,

Komoditas Quotes

Quotes tagged as "komoditas" Showing 1-3 of 3
Andi Fitriyanto
“Histori perbudakan islam menunjukkan ironi mendalam. Islam tidak menghancurkan perbudakan, tetapi mengislamkannya. Budak jadi properti, alat ritual, bahkan komoditas seksual. Pasar budak, harem, dan pasukan budak berkuasa adalah bagian integral dunia Islam. Abolisi datang bukan dari fiqh atau qur’an, tetapi dari tekanan barat modern. Jika kita jujur, histori perbudakan dalam Islam adalah bukti paling telanjang bahwa agama ini tidak steril dari dosa sejarah yang sama dengan peradaban lain. Bedanya, dosa ini dikuduskan, dipoles dengan bahasa “syariat”, dan diawetkan berabad-abad.”
Andi Fitriyanto, Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan

Titon Rahmawan
“Sang Penjudi

Aku membaca detak jantungmu
di balik pikiran yang memburu
Galau menunggu pertempuran
yang tahu akan berakhir tragis;
Sepasang tanduk banteng melawan cakar beruang bengis.
Nasib kau pertaruhkan di atas layar simulakra,
Menerka angka-angka mabuk dengan tetesan air mata
Memilah sinyal palsu dari api yang nyata
Semata-mata hanya demi harapan belaka.

Adakah sejumput doa dalam lemparan dadumu itu?
Angka yang kau tafsir dari mimpi di balik bayang ilusi:
Bisa seekor ular cobra dalam segelas coca-cola.
Lalu kemana perginya rembulan di tengah keheningan itu?
Apakah ia terlipat rapi dalam dompetmu?
Wangi selembar 'cepek' yang masih baru.

Mengharap yang tak pernah ada seperti asap rokok mengepul di udara.
Siapa tertawa pada nasib tak berketentuan?
Ibarat roda motor berjalan tanpa tujuan.
Terpikir masih seberapa besar peruntungan menghampirimu
Sepuluh seratus seribu, lalu...

Terbayang uang berjuta-juta tertawa terbahak menatap ke arahmu.
Mengira besok akan terbeli sebuah mobil baru,
Tinggal pilih model yang mana lagi?
Body sensual dan bibir sexy.
Kehangatan yang kau impikan
di tengah malam yang dingin
jelang pukul empat dini hari.
Dan kau masih terjaga,
saat kemudian tersadar
telah kehilangan segalanya.

Oktober 2025”
Titon Rahmawan

Andi Fitriyanto
“Histori perbudakan islam menunjukkan ironi mendalam. Islam tidak menghancurkan perbudakan, tetapi mengislamkannya. Budak jadi properti, alat ritual, bahkan komoditas seksual. Pasar budak, harem, dan pasukan budak berkuasa adalah bagian integral dunia Islam. Abolisi datang bukan dari fiqh atau qur’an,
Tetapi dari tekanan barat modern. Jika kita jujur, histori perbudakan dalam Islam adalah bukti paling telanjang bahwa agama ini tidak steril dari dosa sejarah yang sama dengan peradaban lain. Bedanya, dosa ini dikuduskan, dipoles dengan bahasa “syariat”, dan diawetkan berabad-abad.”
Andi Fitriyanto, Oksimoron: Merawat Ketololan, Merayakan Kekonyolan