Komoditas Quotes
Quotes tagged as "komoditas"
Showing 1-3 of 3
“Histori perbudakan islam menunjukkan ironi mendalam. Islam tidak menghancurkan perbudakan, tetapi mengislamkannya. Budak jadi properti, alat ritual, bahkan komoditas seksual. Pasar budak, harem, dan pasukan budak berkuasa adalah bagian integral dunia Islam. Abolisi datang bukan dari fiqh atau qur’an, tetapi dari tekanan barat modern. Jika kita jujur, histori perbudakan dalam Islam adalah bukti paling telanjang bahwa agama ini tidak steril dari dosa sejarah yang sama dengan peradaban lain. Bedanya, dosa ini dikuduskan, dipoles dengan bahasa “syariat”, dan diawetkan berabad-abad.”
― Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan
― Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan
“Sang Penjudi
Aku membaca detak jantungmu
di balik pikiran yang memburu
Galau menunggu pertempuran
yang tahu akan berakhir tragis;
Sepasang tanduk banteng melawan cakar beruang bengis.
Nasib kau pertaruhkan di atas layar simulakra,
Menerka angka-angka mabuk dengan tetesan air mata
Memilah sinyal palsu dari api yang nyata
Semata-mata hanya demi harapan belaka.
Adakah sejumput doa dalam lemparan dadumu itu?
Angka yang kau tafsir dari mimpi di balik bayang ilusi:
Bisa seekor ular cobra dalam segelas coca-cola.
Lalu kemana perginya rembulan di tengah keheningan itu?
Apakah ia terlipat rapi dalam dompetmu?
Wangi selembar 'cepek' yang masih baru.
Mengharap yang tak pernah ada seperti asap rokok mengepul di udara.
Siapa tertawa pada nasib tak berketentuan?
Ibarat roda motor berjalan tanpa tujuan.
Terpikir masih seberapa besar peruntungan menghampirimu
Sepuluh seratus seribu, lalu...
Terbayang uang berjuta-juta tertawa terbahak menatap ke arahmu.
Mengira besok akan terbeli sebuah mobil baru,
Tinggal pilih model yang mana lagi?
Body sensual dan bibir sexy.
Kehangatan yang kau impikan
di tengah malam yang dingin
jelang pukul empat dini hari.
Dan kau masih terjaga,
saat kemudian tersadar
telah kehilangan segalanya.
Oktober 2025”
―
Aku membaca detak jantungmu
di balik pikiran yang memburu
Galau menunggu pertempuran
yang tahu akan berakhir tragis;
Sepasang tanduk banteng melawan cakar beruang bengis.
Nasib kau pertaruhkan di atas layar simulakra,
Menerka angka-angka mabuk dengan tetesan air mata
Memilah sinyal palsu dari api yang nyata
Semata-mata hanya demi harapan belaka.
Adakah sejumput doa dalam lemparan dadumu itu?
Angka yang kau tafsir dari mimpi di balik bayang ilusi:
Bisa seekor ular cobra dalam segelas coca-cola.
Lalu kemana perginya rembulan di tengah keheningan itu?
Apakah ia terlipat rapi dalam dompetmu?
Wangi selembar 'cepek' yang masih baru.
Mengharap yang tak pernah ada seperti asap rokok mengepul di udara.
Siapa tertawa pada nasib tak berketentuan?
Ibarat roda motor berjalan tanpa tujuan.
Terpikir masih seberapa besar peruntungan menghampirimu
Sepuluh seratus seribu, lalu...
Terbayang uang berjuta-juta tertawa terbahak menatap ke arahmu.
Mengira besok akan terbeli sebuah mobil baru,
Tinggal pilih model yang mana lagi?
Body sensual dan bibir sexy.
Kehangatan yang kau impikan
di tengah malam yang dingin
jelang pukul empat dini hari.
Dan kau masih terjaga,
saat kemudian tersadar
telah kehilangan segalanya.
Oktober 2025”
―
“Histori perbudakan islam menunjukkan ironi mendalam. Islam tidak menghancurkan perbudakan, tetapi mengislamkannya. Budak jadi properti, alat ritual, bahkan komoditas seksual. Pasar budak, harem, dan pasukan budak berkuasa adalah bagian integral dunia Islam. Abolisi datang bukan dari fiqh atau qur’an,
Tetapi dari tekanan barat modern. Jika kita jujur, histori perbudakan dalam Islam adalah bukti paling telanjang bahwa agama ini tidak steril dari dosa sejarah yang sama dengan peradaban lain. Bedanya, dosa ini dikuduskan, dipoles dengan bahasa “syariat”, dan diawetkan berabad-abad.”
― Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan
Tetapi dari tekanan barat modern. Jika kita jujur, histori perbudakan dalam Islam adalah bukti paling telanjang bahwa agama ini tidak steril dari dosa sejarah yang sama dengan peradaban lain. Bedanya, dosa ini dikuduskan, dipoles dengan bahasa “syariat”, dan diawetkan berabad-abad.”
― Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80.5k
- Inspirational Quotes 76.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31.5k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Truth Quotes 25k
- Wisdom Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 17.5k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 16k
- Motivational Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15.5k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Love Quotes Quotes 15k
- Writing Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Motivation Quotes 13.5k
- Time Quotes 13k
- Motivational Quotes Quotes 12k
- Science Quotes 12k
