlaku untuk dia yang pantas memperbaiki masa depanmu”
Julita Mnrg

Lucia Priandarini
“Dara merasa melihat semua impiannya mati satu persatu di hadapannya. Berjatuhan karena tangannya sendiri.”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

Lucia Priandarini
“Bima tidak menyesal bersama Dara, tapi ia menyesal telah mengacaukan hidup gadis sebaik Dara.”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

Lucia Priandarini
“Badan Bima duduk dalam ruang kelas, tapi pikirannya menyusup ke lorong-lorong yang ia sendiri tak kenal. Di hadapannya ada lembar ujian tengah semester (UTS) Matematika, tapi ia sendiri tidak bisa berhenti berhitung menakar masa depannya.”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

“Bagai robot rongsok, rusak, dan usang, duduk di sudut ruangan. Menunduk, menjerit, aliran listrik menyelimuti tubuh, kejang-kejang, lemas. Masa depan yang indah, tiba-tiba redup, peran robot usang telah digantikan dengan si perak yang sombong.

Mata tembaga telah berakhir, mata dengan cahaya kebiruan menguasai.

Kelak, si perak pun akan diganti, dengan yang lebih mengkilap lagi, atau sebaliknya kemunduran teknologi yang terjadi, ketika layar bercahaya kembali menjadi batu.

Orang-orang yang tidak siap akan terus mengelus-elus batu kotak tersebut, sampai jari mereka memerah dan mengeluarkan asap.”
Achmad Aditya Avery

“Buat tujuan untuk masa depan mu, jika tidak kamu yang akan dipermainkan oleh masa depan tanpa tau arah dan tujuan.”
Saadatussalimah

Sapta Arif N.W.
“Berani bermimpi sama halnya berani berusaha dan menanggung segala konsekuensinya.”
Sapta Arif N.W.

“Hari-hari depan adalah petaka, dan tak semua orang kan beruntung menikmatinya”
Robi Aulia Abdi

“Pendidikan yang tidak berasaskan pada ketaqwaan dan nilai-nilai hanya akan menjadi bom waktu bagi masa depan bangsa”
Evan S. Parusa

Toba Beta
“Prasejarah adalah kejadian yang akan dialami oleh pikiran terbuka di masa depan.”
Toba Beta

Titon Rahmawan
“Lingkaran pergaulan adalah cermin masa depan; burung yang terbang dalam kawanan akan menuju langit yang sama”
Titon Rahmawan

« previous 1